Empat Puluh Hadits
Tentang Menggunjing
Disusun oleh: Mahmud Syarifi
PENDAHULUAN
Allah swt berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujuraat [49] : 12 ) Lidah adalah sebuah nikmat berharga dari Allah swt, yang juga bisa membawa bencana dan kerugian yang besar. Jika dilihat dari bentuk fisiknya, lidah berukuran kecil. Namun sangat penting sekali perannya, yang jika digunakan sesuai dengan aturan Ilahi dan dikontrol dengan baik, akan membawa pemiliknya, atau bahkan masyarakat dan umat manusia, kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Namun jika lidah tidak dijaga dan diperhatikan dengan baik, ia akan menjadi senjata kejahatan yang sangat besar sekali, dan membawa malapetaka dunia dan akhirat. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam banyak sekali penekanan tentang lidah dan peringatan akan kejahatan yang ditimbulkannya.
Banyak sekali ayat dan riwayat yang menjelaskan masalah "bohong" dan "menggunjing"[1] yang akan anda baca sebagiannya di bawah nanti.
Misalnya ada ayat yang menggambarkan mengunjing bagaikan memakan bangku saudara sendiri. Pembohong pun disebut sebagai musuh tuhan.
Diriwayatkan pula bahwa menggunjing adalah makanan anjing-anjing neraka jahanam, dan juga disebutkan bahwa "berbohong" orang yang mengaku anak halal sedangkan ia sering memakan daging saudaranya yang telah menjadi bangkai dengan cara menggunjing. Tentang berbohong diriwayatkan bahwa seseorang tidak akan meraskan nikmatnya iman kecuali ia meninggalkan bohong baik bercanda maupun serius.
Ya, menggunjing dan berbohong adalah kejahatan yang dapat dilakukan lidah, dan itu sangat berbahaya sekali. Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang saling menjaga lidahnya masing-masing, serta tidak membiarkan saudara dan sesamanya berbohong atau menggunjing yang lain. Karena jika tidak, hubungan masyarakat satu sama lain akan hancur dikarnakan permusuhan dan ketidak-percayaan.
Mahmud Syarifi,
22 Urdibehesyt 1385
Bagian Pertama:
MAKSUD MENGGUNJING DAN KEBURUKANNYA
أبى ذَر قُلتُ : يا رَسُولَ اللهّ وَ مَا الغَيبةُ؟ قالَ ذِكرُكَ أخَاكَ بمِا يُكرِه .
قُلتُ يا رَسُولَ اللهّ فَإنْ كانَ فيهِ الذّى يُذكَرُ بهِ، قالَ : إعلمَ أنكَّ إذا
ذَكَرتهُ بمِا هُوَ فيهِ فَقَد أغتَبتَهُ وَ إذا ذَكَرتهُ بمِا ليَسَ فيهِ فَقَد بهَتَّهُ .
[ح9 599: [وسائل الشيعة 8
Abu Dzar berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah
saw: "Apa yang dimaksud dengan ghibah
(menggunjing)?" Ia menjawab: "Ketika kamu berbicara
tentang saudaramu yang sekiranya ia tidak
menyukainya." Lalu aku bertanya: "Bagaimana jika
orang yang kubicarakan itu ada di situ juga?" Beliau
menjawab: "Ketahuilah, ketika kamu melakukannya
sedang saudaramu itu ada di situ, berarti kamu
menggunjingnya. Namun jika ia tidak di situ, berarti
kamu menuduhnya (buhtan)."." (Wasailus Syi'ah, 8: 599,
hadits 9)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ ألغَيبةُ حَرامٌ عَلى كُلِّ مُسلمٍ،
مَأثُومٌ صاحِبُها فى كُلِّ حالٍ، وَ صِفَةُ الغَيبةِ أنْ تذَكُرَ أحَدا بمَا ليَسَ: هوُ عنِداَللهّ عَيبٌ وَ تذُمُّ ما يحَمِدُهُ أهلُ العِلمِ فيهِ [بحارالانوار 75
[ 257 ح 48
Imam Ja'far Shadiq as berkata: "Diharamkan bagi
setiap Muslim untuk menggunjing. Orang yang
menggunjing selamanya pendosa, menggunjing
adalah ketika kamu berbicara tentang kekurangan
seseorang yang di sisi Allah kekurangan itu bukan aib
lalu kamu mencelanya padahal orang-orang alim dan
faham memujinya." (Biharul Anwar, 75: 257, hadits 48)
: عَلىٌ عَليَهِ السَّلام :ُ أبغَضُ الخَلائقِ إلىَ اللهّ المُغتابُ [غررالحكم 2
[ 824 ح 3128
Imam Ali as berkata: "Makhluk yang paling
menjijikkan bagi Tuhan adalah penggunjing."
(Ghurarul Hikam, 2: 842, hadits 3128)
[ح2911 381: عَلىٌ عَليَهِ السَّلام :ُ ألأمُ الناّس المُغتابُ [غررالحكم
Imam Ali as berkata: "Manusia yang paling celaka (sengsara) di hari kiamat adalah orang yang suka menggunjing." (Ghurarul Hikam, 2: 381, hadits 2911)
[ح484 13 عَلىٌ عَليَهِ السَّلام :ُ ألغَيبةُ شَرُّ الإفكِ [غررالحكم 1
Imam Ali as berkata: "Menggunjing adalah seburukburuknya
kebohongan dan ucapan tak benar."
(Ghurarul Hikam, 1: 13, hadits 848)
298 عَلىٌ عَليَهِ السَّلام :ُ ألغَيبةُ قُوتُ كلِاب الناّرِ [غررالحكم 1
[1144ح
Imam Ali as berkata: "Menggunjing adalah makanan
anjing-anjing neraka jahanam." (Ghurarul Hikam, 1: 298,
hadits 1144)
[ح484 13 عَلىٌ عَليَهِ السَّلام :ُ ألغَيبةُ آيةُ المُنافقِ .ِ [غررالحكم 1
Imam Ali as berkata: "Menggunjing adalah tanda orang munafik." (Ghurarul Hikam, 1: 13, hadits 484)
النبَّىِ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ ترَكُ الغَيبةِ أحَبُّ إلىَ اللهّ عَزَّ وَجَلَّ مِن
[ح66 261 عَشرَةِ آلاف رَكعَةٍ تطَوُّع ا.ً [بحار الانوار 75
Rasulullah saw bersabda: "Meninggalkan kebiasaan
menggunjing lebih disukai Allah swt dari pada shalat
sepuluh ribu raka'at." (Biharul Anwar, 75: 261, hadits
66)
الامام العسکری علیه السلام : اعلموا ان غیبتکم لاخیکم المؤمن من شیعة آل محمد اعظم فی التحریم من المیتة.[بحار الانوار 75 : 258 ح52]
Imam Hasan askari as berkata: "Ketahuilah bahwa
menggunjing orang yang beriman lebih buruk dari
dan lebih haram dari memakan bangkai." (Biharul
Anwar, 75: 258, hadits 52)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ مَن قالَ فى مُؤمِنٍ مارَأتَهُ عَيناهُ وَ
سَمِعَتهُ اُذُناهُ فَهُوَ مِن الذّينَ قالَ اللهّ عزَ وجَلَ :َّ إنَّ الذّينَ يُحِبوُّنَ أنْ
تشَيعَ الفاحِشَةُ فىِ الذَّينَ آمَنُوا لهُم عَذابٌ أليمٌ [وسائل الشيعة
[ 598 ح 6 :8
Imam Shadiq as berkata: "Orang yang menggunjing
seorang Mukmin dari apa yang ia lihat atau didengar,
termasuk apa yang difirmankan Allah swt tentang
mereka: "Sesungguhnya orang yang suka
menyebarkan keburukan di tengah-tengah orangorang
yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih."."
(Wasailus Syi'ah, 8: 598, hadits 6)
رَسُولَ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ يا أباذَرَ إياّكَ وَ الغَيبةَ فَإنَّ الغَيبةَ
أشَدُّ مِنَ الزِنّا قُلتُ : وَلمَ ذلكَ يا رَسُولَ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ؟ِ
نَّ الرَّجُلَ يزَنى فَيتُوبُ إلىَ اللهّ فَيتُوبُ اللهّ عَليَهِ، وَالغَيبةُ قال :َ لاِ
[ح9 598 لاتُغفَرُ حَتىّ يغَفِرُها صاحِبُها. [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw berkata: "Wahai Abu Dzar, jauhilah ghibah (menggunjing), karena itu lebih buruk dari zina." Abu Dzar bertanya: "Mengapa bisa begitu wahai Rasulullah saw?" Karena seseorang berzina lalu dapat bertaubat dan Tuhan menerima taubatnya. Namun orang yang menggunjing tidak akan dimaafkan kecuali orang yang digunjing rela memaafkannya." (Wasailus Syi'ah, 8: 598, hadits 9)
عَلىٌ عَليَهِ السَّلام :ُ يا نُوفُ ! كَذِبَ مَن زَعَمَ أنّهُ وُلِدَ مِن حَلالٍ وَ هُوَ
[ يأَكُلَ لُحُومَ الناّس باِلغَيبةِ [مشكاة الانوار: 88
Imam Ali as berkata kepada Nauf Bakkali: "Berbohong
orang yang mengaku anak halal sedangkan ia terus
menerus memakan bangkai manusia dengan cara
menggunjing." (Misykatul Anwar: 88)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ مِنِ اغتابَ أخاهُ المُؤمِنَ مِن غَيرِ
[ح21 25 تِرَةٍ بيَنَهُما فَهُوَ شَرَكَ الشَّيطانَ [بحارالانوار 75
Imam Shadiq as berkata: "Orang yang menggunjing
sesamanya padahal ia tidak dizaliminya, maka ia
adalah kawan setan." (Biharul Anwar, 75: 25, hadits 21)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ سِبابُ المُؤمِنِ فُسُوقٌ وَ قَتالُهُ كُفرٌ
[ح39 255 وَ أكَلُ لحَمِهِ مِن مَعصِيةِ اللهّ [بحارالانوار 75
Rasulullah saw bersabda: "Mencela orang yang beriman adalah kefasikan dan kejahatan, membunuhnya adalah kekufuran, dan memakan dagingnya dengan cara menggunjingnya adalah dosa dan maksiat kepada Allah swt." (Biharul Anwar, 75: 255, hadits 39)
Bagian Kedua:
AKIBAT BURUK MENGGUNJING
إياّكَ وَالغَيبةَ فَإنهَّا تمَقِتُكَ إلىَ اللهّ وَ الناّسُ وَتحَبِطُ أجرَكَ [غررالحكم
[ 287 ح 2632 :2
Imam Ali as berkata: "Hindarilah menggunjing, karena
akan membuatmu menjadi musuh Tuhan dan umat
manusia, serta akan melenyapkan balasan amal
perbuatanmu." (Ghurarul Hikam, 2: 287, hadits 2632)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ ألغَيبةُ أسَرَعُ فى دينِ الرَّجُلِ
[ح7 598 المُسلمِ مِن الأكلةَِ في جَوفهِ [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw bersabda: "Menggunjing dengan cepat
dapat merusak agama seseorang." (Wasailus Syi'ah, 8:
598, hadits 7)
النبَّىِ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ تحَرُمُ الجَنَّةُ عَلى ثلَاثةٍ : عَلىَ المَناّنِ، وَ
[ح10 599 عَلىَ المُغتاب،ِ وَ عَلى مُدمِنِ الخَمرِ [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw bersabda: "Surga diharamkan atas tiga kelompok: Orang yang suka menyebut-nyebut kembali kebaikannya, orang yang suka menggunjing, dan peminum minuman keras." (Wasailus Syi'ah, 8: 599, hadits 10)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ مَنِ اغتابَ إمرَءً مُسلمِا بطَلَ
صَومُهُ، وَ نقَضَ وُضُوئَهُ وَ جاءَ يوَمَ القِيامَةِ يفُوحُ مِن فيهِ رائِحةٌ أنتَنُ
[ح13 599 مِنَ الجيفَةِ يتَأذَى بهِ أهَلُ المَوقفِ [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw bersabda: "Orang yang menggunjing
seorang Muslim, maka puasanya batal, wudhunya
juga batal, dan di hari kiamat dibangkitkan dalam
keadaan mulutnya bau busuk bangkai manusia."
(Wasailus Syi'ah, 8: 599, hadits 13)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ مَنِ اغتابَ مُؤمِنا بمِا فيهِ لمَ يجَمَع الله بيَنَهُما فىِ الجَنَّةِ أبَدَا وَ مَنِ اغتابَ مُؤمِنا بمِا ليَسَ فيهِ فَقَدِ
انقَطعَتِ العِصمَةُ بيَنَهُما، وَ كانَ المُغتابُ فىِ الناّرِ خالدِا فيها وَ بئِسَ
[ المَصيرُ [جامع الاخبار 412 ح 9
Rasulullah saw bersabda: "Orang yang menggunjing seorang Mukmin dan mengatakan sesuatu yang ada pada dirinya, tidak akan dikumpulkan Allah swt di surga. Dan jika seseorang menggunjing sesamanya padahal apa yang ia katakan itu tidak ada pada diri yang digunjing, maka untuk selamanya ia akan berada di neraka." (Jami'ul Akhbar, 412, hadits 9)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ لاتغَتَب فَتُغتَب، وَلاتحَفِر لاخیک
[ح16 248 حُفرَةً فَتَقَعُ فيها، فَإنكَّ كَما تُدينُ تُدانُ [بحارالانوار 75
Imam Shadiq as berkata: "Janganlah kalian
menggunjing karena kamu akan digunjing juga.
Jangan menggali lubang agar saudaramu jatuh ke
dalamnya, karena apa yang kamu lakukan terhadap
selainmu akan mereka lakukan pula terhadapmu."
(Biharul Anwar, 75: 248, hadits 16)
النبَّىِ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ مَنِ اغتابَ مُسلمِا أوَ مُسلمَةً لمَ يقَبل
الله صَلاتهُ وَلاصِ يامَةُ أربعَينَ يوَما وَ ليَلةً إلا أنْ يغَفِرَ لهُ صاحِبُهُ .
[[جامع الاخبار 412 ح 7
Rasulullah saw bersabda: "Orang yang menggunjing
lelaki atau perempuan Muslim, selama empat puluh
hari dan empat puluh malam shalat dan puasanya
tidak diterima." (Jami'ul Akhbar, 412, hadits 7)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ واَلغيَبةَ تأَكلُ الحَسَناتُ كَما تأَكُلَ
الناّرُ الحَطبَ؛ أوحَى اللهّ تعَالى عَزَّوَجَلَّ إلى مُوسَى بنِ عِمران
عَليَهِ السَّلام :ُ ألمُغتابُ إن تابَ فَهُوَ آخِرُ مَن يدَخُلُ الجَّنَةَ وَإنْ لمَ يتُب
[ح48 257 فَهُوَ أوَّلُ مَنْ يدَخُلُ الناّرَ [بحارالانوار 75
Imam Shadiq as berkata: "Menggunjing dapat membakar kebaikan dan menghanguskannya bagaikan api yang membakar kayu kering. Allah swt menurunkan wahyu kepada nabi Musa as: "Orang yang menggunjing, jika ia bertaubat, maka ia adalah orang terakhir yang masuk surga. Namun jika tidakbertaubat, maka ia adalah orang pertama yang masuk neraka."." (Biharul Anwar, 75: 257, hadits 48)
النبَّىِ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ يُؤتى بأِحَدٍ يوَمَ القِيامَةِ يُوقفُ بيَنَ يدَىِ
الله وَ يُدفَعُ إليَهِ كتِابهُ فَلايُرى حَسَناتِهِ، فَيقُولُ : إلهى ليَسَ هذا
كتِابى، فَأنى لا أرى فيها طاعَتى، فَيُقالُ لهُ : إنَّ رَبَّكَ لايضِلُّ وَ
[ لاينَسى، ذَهَبَ عَمَلُكَ باِغتيِاب الناّس .ِ [جامع الاخبار 412 ح 10
Rasulullah saw bersabda: "Seseorang dihadapan
Tuhanya berhenti melihat catatan amal perbuatannya.
Ia heran karena kebaikan-kebaikannya telah dihapus.
Ia berkata: "Ya Tuhan, ini bukan catatan amalku,
karena di dalamnya tidak ada catatan baik
sedikitpun." Lalu terdengar jawaban bahwa Tuhan
tidaklah lupa, amal perbuatanmu sirna karena
gunjinganmu sendiri." (Jami'ul Akhbar, 412, hadits 10)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ لمَّا عَرَجَ بى رَبىّ عَزَّ وَ جَلَّ ، مَرَرتُ
بقُومٍ لهُم أظَفارٌ مِن نُحاس يخَمِشُونَ وُجُوهَهُم، وَ صُدُورَهُم، فَقُلتُ
مَن هؤُلاءِ يا جَبرَئيلُ؟ فَقالَ هؤُلاءِ الذّينَ يأَكُلُونَ لُحُومَ الناّس،ِ وَ
[ج8029 587 يقَعُونَ فى أعراضِهِم. [كنزالعمال
Rasulullah saw bersabda: "Saat Tuhan mengangkatku ke langit dalam Isra' Mi'raj, aku melihat sekelompok orang dengn kuku dari tembaga yang menggaruk-garuk wajah dan dadanya. Aku bertanya kepada Jibril siapakah mereka. Ia menjawab: "Mereka adalah orang yang memakan bangkai sesamanya dan melecehkan selainnya." (Kanzul Ummal, 3: 587, hadits 8029).
Bagian Ketiga:
MENDENGAR GUNJINGAN DAN TUGAS KITA
[ح5617 142 سامِعُ الغَيبةِ شَريكُ المُغتاب .ِ [غررالحكم 4
Ima Ali as berkata: "Orang yang bersedia
mendengarkan gunjingan memiliki andil dalam
gunjingan itu." (Ghurarul Hikam, 4: 142, hadits 5617)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ قالَ فى خُطبةٍ لهُ : وَ مَن رَدَّ عَن
أخيهِ غَيبةً سَمِعَها فى مَجلسِ رَدَّ اللهّ عُنهُ ألفَ باب مِنَ الشَّرِ فىِ
الدُّنيا وَ الاخِرَةِ فَإنْ لمَ يُرَدَّ عَنهُ وَأعجَبهُ كانَ عَليَهِ كَوِزرُ مَنِ اغتابَ .
[ح5 607 [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw dalam salah satu khutbahnya
bersabda: "Saat seseorang dalam sebuah majelis
mendengar saudaranya digunjing lalu menolak untuk
mendengarnya maka Allah swt akan menutup seribu
pintu keburukan di dunia dan di akhirat atasnya.
Namun jika ia mendengarnya dan senang karenanya,
maka dosanya seperti dosa penggunjing." (Wasailus
Syi'ah, 8: 607, hadits 5)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ مَن كانَ يُؤمِنُ باِللهّ وَاليوَمِ الاخِرِ
فَلايجَلسِ مَجلسِا ينَتَقِص فيهِ إمامٌ أو يُعابُ فيهِ مُؤمِنٌ [ وسائل
[ح7 504 الشيعة 11
Imam Shadiq as berkata: "Orang yang beriman kepada
Allah dan hari akhir, hendaknya tidak duduk di suatu
majelis yang di dalamnya seorang Imam atau Mukmin
digunjing." (Wasailus Syi'ah, 11: 504, hadits 7)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ ألمُسلمِ أخَُو المُسلمِ لايظَلمُهُ وَ
597 لايخَذُلُهُ، وَ لايغَتابُهُ وَ لايغِشُّهُ وَ لايحَرِمُهُ [وسائل الشيعة 8
[5ح
Imam Shadiq as berkata: "Muslim adalah saudara
Muslim. Ia tidak menzalimi saudaranya dan tidak
menghinanya, serta tidak pula menggunjingnya
ataupun menipunya." (Wasailus Syi'ah, 8: 597, hadits 5)
فى وَصِيّة النَّبى صَلىَّ لله علَيَه وِآلهِ لعلىٍّ عَليَهِ السَّلام :ُ يا عَلىُ !!
مَنِ اغتَيبَ عِندَهُ أخُوهُ المُسلمُ فَاستَطاعَ نصَرَهُ فَلمَ ينَصُرَهُ خَذَلهُ
[ح1 606 الله فىِ الدُّنيا وَالاخِرَةِ [وسائل الشيعة 8
Dalam sebuah wasiat, Rasulullah saw berpesan kepada Imam Ali as: "Waha Ali, jika ada seseorang mendengar saudaranya digunjing, namun ia tidak mencegahnya padahal ia mampu, maka Allah swt akan menghinakannya di dunia dan di akhirat." (Wasailus Syi'ah, 8: 606, hadits 1)
النبَّىِ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ مَن رَدَّ عَن عِرض أخَيهِ كانَ لهُ حِجابا مِنَ
[ح34 253 الناّرِ [بحارالانوار 75
Rasulullah saw bersabda: "Orang yang menjaga
kehormata saudaranya, maka perbuatannya itu akan
menjaganya dari kobaran api neraka." (Biharul Anwar,
75: 253, hadits 34)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ مَن رَدَّ عَن عِرض أخَيهِ المُسلمِ،
[ح3 606 وَجَبت لهُ الجَنَّةَ ألبتةَ [وسائل الشيعة
Rasulullah saw bersabda: "Orang yang mencegah ternodainya kehormatan saudaranya akan diwajibkan surga atasnya." (Wasailus Syi'ah, 8: 606, hadits 3)
أبى ذَر عَنِ النَّبىِّ صَلىَّ لله علَيَه وِآلهِ فى وَصِيتَّهِ لهُ قالَ : يا أباذَر مَن
ذَبَّ عَن أخيهِ المُؤمِن الغَيبةَ كانَ حَقا عَلىَ اللهّ أنْ يعَتقَهُ مِنَ الناّرِ .
[ح8 608 [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw berkata kepada Abu Dzar: "Wahai Abu
Dzar, jika seseorang mencegah orang yang hendak
mempermalukan dan menodai kehormatan
saudaranya, maka Allah swt akan membebaskannya
dari api neraka." (Wasailus Syi'ah, 8: 608, hadits 8)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ للِمُؤمِنِ عَلىَ المُؤمِنِ سَبعَةُ
حُقُوق واجِبةٍَ مِنَ اللهّ عزَ وجَلَ :َّ ألإجلالُ لهَُ فى غَيبتَهِِ وَالوَدُّ لهَُ فى
صَدرِهِ، وَ المُواساةُ لهَُ فى مالهِِ، وَ أنْ يحَرُمَ غَيبتََهُ، وَ أنْ يعَُودُهُ فى
مَرَضِهِ وَ أنْ يُشَيعَِّ جَنازَتهَُ، وَ أنْ لايقَُولَ فيهِ بعَدَ مَوتهِِ إلا خَير ا.ً
[ح13 546 [وسائل الشيعة 8
Rasulullah saw bersabda: "Ada tujuh hal yang diwajibkan atas seorang Mukmin terhadap sesama Mukmin:
1. Menjaga kehormatannya di saat saudaranya ada.
2. Menjadi teman baginya setulus hati.
3. Membiarkan saudaranya merasakan kekayaannya.
4. Sangat tidak bersedia menggunjingnya.
5. Mengunjunginya saat sakit.
6. Melakukan tasyi' jenazah untuknya.
7. Tidak mengatakan selain kebaikan saudaranya sepeninggalnya. (Wasailus Syi'ah, 8: 546, hadits 13)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ سُئِلَ النَّبىُّ صَلىَّ لله علَيَه وِآلهِ ما كَفّارَةُ الإغتيِاب قالَ : تسَتَغفِرُاللهّ لمَِن اغتَبتَهُ كُلمَّا
[ح1 605 [وسائل الشيعة 8
Imam Shadiq as berkata: "Rasulullah saw ditanya oleh seseorang: "Apa hukuman menggunjing?" Dijawab: "Setiap kali engkau mengingatnya (orang yang kau gunjing) maka mintakanlah ampun dari Allah swt untuknya."." (Wasailus Syi'ah, 8: 605, hadits 1).
Bagian Keempat:
MENGGUNJING YANG DIBOLEHKAN
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ إذا جاهَرَ الفاسِقُ بفِسقِهِ فَلا
[ح4 605 حُرمَةَ لهُ وَ لا غَيبةَ [وسائل الشيعة 8
Imam Shadiq as berkata: "Ketika seorang fasik
melakukan dosa secara terang-terangan, maka ia boleh
digunjing." (Wasailus Syi'ah, 8: 605, hadits 4)
مُحمَدُ بنُ علي الباقرُ عَليَهِ السَّلام ثلَاثةٌ ليَسَت لهُم حُرمَة
صاحِبُ هَوىً مُبتَدِعٌ، وَالإمامُ الجائرُ، وَالفاسِقُ المُعلنُ الفِسقُ .
[ح5 605 [وسائل الشيعة 8
Imam Baqir as berkata: "Tiga orang tidak memiliki
kehormatan: penyembah hawa nafsu, ahli bid'ah,
pemimpin yang zalim, orang fasik yang melakukan
dosa terang-terangan." (Wasailus Syi'ah, 8: 605, hadtis
5)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ ألغَيبةُ أنْ تقُولَ فى أخيكَ ما
سَتَرَهُ اللهّ عَليَهِ،وَ أمَّا الأمرُ الظاّهِرُ مِثلُ الحَدَّةِ وَالعَجَلةِ فَلا. وَ البُهتانُ
[ح2 604 أنْ تقُولَ فيهِ ما ليَسَ فيهِ [وسائل الشيعة 8
Imam Shadiq as berkata: "Menggunjing adalah saat kau mengatakan tentang saudara seimanmu yang mana Allah swt menutupinya. Namun membicarakan sesuatu yang jelas dan nampak bukanlah ghibah. Sedangkan buhtan adalah membicarakan sesuatu yang tidak benar tentang saudaramu." (Wasailus Syi'ah, 8: 604, hadits 2)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ إنَّ الضَّيفَ ينَزِلُ باِلرَّجُلِ فَلا
يُحسِنُ ضِيافَتَهُ فَلا جُناحَ عَليَهِ أنْ يذَكُرَ سُوءَ ما فَعَلهُ [وسائل
[ح7 605: الشيعة 8
Imam Shadiq as berkata: "Jika seorang tamu masuk ke
suatu rumah dan pemilik rumah tidak berlaku ramah
terhadapnya, maka tidak masalah perlakuan orang itu
diceritakan ke orang lain." (Wasailus Syi'ah, 8: 605,
hadits 7)
رَسُولُ اللهّ صلَىّ لله علَيَه وِآلهِ :ِ لاصَلاةَ لمَن لايُصَلىّ فىِ المَسجدِ
مِعَ المُسلمِينَ إلا مِن عِلةِّ، وَلاغَيبةِ إلا لمَن صَلىّ فى بيَتهِ وَ رَغِبَعَن جَماعَتنِا، وَ مَن رَغِبَ عَن جَماعَةِ المُسلمِينَ سَقَطتَ عَدالتُهُ .
[ح13 394 [وسائل الشيعة
Rasulullah saw bersabda: "Orang yang tidak shalat di
masjid sedangkan ia tidak memiliki halangan apapun,
maka shalatnya tidak sempurna dan tak berguna.
Orang seperti itu adalah orang yang mengasingkan
diri dari umat Islam, dan orang yang mengasingkan
diri dari Muslimin gugur "keadilannya"." (Wasailus
Syi'ah, 5: 394, hadits 13)
أبو عَبدِاللهِّ الصادِقُ عَليَهِ السَّلام :ُ مَن عامَلَ الناّسَ فَلمَ يظَلمِهُم
وَحَدَّثهُم فَلمَ يكَذِبهُم وَ واعَدَهُم فَلمَ يخَلفِهُم كانَ مِمَّن حَرُمَت
غَيبتُهُ وَ كَمُلتَ مُرُوتُّهُ وَ ظهَرَ عَدلُهُ وَ وَجَبَ أُخُوَّتُهُ [وسائل الشيعة
[ 393 ح 9 :5
Imam Shadiq as berkata: "Orang yang bergaul dengan sesama Muslim lalu tidak berbuat zalim, tidak berbohong, bercakap dengan baik dengan selainnya, tidak mengingkari janji, adalah orang yang tidak boleh digunjing, ia adalah Muslim sejati, keadilannya tampak, dan harus dijadikan sahabat." (Wasailus Syi'ah, 5: 393, hadits 9).
Daftar Isi
Empat Puluh Hadits. 1
Tentang Menggunjing. 1
PENDAHULUAN.. 2
Bagian Pertama: 4
MAKSUD MENGGUNJING DAN KEBURUKANNYA 4
1. MAKNA MENGGUNJING.. 4
2. TOLAK UKUR HARAMNYA MENGGUNJING.. 4
3. MAKHLUK YANG PALING MENJIJIKKAN.. 5
4. ORANG YANG PALING CELAKA.. 5
5. KEBOHONGAN YANG PALING BURUK.. 5
6. MAKANAN ANJING-ANJING JAHANAM.. 5
7. TANDA ORANG MUNAFIK.. 6
8. MENGGUNJING HARUS DITINGGALKAN.. 6
9. LEBIH BURUK DARI MEMAKAN BANGKAI 6
10. SAMA DENGAN MENYEBARKAN KEBURUKAN 6
11. LEBIH BURUK DARI ZINA.. 7
12. BAGAI MEMAKAN BANGKAI MANUSIA.. 7
13. KAWAN SETAN.. 7
14. BERMAKSIAT KEPADA ALLAH.. 8
Bagian Kedua: 9
AKIBAT BURUK MENGGUNJING 9
15. BERMUSUHAN DENGAN ALLAH.. 9
16. MENGGUNJING DAPAT MENGHACURKAN.. 9
17. DIJAUHKAN DARI SURGA.. 9
18. DAMPAK MENGGUNJING.. 9
19. AKIBAT MENGGUNJING.. 10
20. PENGGUNJING JUGA AKAN DIGUNJING.. 10
21. PUASA DAN SHALAT ORANG YANG MENGGUNJING 11
22. ORANG PERTAMA YANG MASUK NERAKA.. 11
23. LENYAPNYA KEBAIKAN.. 11
24. MELECEHKAN ORANG LAIN.. 12
Bagian Ketiga: 13
MENDENGAR GUNJINGAN DAN TUGAS KITA 13
25. ORANG YANG IKUT SERTA DALAM KEJAHATAN 13
26. DOSA MENDENGARKAN GUNJINGAN.. 13
27. SYARAT IMAN.. 13
28. HAK SAUDARA.. 14
29. TUGAS KITA.. 14
30. PERISAI DAR API NERAKA.. 14
31. MENCEGAH ORANG YANG MENGGUNJING.. 15
32. MEMBELA SEORANG MUKMIN.. 15
33. HAK SEORANG MUKMIN.. 15
34. MENEBUS DOSA MENGGUNJING.. 16
Bagian Keempat: 17
MENGGUNJING YANG DIBOLEHKAN 17
35. MENGGUNJING ORANG FASIK.. 17
36. GUNJUNGAN YANG DIBOLEHKAN.. 17
37. GHIBAH YANG DIBOLEHKAN.. 17
38. SAAT DIPERLAKUKAN TIDAK BAIK.. 18
39. MENGGUNJING ORANG YANG TIDAK SHALAT DI MASJID 18
40. GHIBAH YANG DILARANG.. 18
[1]Dalam bahasa Arab disebut ghibah.