@laravelPWA
Syubhat tentang Quran berasal dari Taurat
  • Judul: Syubhat tentang Quran berasal dari Taurat
  • Sumber:
  • Tanggal Rilis: 20:17:18 9-6-1404

Banyak dari kalangan orientalis yang mengakui bahwa

ajaran yang dibawakan oleh Al-Qur’an jauh lebih tinggi

dari pemikiran manusia biasa. Namun mereka keberatan

mengakui bahwa Al-Qur’an memang wahyu. Akhirnya mereka

beranggapan bahwa Al-Qur’an menjiplak wahyu-wahyu dalam

kitab Taurat.

Padahal, jika seandainya semua ajaran langit terjaga

kemurniannya hingga saat ini, kita akan mendapati inti

dari ajaran-ajaran tersebut sama; karena semua berasal

dari satu sumber: Tuhan yang Maha Kuasa. Namun bukan

berarti kemiripan dan kesamaan itu adalah dalil bahwa

yang satu berasal dari yang lainnya.

Para orientalis yang berpandangan demikian di

antaranya:

1. Montgomery Watt

Dia seorang orientalis Inggris dan guru bahasa Arab di

Universitas Edinburgh. Dia menulis: Muhammad memandang

baik ajaran-ajaran Yauhdi dan dia juga memanfaatkan

wahyu-wahyu dari Injil dengan baik. Tapi ia sering kali

berusaha untuk mendekatkan ajaran-ajaran yang dia bawa

dengan ajaran Yahudi.

2. Bernard Lewis

Seorang orientalis Yahudi yang berpendapat tentang

sumber Al-Qur’an demikian: Jelas bahwa nabi umat Islam

menerima banyak pengaruh dari ajaran-ajaran Yahudi dan

Kristen. Ajaran-ajaran tauhid yang ada dalam Al-Qur’an

adalah termasuk dari bukti-buktinya. Selain itu, Al-

Qur’an juga sering kali menukil kisah-kisah yang memang

ada di Taurat dan Injil. Jelas Muhammad sering

mendengar kisah-kisah tersebut dari para pedagang yang

pernah mempelajarinya dari kaum Yahudi.

3. Loot

Salah seorang orientalis yang berpendapat tentang

Huruf-Huruf Terpotong Al-Qur’an demikian: Sepertinya

Muhammad berhutang budi kepada kaum Yahudi Madinah

dalam mendesain Huruf-Huruf Terpotong Al-Qur’an. Karena

saat ia berhijrah ke Madinah, ada kemungkinan ia

mempelajari hal itu lalu mempraktekkannya pada surah-

surah Madaniah.

Pendapatnya begitu aneh. Karena di antara 29 surah yang

di awalnya terhadap Huruf-Huruf Terpotong 27 darinya

adalah surah Makkiyah.

4. Richard Bell

Ia pernah menulis sebuah buku yang berjudul Mukadimah

Qur’an. Ia menulis: Dalam urusan kisah-kisah, Al-Qur’an

bertumpu pada Perjanjian Lama. Kisah-kisah seperti kaum

‘Ad dan Tsamud, sebelumnya memang sudah tercatat dalam

literatur berbahasa Arab. Namun kebanyakan kisah-kisah

yang dibawakan Muhammad berasal dari kitab-kitab Yahudi

dan Kristen. Saat Muhammad ada di Madinah, ia memiliki

banyak kesempatan untuk mengenal ajaran Yahudi,

berbincang-bincang dengan minoritas umat Yahudi

setempat dan bahkan mempelajari sebagian dari kitab-

kitab nabi Musa.

5. Yusuf Haddad,

seorang pendeta Kristen dalam

Mukadimah Qur’an, yang berpendapat hampir sama dengan

orienali lainnya.

Selain lima orientlis di atas, masih banyak di kalangan

mereka yang melontarkan syubhat demikian.

JAWABAN :

Menjawab syubhat di atas

Memang tidak ada yang mengingkari bahwa Tuarat lebih

dahulu diturunkan ketimbang Al-Qur’an. Banyak juga

persamaan isi kitab Taurat dan Al-Qur’an. Namun

kemiripan dan persamaan tersebut bukan saksi

bersumbernya Al-Qur’an dari Taurat. Ya, hal itu bisa

dijadikan bukti bahwa sumber Taurat dan Al-Qur’an

adalah satu: Tuhan.

Di masa hayat Rasulullah saw, Taurat dan Injil masih

belum diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Bukan hanya

nabi Muhammad saw tidak mengerti bahasa Ibrani, bahkan

beliau pun tidak bisa membaca. Lagi pula tidak ada

fakta sejarah yang membuktikan bahwa Rasulullah saw

mempelajari ajaran-ajaran Yahudi dan Kristen.

Al-Qur’an pernah meminta para penganut ajaran kitab-

kitab suci untuk menujukkan kitab-kitab mereka itu

kepadas sang nabi, agar beliau membuktikan di mana

letak tahrif dalam kitab-kitab mereka. Hal ini

membuktikan ketidaksamaan Al-Qur’an dengan kitab-kitab

suci itu.

Bagaimana mungkin Al-Qur’an berasal dari Taurat

sedangkan Al-Qur’an sering kali mencela dan

mengkafirkan Bani Israil seburuk-buruknya.

Sebagian dari orientalis membuktikan pendapat mereka

dengan mengatakan bahwa Rasulullah banyak berhubungan

dengan Rahib Buhaira dan Waraqah bin Naufal. Namun hal

itu bisa ditepis dengan fakta bahwa pertemuan beliau

dengan keduanya tidaklah sedemikian lama yang sekiranya

Rasulullah saw bisa mempelajari ajaran-ajaran Yahudi

dan Kristen dari mereka.

Pada dasarnya kriteria-kriteria dan etika para nabi

mirip dan sama. Hal itu dikarenakan mereka adalah

utusan satu Tuhan dan satu ajaran Tauhid.

Jika memang Al-Qur’an bersumber dari Perjanjian Lama,

atau bahkan jika Al-Qur’an disebut “Taurat Versi Arab”

sebagaimana yang disebutkan oleh Yusuf Darrah Haddad,

lalu mengapa terjemahan bahasa Arab dari kitab Taurat

itu sendiri tidak dsiebut sebagai wahyu tersendiri?

Alhasil adanya persamaan dalam kandungan-kandungan yang

dibawa oleh kitab suci Al-Qur’an dan kitab-kitab suci

lainnya tidak bisa dijadikan bukti bahwa Al-Qur’an

adalah jiplakan kitab suci sebelumnya. Hal itu hanya

bisa dijadikan bukti adanya Satu Sumber yang mana Al-

Qur’an dan kitab-kitab suci berasal dari-Nya.