Berita tentang perjalanan Imam Husain a.s. menuju Kufah telah diketahui banyak orang. Bani Umayah pun merasa bingung dan gusar menentukan sikap. Petinggi pemerintahan diliputi kekhawatiran dan ketakutan. Seluruh pasukan istana menggunjing berita sang pejuang agung Imam Husain a.s., hingga akhirnya berita tersebut terdengar oleh Ubaidillah bin Ziyad.
Ubaidillah bin Ziyad menyiagakan pasukan perangnya. Dia mengatur strategi untuk mencegah Imam Husain a.s. dan rombongan masuk ke Kufah. Dia mengutus komandan pasukannya, Hushain bin Numair Tamimi untuk melaksanakan tugas penting tersebut. Dia pun mencari tempat strategis untuk dapat menaklukkan rombongan Imam Husain a.s. Dia menjadikan Qadisiyah sebagai tempat untuk menjegal Imam Husain a.s. dan rombongannya.
Qais bin Mushir Shaidawi berangkat membawa surat Imam Husain a.s. Namun, setelah tiba di Qadisiyah dia ditangkap oleh Hushain bin Numair dan diseret ke Ubaidillah bin Ziyad. Ubaidillah menyuruhnya untuk naik ke mimbar dengan berkata: “Naiklah dan cacilah Husain si pembohong besar itu!”
Qais menaiki mimbar, memuji Allah Swt, dan bersyukur kepada-Nya lalu berkata: “Ini Husain bin Ali, putra Fathimah putri Rasulullah, sebaik-baik makhluk Allah telah mengutus aku sebagai delegasinya untuk memberitahukan kepada kalian bahwa beliau telah sampai di Hajir. Sambutlah kedatangannya yang tak lama lagi!”
Kemudian dia melaknat Ubaidillah dan beristigfar untuk Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Menyaksikan itu Ubaidillah memerintahkan algojonya agar menyeret Qais ke menara istana dan melemparnya ke tanah. Remuklah tulang-tulang tubuh Qais. Ketika jatuh ke tanah dan tulang-tulangnya remuk, dia tidak langsung meninggal dan dalam keadaan sekarat beberapa saat. Kemudian Abul Malik bin Umair Lakhmi mendekatinya dan menyembelihnya. Setelah kejadian itu dia selalu dicela dan dilaknat karena perbuatannya. (Al-Irsyad, 2/71)
Imam Husain a.s. Mendengar Kabar Buruk dari Kufah
Penduduk Kota Kufah gamang dan bingung. Wajah-wajah mereka pucat pasi pertanda semangatnya luntur. Mereka takut kepada kekuatan Bani Umayah. Pihak yang semula menjadi oposisi pemerintah mulai melemah. Kekuatan Bani Umayah mulai membuat mereka takut. Ditambah lagi para penyusup yang selalu melakukan provokasi. Mereka yang semula menyatakan baiat kepada Imam Husain a.s. terpecah belah dan patah semangat. Qais bin Mushir Shaidawi, Muslim bin Aqil dan Hani bin Urwah terbunuh. Mukhtar bin Ubaidah Tsaqafi dipenjara. Fakta inilah yang menyurutkan langkah warga dan mengubah wajah Kufah.
Imam Husain a.s. dan rombongan meneruskan perjalanannya. Beliau belum mendapat berita terbaru dari Kufah hingga tiba di daerah Tsa’labiyah. Di daerah inilah Imam Husain a.s. menerima kabar buruk dari Kufah. Mendengar kabar itu Imam Husain mengutus Abdullah bin Yaqthir untuk menemui Muslim demi memperjelas keadaan sebenarnya. Namun, Abdullah bin Yaqthir juga mengalami nasib yang sama dengan delegasi sebelumnya, ditangkap oleh pasukan Hushain bin Numair Tamimi dan diseret ke istana Ubaidillah bin Ziyad.
Setibanya di daerah Zubalah beliau a.s. menerima kabar tentang syahidnya utusan beliau. Imam Husain juga mendapat berita tentang situasi terakhir yang terjadi di Kufah dan mengetahui semua peristiwa yang menimpa para pendukungnya. Ketika mendengar berita itu, Imam Husain berkhotbah di hadapan sahabat-sahabat yang bergabung dalam rombongannya. Tujuan Imam Husain adalah memberi tahu mereka semua tentang peristiwa yang terjadi sesungguhnya. Khotbah beliau sebagai berikut:
Bersambung ...