Dalam Al-Qur’an, kata “Syiah” digunakan untuk merujuk pada kelompok pengikut dalam berbagai konteks. Sebagai contoh, dalam Surah Al-Qasas, Ayat 15, kata “Syiah” merujuk kepada pengikut-pengikut Musa, yang membantu dalam perjuangan dan berjuang melawan musuh:
وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۚ قَالَ رَبُّكِ أَنتَ حَسِيبٌ
“Dan dia masuk ke kota pada waktu orang-orangnya lengah, lalu dia mendapati dua orang yang sedang bertarung; yang ini dari golongannya (Syiah) dan yang itu dari musuhnya. Maka orang yang dari golongannya (Syiah) itu meminta pertolongan kepada Musa terhadap yang dari musuhnya. Lalu Musa menendangnya, sehingga ia mati. Musa berkata, ‘Ini adalah perbuatan setan. Sesungguhnya ia adalah musuh yang menyesatkan yang nyata.'” (Surah Al-Qasas: 15)
Begitu pula dalam Surah As-Saffat, Ayat 83, Allah SWT menyebutkan Syiah Ibrahim:
وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ
“Dan sesungguhnya dari golongannya (Syiah) adalah Ibrahim.” (Surah As-Saffat: 83)
Hal ini menunjukkan bahwa istilah Syiah sudah dikenal dalam konteks sejarah para nabi. Namun, istilah ini berkembang dalam sejarah Islam, terutama setelah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, menjadi merujuk khusus pada pengikut Ali bin Abi Talib, yang meyakini bahwa kepemimpinan umat Islam seharusnya berada di tangan Ahlulbait.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW sendiri juga menyebutkan istilah “Syiah” untuk Ali bin Abi Talib dan pengikutnya dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah ketika Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Ali bin Abi Talib dalam hadits yang terkenal:
“Ya Ali, kamu dan pengikutmu adalah orang yang akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (Hadits riwayat al-Tirmidzi dan al-Tabari)
Dalam hadits lain, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
“Ali dan Syiah-nya adalah orang-orang yang akan menang pada hari kiamat.” (Hadits riwayat al-Hakim)
Hadis-hadis ini memperkuat pengertian bahwa Syiah pada awalnya merujuk kepada pengikut setia Ali bin Abi Talib, dan dengan demikian istilah “Syiah” mulai terkait erat dengan keyakinan terhadap kepemimpinan Ahlulbait setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.