@laravelPWA
Hadis Silsilah Emas: Puncak Otoritas Spiritual dan Intelektual
  • Judul: Hadis Silsilah Emas: Puncak Otoritas Spiritual dan Intelektual
  • Sumber:
  • Tanggal Rilis: 2:38:4 9-6-1404

Salah satu warisan paling monumental dari Imam ar-Ridha as adalah riwayat yang dikenal sebagai silsilah dzahabiyyah (mata rantai emas). Riwayat ini disampaikan Imam ketika melakukan perjalanan paksa dari Madinah ke Khurasan. Saat tiba di Naisabur, kota para pelajar agama, Imam disambut oleh para ulama, ahli hadis, dan para penuntut ilmu. Di hadapan mereka, beliau diminta untuk meriwayatkan hadis dari kakeknya Rasulullah Saw, dan beliau pun menyampaikan sebuah hadis yang sangat istimewa.

Dalam riwayat itu, Imam berkata: “Aku mendengar dari ayahku, Imam Musa al-Kazhim, yang meriwayatkan dari ayahnya, Imam Ja’far as-Shadiq, dari ayahnya, Imam Muhammad al-Baqir, dari ayahnya, Imam Ali Zainal Abidin, dari ayahnya, Imam Husain, dari ayahnya, Imam Ali, dari kakekku Rasulullah Saw, dari Jibril, dari Allah SWT.”

Hadis tersebut menyampaikan sabda Allah: “Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ adalah benteng-Ku. Siapa yang masuk ke dalam benteng-Ku akan selamat dari siksa-Ku.” Namun, ketika hendak kembali, Imam menoleh ke belakang dan berkata: “Dengan syarat-syaratnya, dan aku salah satu dari syarat-syarat itu.” Artinya, Tauhid tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi juga memerlukan kecintaan dan pengakuan terhadap kepemimpinan Imam.