PESAN SANG IMAM
(Bagian 7)
Penerjemah : Tim AI-Jawad
Penerbit : AI-Jawad Publisher
Tahun Penerbitan : Shafar 1421 H/Mei 2000 M
Khomeini, Ruhullah al-Musawi
Puji syukur kepada Ilahi Rabbi yang dengan izinnya, saya dapat menyelesaikan penyusunan buku ini. Shalawat serta salam saya haturkan kepada junjunganku Rasulullah Saww beserta Ahlibaitnya yang disucikan, karena dengan bimbingan mereka telah memberikan jalan lurus kepada Sumber Pencipta.
Sebelumnya saya meminta maaf, karena buku ini hanyalah merupakan kumpulan khutbah-khutbah maupun tulisan Imam Khomeini yang dipilih dan dipilah dari beberapa buletin Islam, jurnal-jurnal lslam dan referensi-referensi lain. Dengan demikian, ini bukanlah karya utuh beliau. Akan tetapi, benang merah yang terjalin dalam pikiran-pikiran Sang Matahari Persia ini tetaplah akan memberikan citra beliau sebagai insan yang sempurna. Meskipun sedikit.
Besarnya kecintaan saya -untuk sekadar mewakili para pembela keadilan dan penegak kebenaran- kepada Imam Khomeini atas segala perjuangan dan pengorbanan yang dilakukannya dalam menegakkan Islam di tengah-tengah kezaliman abad ini memotivasi saya memberanikan diri menyusun buku ini. Sekadar mempublikasikan kepada khalayak ramai mengenai perjuangan Imam Khomeini agar kita dapat bercermin dan mengambil hikmah serta mengaplikasikannya dalam kehidupan kita untuk menegakkan Islam selaku umat Rasul dan para Imam suci.
Ucapan terima kasih sedalam-dalamnya saya ucapkan kepada Yayasan AI-Jawad berkenaan dengan penerbitan buku ini; kepada ustadz Husein Alkaff, dan rekan-rekan staff AI-Jawad yang senantiasa membantu baik secara moral maupun spiritual. Khususnya terimakasih saya ucapkan sedalam-dalamnya kepada isteri dan anak saya tercinta Muhammad Mahdi Ruhullah, yang selalu memberikan dorongan untuk segera merampungkan buku ini.
Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada para penerjemah dan beberapa penulis khutbah Imam Khomeini yang saya ambil dari beberapa buku, karena tidak meminta izin atau permohonan sebelumnya untuk memuat khutbah-khutbah Imam. Saya semata-mata ingin menampilkan sosok Imam Khomeini dari berbagai sudut pandang perjuangan dan pengorbanan dengan keterbatasan sumber pustaka yang saya miliki.
Harapan saya yang utama adalah mudah-mudahan buku ini bisa membuka wawasan baru kepada umat Islam, khususnya para pemuda, yang memiliki ghirah tinggi sehingga mampu mengambil hikmah dari sejarah yang baru saja terjadi di abad XX.
Imam Khomeini adalah sosok yang sesuai sekali dengan gambaran Imam ‘Ali as. yaitu sebagai: “Orang yang menarik dan menolak”. Di satu sisi dia disanjung dan dicinta karena dia berada pada satu jalan baik keyakinan maupun prinsip-prinsipnya. Namun di lain pihak juga ditolak oleh kelompok-kelompok yang tidak sesuai dengan pinsip dan keyakinannya. Imam Khomeini sangat mencintai kebenaran dan amat murka terhadap kezaliman. Hal ini dapat kita ketahui dari khutbah-khutbahnya.
Terakhir, saya mohon maaf atas ketidaksempurnaan buku ini dan berharap para pembaca budiman bisa menyempurnakannya dengan buku-buku sejenis. Semoga ikhtiar kecil ini mulia di hadapan Allah dan diridhai Hazhrat Shahibuzzaman afs.
Bandung, Muharram 1420 H/Mei 1999 M
Sandy Alison
Oleh : Husein Alkaff
Sejak runtuhnya khilafah (imperium) Otsmaniyah di Turki, tepatnya setelah perang dunia pertama tahun 1919. Negara Turki secara drastis menjadi negara sekuler pertama di negeri-negeri Islam dibawah pimpinan seorang budak Zionis-Yahudi, Mushthofa Kamal Attaturk. Konsekuensi dari tegaknya pemerintahan sekuler adalah jilbab diharamkan, huruf Arab diganti dengan huruf latin, kumandang adzan yang berpahasa Arab dirubah dengan bahasa Turki dan kebijakan-kebiajakan lainnya uhtuk menghilangkan ciri-ciri Islami dari dataran pantai Meditarian dan pesisir Kaspia. Seorang orientalis kontemporer, John L. Esposito berkata, “Semenjak tahun 1924 sampai kepada wafatnya pada tahun 1938, Mustafa Kemal melaksanakan rangkaian pembaharuan yang bersifat sekuler, yang secara tuntas menciptakan negara bercirikan pemisahan agama dan politik sepanjang kelembagaan. (Islam dan Politik, hal. 133)
Sejak itu, nasib kaum muslimin makin terpuruk. Karena tidak ada imperium Islam yang kuat setelah itu. Wilayah kaum muslimin yang terbentang dari Tanja (Maroko) sampai Jakarta (Indonesia) yang meliputi benua hitam Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan beberapa dataran Eropa, seperti Albania, Bosnia, Sayajevo dan Ciprus, sampai Timur Jauh (negara-negara Asia Tenggara) menjadi wilayah kolonial bangsa Eropa. Negara-negara mereka bak kue lezat yang diperebutkan dan dibagi-dibagi oleh bangsa-bangsa Eropa yang telah lama menyimpan rasa dendam dan kebencian terhadap Islam. Saya teringat dengan ucapan guru saya yang sangat saya cintai, almarhum ustadz Husein bin Abubakar Alhabsyi, dihadapan beberapa santrinya, “Lihatlah benua Afrika (sambil menunjukkan benua Afrika dalam peta dunia) yang berwarna warni dan compang-camping. Itu adalah peninggalan kaum kolonialis Eropa”. Maksud beliau, negara-negara di Afrika yang tadinya satu dibawah dominasi Turki kemudian dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa (Inggris, Italia dan Perancis) terpecah menjadi negara-negara yang kecil.
Terdapat usaha-usaha dari kaum muslimin untuk bangkit menghadapi dominasi Eropa. Sayyid Jamaluddin Asad Abadi (atau AI-Afghani) dengan semangat Pan-Islaminya berkeliling ke negeri-negeri Islam dan berupaya menggugah para pemimpin dan ulama Islam untuk bersatu melawan barat dan para pemimpin Islam yang terbaratkan. Kesadaran kebangkitan Islam juga muncul dari tokoh-tokoh lain seperti Abula’la al-Maududi, Hasan al-Banna, Iqbal Lahore dan yang lainnya. Mereka menjadi kekuatan yang cukup ditakuti oleh para lawan. Meski, mereka tidak berhasil menegakkan pemerintahan Islam yang independen. Apalagi gerakan-gerakan yang mereka pimpin itu surut setelah ditinggalkan oleh para pendirinya.
Memang hampir di setiap zaman dan negeri Islam terdapat gerakan-gerakan yang ber-amar makruf - nahi munkar. Namun semua itu tidak banyak merubah penetrasi Barat di negeri mereka. Sebagian darinya terbatas dengan teritorial negeri mereka, yang lain sebatas penyadaran spirit Islami dan yang lain lagi hanya merubah kedewasaan berpikir saja. Dunia Islam secara umum dirundung rasa frustasi. Harapan untuk bangkit menampakkan identitas diri makin jauh dan kabur.
Di tengah kelesuan dan pudarnya harapan, dunia Islam dikejutkan dengan revolusi Islam Iran pada tahun 1979, yang secara radikal dan total merubah tatanan politik Iran, dalam maupun luar negeri Iran. Dominasi Barat (baca: Amerika) yang begitu kuat hilang serta merta tanpa bekas sama sekali. Sistem pemerintahan Pahlevi yang monarkis tumbang. Imam Khomeini ra. dengan revolusi yang spektakuler ingin menyatakan kepada dunia bahwa Iran yang Islami bisa hidup tanpa bersandar pada dua kekuatan besar dunia, Amerika Serikat dan Uni Soviet (laa syarqiyyah laa gharbiyyah). Dia menganggap Amerika Serikat sebagai si Setan Akbar, yang rakus dalam menguasai dunia dengan cara-cara yang licik dari jahat. Yang lebih menarik adalah sistem pemerintahan Iran sangat unik bagi Barat dan kebanyakan politisi dunia. Sistem pemerintahan wilayatul faqih tidak ada dalam kamus politik mereka. Jadi, Imam Khomeini benar-benar merubah sebuah pemerintahan yang tadinya sangat tergantung pada Barat, menjadi sebuah pemerintahan yang secara total lepas dari Barat. Hal itu memberikan wacana baru bagi dunia Islam, dan bahwa di dunia yang mungkin ini tidak ada yang tidak mungkin. Bagi kebanyakan manusia, termasuk di negeri kita juga, bahwa tidak mungkin sebuah bangsa berkembang dan maju tanpa mendekati Barat. Ternyata itu hanya perasaan bangsa yang inferior dan rendah diri. Imam Khomeini ingin menyatakan bahwa kemajuan sebuah negera tergantung kepada Barat itu hanya sekedar mitos yang mengada-ada, dan beliau ingin menghancurkan mitos tersebut. Beliau berkali-kali mengatakan ingin menegakkan Islam Muhammadi yang orisinil. Islam yang belum terkontaminasi dan terkooptasi oleh pemikiran-pemikiran yang membuat Islam kerdil dan tidak relevan dengan dunia modern.
Imam Khomeini ra., sebagai Man of The Year pada tahun 1979, berhasil menumbangkan boneka Amerika, Syah Reza Pahlevi, dan memotong tangan Amerika. Orangpun memujinya dengan menyebutnya sebagai seorang politikus ulung, seorang ulama fakih, seorang filosof dan seorang a’rif (baca: sufi).
Lantas apa yang melatar belakangi keberhasilan Imam Khomeini ra.?
Beliau berhasil menumbangkan rezim yang zalim dan menegakkan pemerintahan Islam bukan karena dia seorang politikus, karena banyak politikus lain yang lebih hebat darinya. Juga bukan karena beliau seorang ulama fakih karena banyak ulama yang barangkali lebih afqah darinya. Juga bukan karena dia seorang filosof dan a’rif, karena banyak filosof dan a’rif tetapi tidak seperti beliau.
Imam Khomeini ra. adalah, seperti yang sering dia katakan olehnya sendiri, hanya seorang santri kecil yang melaksanakan taklif-nya terhadap Allah Swt. B.eliau dalam menjalankan kehidupannya tidak punya cita-cita dan program yang muluk dan shofisticated. Beliau hanya menjalankan perintah Allah Swt. sebaik mungkin dan itu, menurutnya, sebuah keberhasilan. Adapun beliau telah berhasil menegakkan pemerintahan Islam, itu hanya karunia Allah Swt. semata. Beliau tidak pernah mengatakan atau beranggapan, bahwa revolusi Islam berhasil karena usahanya semata. Keberhasilan beliau terletak pada penyerahan dirinya secara total kepada Allah Swt. Sahabat dekatnya dan juga seorang ulama fakih besar, Ayatullah Sayyid Muhammad Baqir Shadr, yang mati syahid, beberapa bulan setelah revolusi Islam di Iran dibunuh oleh rezim Ba’ath di Iraq, pernah memerintahkan kepada para pengikutnya, “Meleburlah kalian di dalam Khomeini sebagaimana dia telah melebur di dalam Islam”.
Keberhasilan dalam pandangan Islam bukan ditilik dari sejauh mana seseorang telah menarik massa yang banyak, membangun sekolah, menduduki pemerintahan dan meraih materi, walaupun memperoleh semacam itu tidak selalu tercela. Karena andaikan itu yang dijadikan sebagai ukuran, maka perjuangan para nabi dan rasul terdahulu dianggap tidak berhasil. Dan Adolf Hitler, Stalin, Lenin dan yang lain berhasil dalam menegakkan pemerintahan dan menarik massa. Keberhasilan dalam pandangan Islam dilihat dari sisi sejauh mana seseorang mengabdikan dan menyerahkan dirinya kepada Allah Swt. Dan itulah tugas manusia. Imam ‘Ali as. disaat kepala sucinya ditebas secara spontanitas berkata, “Demi Tuhannya Ka’bah, aku sungguh telah beruntung”. Mati syahid di atas kebenaran merupakan keberuntungan dan keberhasilan.
Para nabi, rasul, imam dan orang saleh hanya melihat Allah Swt. sebagai target dan tujuan. Mereka terilhami wahyu Ilabi yang berbunyi “Sesungguhnya kepada Tuhanmu perjalanan berujung”. (QS. an-Najm, 53: 42), dan ayat yang lainnya. Keberhasilan dalam bidang materi tidak begitu berarti bagi mereka, dan kegagalan di dalam bidang yang sama juga tidak membuat mereka kecewa. Karena materi tidak lain dari esensi itu sendiri (al-Mahiyyah) yang, dengan meminjam istilah filsafat Transendental (al-Hikmah Muta’aliyah)-nya Mulla Sadra ra., ada dan tidak ada baginya sama” (Iihat, Bidayah al-Hikmah, Allamah Thaba’thabai ra.). Yang mereka cari adalah haqiqat sebagai haqiqat. Keterkaitan mereka dengan materi hanya karena mereka diciptakan di alam materi an sich. Hubungan mereka dengan alam materi sebatas hubungan bagian wujud mereka yang materil. Sedangkan bagian yang non materi tidak bersentuhan dengan materi. Tentang mereka, Imam ‘Ali as. berkata, “Jasad mereka berada di alam dunia, tetapi ruh mereka bergelantungan di tempat yang sangat tinggi”. (al-Hikamah 143, Syarah Nahj al-Balaqhah).
Perjalanan menuju Allah Swt, sebagaimana Imam Khomeini ra. lakukan, merupakan taklif setiap manusia. Amat sangat indah, filosof Ilahi Muhammad Shadruddin al-Syirazi atau yang lebih dikenal dengan Mulla Sadra dalam karya monumentalnya, al-Hikmah al-Muta’aliyah fi al Asfaar al Aqliyyah al Arba’ah, menjabarkan perjalananmenuju Allah Swt. dalam empat tahapan. Beliau dalam kata pengantarnya mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya para pesuluk dari kalangan ‘urafa dan auliya’ mempunyai empat perjalanan: pertama, perjalanan dari makhluk menuju al-Haq. Kedua, perjalanan dengan al-Haq di dalam al-Haq. Ketiga, kebalikan dari yang pertama, perjalanan dari al-Haq menuju makhluk dengan al-Haq, dan keempat, kebalikan dari yang kedua, perjalanan dengan al-Haq di tengah makhluk”.
Yang dilakukan Imam Khomeini ra. hanya berjalan dan bergerak menuju Allah Swt.dan yang menjadi fokus perhatian beliau adalah perjalanan akal dan ruh, bukan materi, kekuasaan dan popularitas. Untuk mencari materi, kekuasaan dan popularitas tidak diperlukan menempuh perjalanan spiritual. Beliau tidak ingin materi, karena sampai akhir hayatnya pun beliau tidak meninggalkan kekayaan kecuali beberapa jilid buku, karpet yang kusam dan beberapa helai pakaian. Menjadi wali faqih pun bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan karena panggilan tanggung jawab dan tugas di hadapan Allah Swt. Seperti halnya Nabi Yusuf as.:“Jadikanlah aku menguasai kekayaan-kekayaan bumi. Sesungguhnya aku orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan”. (QS. Yusuf, 12: 55)
Menurut Ayatullah Jawadi Amuli, seperti yang dikutip oleh Sayyid Kamal al-Haydari dalam kuliah filsafat dan kalamnya di Qum, bahwa Imam Khomeini dalam perjalanan spiritualnya telah sampai di tahapan yang ketiga. Penilaian tersebut, tentu, berlaku bagi orang yang sekelas Imam Khomeini atau orang yang punya kompetensi di bidang ‘irfan.
Sekapur sirih ini tidak ingin lebih jauh menjelaskan tentang Imam Khomeini ra., karena beliau adalah cahaya. Cahaya (nur) itu jelas dengan dirinya sendiri tanpa bantuan yang lain. Untuk mengetahui cahaya hanya diperlukan membuka mata. Karya-karya tulisnya, muri,d-muridnya dan revolusi yang beliau pimpin adalah kredit point yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Namun, beliau besar bukan karena orang-orang yang membesarkannya, dan beliaupun tidak merasa besar dengan itu. Beliau besar dengan Sang Maha Besar. Beliau besar karena pengabdiannya kepada Sumber Kebesaran.
Bandung, 5 Shafar 1421 H/9 Mei 2000 M
Wassalam,
Husein Alkaff
Ayatullah Ruhullah al-Musawi al-Khomeini adalah sosok agung yang muncul pada abad XX dalam menegakkan agama Rasulullah Saww dan para Imam Suci -‘alaihimussalam- di tengah penindasan dan tirani yang kejam. Revolusi Islam Iran yang terjadi antara tahun 1978 sampai 1979 telah menumbangkan kekuasaan monarki absolut Dinasti Pahlevi, satu rezim terkuat di Dunia Ketiga yangsemuanya dibantu oleh Amerika Serikat dan Inggris. telah berhasil ditumbangkan oleh gerakan rakyat yang dipimpinnya.
Tidaklah mengherankan kalau hal ini menjadi pembicaraanyang banyakdan menyeluruh di seantero dunia, dan menjadi penelitian penting bagi pakar sosial politik karena sangatlah di luar dugaan, ulama yang sudah tua dan selalu berada di pengasingan dapat menumbangkan rezim yang sangat absolut dan totaliter, kemudian menggantinya dengan Republik Islam. Perbedaan yang sangat bertolak belakang di mana Iran prarevolusi bisa disebut sebagai negara sekuler. maka Iran pascarevolusi bisa disebut sebagai negara teo-demokrasi yang sangat didominasi oleh kaum Mullah (Ulama Syi’ah).
Revolusi Islam merupakan hasil dari proses akumulasi ketidakadilan rakyat Iran terhadap kebijakan-kebijakan Syah di segala bidang baik ekonomi, politik, agama, dan sosial budaya. Semua ketidakpuasan itu telah dialami oleh rakyat Iran selama beratus-ratus tahun. Kunci sukses dari Revolusi Islam Iran adalah : (i) di satu sisi terbentuknya persatuan di antara kelompok-kelompok penentang Syah, baik berpaham nasionalis dan Islamis; (ii) di sisi yang lain muncul Sang Imam yang dapat menyatukan mereka semua menjadi kekuatan besar dan tak dapat dibendung oleh penguasa tiran. Hal ini besar kemungkinan karena tradisi dan ideologi Syi’ah yang sangat kuat berakar di hati rakyat Iran.
Revolusi besar Iran dalam banyak hal memiliki perbedaan-perbedaan dengan beberapa revolusi yang terjadi di dunia. la berbeda dengan gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang sangat menitikberatkan kepada pendidikan individu (perorangan), juga berbeda dengan gerakan Jami’ati Islam Pakistan yang menitikberatkan pada tantangan intelektual. Bahkan Revolusi Iran berbeda jauh dengan Revolusi Prancis serta Revolusi Rusia. Revolusi Islam Iran mempunyai sejumlah keistimewaan di antaranya adalah revolusi yang dilandasi pada dasar keagamaan, keyakinan Islamis serta tujuan-tujuan hidup agamais dan Qurani. Juga tidak terlepas dari partisipasi ulama yang sangat bertanggung jawab di seluruh negara yang bertujuan untuk membentuk suatu bangsa Islami.
Perjuangan Imam Khomeini secara umum bertujuan untuk merombak tatanan sosial, politik, dan ekonomi yang sudah berubah 180 derajat dari jalan kebenaran. Penggunaan sistem pemerintahan yang dilandasi oleh konsep Wilayat al-Faqih (perwalian fakih) yang dipublikasikan secara umum oleh Imam, merupakan konsep yang dikembangkan dari keyakinannya. Partisipasi dari kalangan ulama untuk menentukan arah politik di Iran berangkat dari keyakinan bahwa Islam tidak memisahkan antara agama dan politik. Kedua-duanya merupakan satu kesatuan, sehingga peran ulama di kalangan masyarakat tidak hanya sebagai pembimbing ruhani, namun juga sebagai tokoh politik yang menentukan arah bangsa.
Banyak tokoh dunia yang angkat topi dengan Imam, baik itu dari golongan Islam sendiri, Sunni maupun Syi’ah, Bahkan juga rasa kagum dan hormat dari orang-orang luar Islam. Tak terkecuali kalangan orientalis pun kagum atas kepribadian beliau. Kepribadian yang dimiliki Imam begitu bersahaja. Kesederhanaannya telah melekat mendarah daging. Namun keteguhan sikap serta ketegarannya dalam menentang kezaliman merupakanteladan yang patut dicontoh bagi semua tokoh Islam yang menginginkan kebebasan bangsanya dari penindasan dan ketidakadilan. Orang mengira dengan menguasai Iran secara keseluruhan Imam Khomeini mendapat keuntungan materi, tetapi semua itu sirna bila kita mengetahui lebih mendalam lagi mengenai sosok beliau. Banyak tokoh tercengang dan seakan tidak percaya ketika melihat kediamannya di Jamaran, Teheran. Rumah sederhana yang luasnya tidak lebih dari 100 m2 dan hanya dilengkapi perabot sederhana untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Itupun bukan rumah pribadi melainkan rumah kontrakan.
Begitu banyak teladan mulia dari kepribadian beliau yang tidak dapat kami gambarkan di sini. Akan tetapi pembaca dapat merenungkan kepribadian beliau dari beberapa khutbahnya di buku ini yang bisa Anda tarik sebagai pelajaran yang bermanfaat dalam kehidupan. Walaupun sekarang sudah tidak bersama kita lagi, namun perjuangan dan pengorbanan beliau untuk menegakkan Islam, sangatlah inspiratif dalam memperkukuh semangat juang kaum muslimin selama kita tetap berpegang kepada AI-Quran, Rasulullah dan Ahlibaitnya yang suci.
Begitu banyak cerita yang dapat kita ambil hikmahnya dan manfaatnya dari perjalanan orang-orang suci. Khususnya Rasulullah dan para Imam, juga para wali Allah baik perjuangan dan pengorbanannya. Namun tokoh sejarah yang sudah dicatat yang dekat dengan kita adalah sejarah Imam Khomeini yang masih membekas dalam ingatan kita. Artinya perjuangan seorang hamba Allah, pengikut setia Rasulullah dan Imam Suci dapat menghasilkan pribadi yang agung dan perubahan yang begitu memukau umat manusia. Apalagi sesuatu yang dihasilkan oleh guru sekaligus pembimbing utamanya yaitu RasuJullah dan para Imam Suci, tentulah jauh lebih besar lagi dari apa yang kita lihat pada sosok Imam Khomeini.
Buku ini berisi beberapa khutbah dan wasiat-wasiat Imam Khomeini menjelang wafatnya, yang akan memberikan hikmah kepada kita dalam melaksanakan kebenaran dan menentang kezaliman.
Akhir kata, kami tutup buku ini dengan Bibiografi Imam Khomeini tentang kehidupan dan perjuangannya. Semoga kontribusi kecil ini mampu menggairahkan kembali semangat ber-lslam yang benar di saat bangsa kita dilanda berbagai krisis untuk diteladani perjuangannya dalam menengakkan panji-panji Islam. Amin.
Bandung, Shafar 1421 H/Mei 2000 M
AI-Jawad Publisher
Kepada seluruh para haji Baitul Haram semoga Allah Swt. menolong mereka setelah menghaturkan salam sebesar-besarnya.
Pada hari ini, dimana kuku-kuku kotor para penjajah telah ditancapkan di tubuh umat Islam, di dalam tanah air milik umat AI-Quran dengan tujuan mengeruk seluruh kekayaan dan hasil bumi yang ada. Menyebarkan racun kebu- dayaan AI-Quran, sehingga para pemuda berbondong-bondong dalam satu barisan berkhidmat kepada orang asing dan para penjajah.
Tiap hari mereka juga menyodorkan lagu-lagu baru dan nama-nama penipu yang dijadikan idola oleh pemuda-pemuda itu.
Dalam keadaan demikian, maka wahai para penerus ummat yang berkumpul di tanah turunnya wahyu, hendaklah kalian manfaatkan kesempatan ini serta pikirkanlah jalan keluarnya.
Ajaklah berdiskusi atau bermusyawarahlah diantara kalian untuk menyelesaikan masalah-masalah umat Islam. Ketahuilah bahwa kumpulan besar yang diadakan tiap tahun atas perintah Allah Swt. ini, mewajibkan kepada kalian umat Islam, agar berusaha keras melaksanakan tujuan-tujuan Islam yang suci, juga berusaha mengangkat martabat umat Islam dan menyatukan mereka dalam masyarakat Islam.
Dengarlah penderitaan masyarakat dari penduduk tiap negeri, jangan berhenti untuk menyelesaikan permasaiahan-permasalahan mereka. Tiap keluarga dari berbagai negara di perkumpulan yang suci hendaknya menjelaskan permasalahan-permasalahan kaum muslimin. Pikirkanlah urusan para fakir miskin di dunia Islam. Carilah jalan untuk membebaskan bumi Palestina dari cengkraman Zionis, musuh bebuyutan Islam dan kemanusiaan. jangan lupakan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk membebaskan Palestina, dan tolonglah mereka.
Kepada para ulama yang berkumpul di tempat turunnya wahyu, setelah berdiskusi, hendaknya memberikan penjelasan-penjelasan kepada penerus umat Islam untuk membangkitkan mereka agar dapat disebarluaskan setelah mereka kembali ke negara masing-masing.
Para ulama juga hendaknya menanyakan kepada pemimpin-pemimpin berbagai negeri menurut apa yang mereka saksikan. Jauhilah perselisihan dan carilah jalan keluar untuk melepaskan dari cengkeraman penjajah. Seandainya para pemimpin negeri menjauhi perselisihan dan mau memahami tujuan Islam yang suci, serta berjalan menuju ke arahnya. Maka dalam keadaan demikian mereka tidak lagi dianggap hina oleh para kolonialis.
Sesungguhnya perselisihan diantara merekalah yang menyebabkan timbulnya permasalahan Palestina yang terus berkembang tanpa ada penyelesaiannya.
Maka seandainya tujuh ratus juta muslimin dengan kekayaan mereka yang berlimpah, memiliki kesadaran berpolitik dan bersatu di dalam satu barisan, maka penjajahan yang merpjalela tidak mungkin masuk menembus negara-negara mereka. Kemudian apalagi yang dikhawatirkan dari Yahudi yang menjajah ...?
Saya mendukung pada pejuang Islam dan negara-negara merdeka, yang membasmi penjajahan dan penjajah, memerdekakan negara-negara Isam dan menghancurkan belenggu tawanan.
Semoga Allah Swt melepaskan kita dari aturan-aturan penguasa zalim dan dari taring-taring kotor penjajah.
Dan semoga Allah Swt. mengabulkan amalan ibadah haji kalian. Segala puji bagi Allah Swt. Tuhan alam semesta, Shalawat dan salam kita haturkan pada junjungan Nabi kita Muhammad Saww. dan keluarganya yang bijak dan suci. Allah Swt berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: Ya Tuhanku. jadikanlah negeri yang aman dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.
Ya Tuhanku. Sesungguhnya berhala-hala itu telah menyesatkan banyak manusia, barangsiapa yang mengikutiku maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku. Dan barangsiapa mendurhakai Aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Baqarah, 2: 126)
Telah hadir musim haji di hadapan kita, gema talbiyah yang semakin berkumandang dari hati orang-orang yang telah memenuhi tempat suci Ilahi yang aman. Umat Islam dari seluruh penjuru dunia datang berbondong- bondong menuju tempat zikir, istighfar. kebangkitan dan persatuan, juga sebagai tempat pertemuan ikhwan dari berbagai pelosok dunia.
Aku hadapkan diriku pada Allah Swt. dengan rasa syukur dan rendah diri, Aku puji Allah dengan pujian-pujian yang agung seagung sifat-sifat khusna-Nya. Dengah pujian yang luas, seluas lautan rahmat-Nya. Semoga la memberikan kembali taufik-Nya kepada kaum muslimin yang rindu untuk menunaikan kewajiban ini.
Dan dengan ini pula semoga Allah mengangkat bendera keperkasaan dan keagungan di atas kaum muslimin, di Baitullah yang tentram dan menjamu para jamaah haji Iran di atas rahmat dan keagungan.
Sesungguhnya manusia tidak mampu menyifati nikmat yang terbesar ini dan kadarnya, meskipun diberi karunia kefasihan lisan dan kemampuan menjelaskan. Semoga Allah Swt. menerangi hati kita yang rindu, maka nampaklah hakikat itu di dalamnya tanpa perantara kata-kata dan kalam.
Wahai saudara-saudaraku dimana saja Anda berada dan dari manapun Anda berasal. sesungguhnya satu hal penting yang hendak saya katakan kepada kalian bahwa haji adalah nikmat Ilahi yang dianugrahkan oleh Allah Swt. bagi generasi-generasi muslim. Dengan mensyukuri nikmatihi serta mengetahui nilainya niscaya Allah Swt. akan menambahnya. Apabila mengkufuri serta mengingkari nikmat-Nya. niscaya Allah akan menarik kembali nikmat terse but dari umat Islam. Itulah azab Allah yang pedih sebagaimana firman Allah yang berbunyi,
“Dan jika kalian mengkufuri nikmat-Ku maka ketahuilah bahwa azab- Ku sangat pedih”, (QS. Ibrahim, 14: 7)
Ketahuilah bahwa hilangnya nikmat haji bukan karena tidak adanya perhatian kaum muslimin terhadap pelaksanaan kewajiban ini, tapi hal itu dikarenakan mereka hampa dari manfaat dan faedah haji yang tak terhingga, bertambah banyaknya jumlah para jemaah haji setiap tahun, tetapi karena untuk memetik hasil dari manfaat-manfaat haji tersebut tidak ada. Allah Swt berfirman:
“Agar mereka menyaksikan manfaat-manfaat untuk mereka”. (QS. al- Haji, 22: 28)
Selayaknya kita memikirkan dengan baik, apakah dunia Islam dapat menggunakan manfaat haji? Apa manfaat-manfaat tersebut secara mendasar?
Haji yang benar dapat menciptakan perubahan pada kandungan yang mendalam dari setiap personil kaum muslimin, mampu menanamkan hubungan dengan Allah Swt. dan ketergantungan diri kepada-Nya dalam jiwa mereka, juga dapat membangkitkan semangat penolakan terhadap berhala-berhala zahir dan batin pada diri manusia. Berhala-berhala itulah yang menjelma sebagai hawa nafsu, syahwat yang hina dan kekuatan kezaliman yang berkuasa.
Haji dapat menanamkan rasa kemampuan, kepercayaan diri serta ketenangan dan pengorbanan. Perubahan ini bisa menciptakan diri setiap manusia sebagai satu makhluk yang tidak mengenal kegagalan dan pantang mundur serta tahan terhadap ancaman dan bujukan.
Haji yang shahih dapat menciptakan orang luluh dalam tubuh umat Islam menjadi satu kesatuan yang kuat dan berdayaguna, juga dapat menjadikan bagian-bagian yang bercerai-berai ini saling mengenal satu sama lain dan saling bercerita tentang harapan dan kepedihan, tentang perkembangan dan kebutuhan bersama, dan tentang pengalaman yang diperoleh. Kalaulah haji diletakkan di tengah kerangka yang mengarah kepada tujuan-tujuan dan hasil di atas tadi, kerja sama para penguasa dan alim ulama serta tokoh-tokoh ashaburo’y (bijak, pent.) di dunia Islam, niscaya haji tersebut menurunkan anugerah yang besar kepada umat Islam yang tidak bisa di timbang dengan anugerah lain di dunia ini.
Sesungguhnya kita menerima dengan baik bahwa terdapat pemisah besar antara bentuk sekarang dengan bentuk yang dikehendaki dalam pelaksanaan kewajiban Ilahi ini.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kepada Yang Mulia Tuan Gorbachev,
Ketua Presidium Uni Soviet
Semenjak Anda memegang kekuasaan, timbul kesan bahwa Anda, dalam menganalisa masalah politik dunia, khususnya yang timbul menyangkut Uni Soviet, telah mendapati diri dalam era baru penafsiran kembali, peralihan dan tantangan. Keberanian dan keteguhan Anda menghadapi kenyataan internasional tersebut nampaknya akan membawa perubahan pertimbangan kekuasaan di dunia sehingga saya merasa perlu meminta perhatian Anda pada beberapa hal berikut ini.
Meskipun sikap dan keputusan Anda yang baru itu hanya terbatas pada bagaimana cara mengatasi problema kepartaian selain dilema bangsa Anda, namun keberanian Anda meninjau kembali ideologi yang selama bertahun-tahun telah memenjarakan kaum revolusioner dunia dalam tirai besi pantas mendapat pujian. Tetapi jika Anda mau berfikir lebih jauh dari itu, masalah pertama yang pasti menolong Anda mencapai keberhasilan adalah meninjau kembali kebijaksanaan-kebijaksanaan pendahulu Anda dalam meneguhkan ateisme dan ketidakberagamaan. Ketahuilah, inilah satu-satunya jalan realitis untuk mengatasi masalah-masalah dunia.
Mungkin saja kebijakan dan pratek-praktek menyimpang para pemimpin komunis terdahulu dalam bidang ekonomi menyebabkan dunia Barat menjadi tampak menarik, padahal tidak demikian. Jika Anda ingin mengakhiri luka ekonomi sosialisme-komunisme Barat. Bukan saja Anda tidak mampu menyembuhkan penderitaan masyakat Soviet, tapi juga akan mengundang orang lain mengatasi kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan. Karena jika Marxisme telah mengalami jalan buntu dalam aspek ekonomi dan sosialnya, maka Barat pun mengalami problema yang sama, tentu dengan cara yang berbeda.
Yang Mulia Tuan Gorbachev, seharusnya kita menyerahkan diri kepada kebenaran. Masalah utama negara Anda tidaklah bersumber dari kepemilikan atau ekonomi atau kebebasan; Namun masalan Anda yang sebenarnya berasal dari tiadanya keimanan hakiki kepada Tuhan, masalah sama yang juga menyeret Barat kepada kehancuran dan jalan buntu. Problema Anda berasal dari perang yang berkepanjangan dan sia-sia terhadap Tuhan, sumber hakiki makhluk dan alam semesta.
Yang Mulia Gorbachev, sangatlah jelas bagi semua orang bahwa mulai sekarang dan seterusnya, kehendaknya orang mencari komunisme dalam museum sejarah politik dunia, karena Marxisme tidak mampu memenuhi kebutuhan hakiki manusia. Marxisme adalah aliran materialistis, dan hanya dengan materialisme, seseorang tidak akan mampu menyelamatkan manusia dari krisis ketiadaan kepercayaan dalam spiritualitas. Yang merupakan penderitaan terparah menimpa masyarakat manusia di Timur dan Barat.
Yang Mulia Tuan Gorbachev, boleh jadi dalam beberapa aspek, Anda tidaklah berpaling dari Marxisme dan bahkan di masa depan Anda mungkin saja menyuarakan keyakinan teguh terhadap Marxisme dalam wawancara- wawancara di depan umum; Bagaimanapun, Anda sendiri tahu betul bahwa yang benar bukan itu.
Pemimpin Cina memberikan pukulan pertama kepada komunisme dan Anda memberikan pukulan kedua yang nampaknya merupakan pukulan terakhir. Dewasa ini tidak ada lagi yang bernama komunisme di dunia ini.
Namun, secara tutus saya mengharapkan kiranya Anda untuk tidak terperangkap dalam penjara Barat dan Setan Besar ketika Anda mendobrak tirai-tirai besi idealisme Marxis. Saya harapkan Anda memperoleh kehormatan, menghapus sisa-sisa terakhir dari tujuh puluh tahun penyelewengan komunisme dunia dari lembaran sejarah dan tanah air Anda.
Dewasa ini, bahkan negara-negara yang biasanya dianggap sekutu, Anda, yang sangat berhasrat untuk melindungi kepentingan rakyat dan negerinya, tidak lagi mampu meyakinkan diri mereka untuk menggunakan kekayaan nasionalnya. Baik yang di atas maupun yang di bawah tanah,untuk membuktikan kebenaran komunisme, yang gemeretak keruntuhannya telah terdengar oleh para penganutnya.
Yang Mulia Tuan Gorbachev, ketika seruan “Allah Maha Besar” dan pernyataan kesaksian akan kerasulan Nabi terakhir Saww. terdengar kembali setelah tujuh puluh tahun dari menara-menara masjid pada sebagian Republik Soviet, bergetarlah hati seluruh pengikut sejati Islam yang dibawa Muhammad Saww. Karena itu, sayamerasa perlu menyebutkan hal ini kepada Anda agar Anda sekali lagi mempertimbangkan pandangan dunia materialis maupun Ilahi.
Kaum materialis menganggap indera sebagai Kriteria pengenalan mereka dan segala sesuatu yang berada di luar jangkauan indera tidaklah termasuk dalam wilayah pengetahuan. Mereka berpendapat, Keberadaan (eksistensi) sama dengan wujud material, karenanya segala sesuatu yang bukan materi dianggap tidak berada. Dengan demikian, mereka memandang alam gaib. seperti eksistensi Allah Yang Maha Kuasa, wahyu Ilahi. Misi Kenabian dan Hari Kebangkitan sebagai dongeng semata-mata.
Dasar pengetahuan dalam pandangan dunia Ilahi terdiri dari “indera” dan “akal”, dan segala sesuatu yang “rasional” termasuk dalam wilayah pengetahuan, walaupun tidak terjangkau indera. Karena itu yang terlihat dan tak terlihat dapat berada. Sebagaimana pengetahuan tentang hal-hal material bergantung pada nonmaterial, pengetahuan empiris bersandar pada pengetahuan rasional.
AI-Quran al-Karim mengkritik dasar-dasar pandangan dunia Kaum materialis dan arguman yang menganggap Tuhan itu tidak ada, dengan asumsi bahwa sekirahya Tuhan ada, tentu bisa dilihat; atau orang-orang yang berkata,
“Kami tidak akan percaya kepada engkau sebelum kami melihat Allah dengan nyata”. (QS. al-Baqarah, 2: 55)
AI-Quran menolak mereka dengan mengatakan,
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui”. (QS. al-An’aam, 6: 103)
Kita juga dapat membuktikan hal-hal Wahyu Ilahi, Misi Kenabian dan Hari Akhirat tanpa menggunakan argumen-argumen yang diajukan oleh AI- Quran Suci yang dalam pandangan Anda merupakan perkara yang masih diperdebatkan. Pada prinsipnya, saya cenderung untuk tidak melibatkan Anda dalam kepelikan-kepelikan para filosof khususnya para filosof Islam. Saya cukupkan dengan dua contoh sederhana, mudah difahami secara fitri serta bermanfaat bagi para politisi sekalipun.
Jelaslah bahwa materi dan jasad, apa pun adanya, tidaklah sadar akan dirinya. Telah merupakan ciri khas benda fisik bahwa ia tak sadar dan tak mengetahui apa-apa, padahal kita lihat dengan jelas bahwa manusia dan makhluk hidup menyadari lingkungannya. Mereka mengetahui di mana mereka berada dan merasakan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Jadi, manusia dan makhluk hidup memiliki sesuatu yang melampaui benda dan berbeda dari benda, yang tak bersama kematian.
Diketahui pula bahwa menurut fitrahnya manusia cenderung kepada kesempumaan tanpa batas. Dan Anda sangat mengetahui bahwa manusia pencari kekuasaan berhasrat menjadi mahakuasa di dunia. Dari itu ia tidak tertarik kepada suatu kekuasaan yang tak sempurna. Sekalipun, misalnya ia menguasai alam semesta dan dikatakan kepadanya bahwa ada suatu dunia lain maka secara alami ia akan berhasrat untuk menguasai dunia lain itu pula.
Manusia penuntut ilmu, betapa pun terpelajarnya, jika ia mendengar ada ilmu lain, secara alami akan ingin mendapatkan ilmu itu pula. Maka tentulah ada kekuasaan yang mutlak dan pengetahuan mutlak sebagai sifat-sifat suatu wujud yang merupakan obyak cinta dan pencarian manusia. Itulah Tuhan Yang Mahakuasa yang kepada-Nya kita semua berusaha menuju, sekalipun kita tidak menyadarinya. Manusia pada galibnya herhasrat untuk mencapai Yang Mutlak dan larut di dalam-Nya. Pada prinsipnya, gairah besar akan kehidupan yang kekal, yang merupakan fitrah semua orang, adalah petunjuk akan kehidupan yang kekal dan kekekalan terhadap maut.
Jika Anda bermaksud melakukan penyelidikan tentang masalah- masalah tersebut. Anda dapat memerintahkan para ahli untuk mengkaji, selain buku-buku para filosof Barat, karanganl-karangan al-Farabi dan Ibnu Sina (semoga Allah melimpahkan kedamaian atas mereka) dalam filsafat peripatetik (masysya’iyyin), karena pengkajian tersebut akan membuktikan bahwa hukum sebab akibat yang ada padanya segala pengetahuan berpijak didasarkan pada pengetahuan rasional dan bukan pengalaman inderawi serta pemahaman universal maupun hukum-hukum umum yang ada padanya bersandar setiap argumentasi, juga bersifat rasional yang tidak inderawi.
Sekaitan dengan ini, mereka dapat menelaah karya-karya Suhrawardi dalam filsafat Iluminasi (Isyraqi). Secara ahli dia menjelaskan kenyataan bahwa setiap benda dan obyek material membutuhkan “cahaya” murni yang sepenuhnya tak dapat diindera, dan bahwa konsepsi intuitif manusia tentang hakikat manusia juga sama sekali jauh melampaui dari persepsi inderawi. Anda juga dapat meminta para ahli untuk menelaah karya terkenal Sadra al-Muta’aliyyin (semoga Allah melimpahkan rahmat baginya dan membangkitkannya bersama para nabi dan orang-orang yang saleh) dalam filsafat Transendental (al-Hikmah al-Muta’aliyah) sehingga akan jelas bagi Anda bahwa realitas pengetahuan sesungguhnya adalah entitas yang terpisah dari materi, karena itu ia juga tidak dibatasi hukum-hukum materi.
Saya tidak ingin menjemukan Anda lebih jauh dengan detail-detail, karena itu saya tidak sebutkan judul dari kitab-kitab para pemikir besar lainnya, khususnya Muhyiddin ibn Arabi. Jika Anda ingin mendalami seluk-beluk pemikiran sarjana besar ini, silahkan kirim beberapa ahli pikir Soviet yang berkualitas tinggi dan dipersiapkan dengan baik dalam bidang ini ke Qum supaya beberapa tahun, dengan karunia Allah, mereka akan memperoleh pengetahuan tentang hal-hal subtil tersebut dan tanpa perjalanan ini kesadaran yang demikian takkan menjadi kenyataan.
Yang Mulia Tuan Gorbachev, sekarang, setelah menyebut hal-hal pokok di atas danlilukadimah dalam masalah ini, saya menyeru kepada Anda untuk secara serius mengkaji Islam, bukan karena Islam dan kaum Muslimin membutuhkan pengkajian Anda, tetapi karena nilai-nilai Islam yang tinggi dan universal yang dapat memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh bangsa dan memecahkan problem-problem mendasar yang menghadang manusia. Suatu penyelidikan yang mendalam tentang Islam akan membebaskan Anda selamanya dari masalah Afghanistan dan masalah sejenis lainnya. Kami senantiasa memperlakukan kaum Muslimin di seluruh dunia sebagaimana kaum Muslimin Iran, lebih jauh lagi kami merasa senasib. Dengan memberi kesempatan beribadah yang relatif bahwa agama itu candu masyarakat. Jika begitu, apakah agama yang telah menjadikan Iran seteguh gunung dalam berhadapan dengan adikuasa adalah candu masyarakat?
Apakah agama, yang menghendaki terlaksananya keadilan di muka bumi dan kebebasan manusia dari segala belenggu materi dan ruhani adalah candu masyarakat?
Memang ada agama yang menjadi alat untuk menyerahkan kekayaan material dan spiritual negara-negara Islam dan non-Islam ke tangan para adikuasa dan kekuasaan lainnya dan menyeru rakyat penganutnya untuk menghadiri politik, itulah yang oleh Iran disebut agama sponsoron Amerika.
Akhirnya, saya nyatakan dengan terus terang, bahwa Republik Islam Iran sebagai tonggak terbesar dan terkuat di dunia Islam mampu mengisi kekosongan iman yang menimpa sistem Anda. Bagaimanapun, sebagaimana di masa lampau, Iran meyakini dan menghormati hubungan-hubungan bilateral dan bertetangga baik.
Wassalamu’ala man ittaba’ al-huda.
Salam Sejahtera atas mereka yang mencari kebenaran.
Ruhullah al-Musawi al-Khomeini
1 Januari 1989
BismiIIahirrahmanirrahim
Sebagai pengantar, pantaslah kiranya saya memberikan komentar secara singkat tentang hadis Nabi Muhammad Saww. yang mutawatir[1] , yaitu hadis Tsaqalain [2] berbunyi,
“Aku akan meninggalkan untuk kamu dua hal yang paling berharga yaitu Kitabullah dan Keturunanku, yang tidak akan pernah berpisah sampai keduanya berjumpa dengan aku di al-Haudh”.
Jauh di atas kemampuan saya untuk berbicara tentang kedudukan moral suci yang paling tinggi, tentang posisi irfan (perjalanan ruhani) dan status kedua hal yang paling berharga itu. Karena nilai-nilai keduanya meliputi bumi, langit dan di luar jangkauan akal kita. Saya tidak bermaksud memberi komentar tentang kerugian-kerugian tak ternilai yang telah menimpa manusia karena pengabaiannya. Juga bukan maksud saya untuk menggambarkan panjang lebar tentang kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan terhadap keduanya oleh musuh-musuh Allah dan orang zalim. Saya hanya ingin menyinggung sedikit tentang beberapa permasalahan yang menimpa kedua hal paling berharga ini.
Barangkali ungkapan “yang tak akan pernah berpisah” dalam hadis tersebut bermakna, setelah wafatnya Nabi Saww., kitabullah dan keturunan Nabi Saww. akan mendapat perlakuan yang sama. Pengabaian terhadap yang satu atau penolakan terhadap keduanya akan menimbulkan derita yang sama terhadap yang lain, sehingga keturunan Nabi (Ahlibait as.) dan kitabullah bersatu atas bagian-bagian ke dalam keseluruhan, seperti terserapnya tetesan-tetesan embun ke dalam laut. Mungkin juga berarti sesuatu yang lain di luar jangkauan pengertian manusia.
Haruslah dikatakan bahwa hadis Tsaqalain telah sering dikutip para ulama dan fakih Sunni maupun Syi’ah. Hadis ini telah dikukuhkan berkali-kali dalam kitab-kitab mereka sebagai hadis yang sahih dari Nabi Saww. Ini bukti positif bagi kaum muslimin, terlepas dari mazhab mereka. Semua bertanggung jawab atasnya, terutama para fukaha, tidak bisa mengatakan bahwa mereka tidak mengetahuinya. Sekarang mari kita lihat apa yang telah terjadi pada warisan Nabi itu sendiri.
Sesudah syahidnya Imam ‘Ali, para Thaghut dan orang zalim yang serakah mencemarkan AI-Quran sebagai alat untuk mendirikan pemerintahan anti-Quran. Untuk mencapai ini mereka memaksa para penasehat AI-Quran ke luar gelanggang. Mereka mengusir para penafsir AI-Quran yang sebenarnya, orang-orang yang menyadari kebenaran-kebenaran dan di telinga mereka masih bergema suara Nabi ketika berkata,
“Aku akan meninggalkan untuk kalian dua hal yang paling berharga.”
Jadi AI-Quran yang seharusnya menjadi pedoman manusia untuk kehidupan moral dan material hingga hari terakhir disimpan. Pemerintahan Ilahiah yang adil dan merupakan salah satu ideal kitab suci dilupakan sama sekali.
Pemutarbalikan makna kitab Allah dan agama Allah telah menjadi suatu kebiasaan yang sangat aib. Semakin maju kerangka yang diselubungi dan diputarbalikkan mengakibatkan AI-Quranyang diturunkan untuk memperbaiki umat manusia semakin dipaksakan untuk terlupa. AI-Quran diwahyukan kepada Muhammad Saww. untuk mengangkat umat manusia kepada status yang semestinya. menyelamatkan mereka dari kezaliman dan kejahatan, melembagakan pemerintahan adil dan kebersamaan, juga untuk memberikan kekuasaan kepada para wali dan pemegang Ilahi yang maksum, sehingga mereka dapat mengalihkan pemerintahan berdaulat kepada orang-orang yang berkualifikasi dan pantas dimana dalam kehidupan telah disingkirkan dari seluruh umat manusia. Di tangan para penguasa penindas dan para mullah yang jahat serta lebih buruk dari pemerintah zalim, AI-Quran dicemarkan sebagai alat penindas, pembela kekejaman dan kerusakan. AI-Quran diputarbalikkan untuk membenarkan tindakan zalim musuh-musuh Allah.
Sayang, di tangan para musuh licik dan sahabat jahil, Kitab Ilahi yang diturunkan untuk mengangkat nasib manusia, tidak mendapatkan tempat. kecuali di kubur-kubur dan pada upacara kematian. Instrumen yang seharusnya menyatukan umat manusia dan menjadi kitab suci kehidupan serta keselamatannya, telah diubah menjadi alat perpecahan dan perselisihan di kalangan manusia atau meninggalkan arena kehidupan aktif. Kita semua menyaksikan, barangsiapa berbicara tentang pemerintahan Islam atau politik yang merupakan reran besar Islam dan Nabi atau tentang AI-Quran dan sunnah Islam, dipandang sebagai orang yang berbuat dosa besar. Istilah mullah politik yang diartikan fakih duniawi. Keadaan ini masih berlaku sekarang.
Pada tahun-tahun ini kekuatan-kekuatan setan besar melalui rezim- rezim setempat telahmelakukan usaha-usaha besar untuk mencetak dan menerbitkan kitab AI-Quran yang berpengaruh dalam tujuan-tujuan jahat dan penyelewengan mereka. Kitab-kitab AI-Qur’an itu diterbitkan dengan huruf-huruf dan sampul menarik serta dibagikan ke seluruh dunia dengan tujuan untuk menyingkirkan kitab suci itu dari kehidupan sosial. Kita semua melihat kitab AI-Qur’an yang telah dicetak oleh Mohammad Reza Pahlevi. la berhasil menipu sebagian orang, termasuk sejumlah mullah yang tidak menyadari tujuan-tujuan Islam serta memuji perbuatannya itu. Kita lihat raja Fahd setiap tahun mengeluarkan harta rakyat untuk mencetak kitab-kitab AI-Quran serta materi-materi yang bertujuan mempublikasikan dan mempropaganda dengan maksud mendukung gagasan-gagasan anti-Qur’an, memprogandakan faham Wahabisme yang tak mendasar. la mencemari AI-Qur’an dan, mendorong rakyat untuk mendukung para adidaya serta menghancurkan AI-Quran dan Islam.
Kita dan bangsa kita bangga bahwa kita menganut suatu keimanan dimana AI-Qur’an berbicara tentang persatuan kaum muslimin dan umat manusia. Kita bangga bahwa keimanan telah menyelamatkan AI-Quran dari pekuburan dan menyelamatkan untuk digunakan sebagai resep bagi manusia, Pembebasan dari segala perbudakan dan belenggu perbudakan mental dan intelektual yang mendorong dia ke arah penghambaan dan kekosongan. Kita bangga bahwa kita menganut keimanan yang pendirinya telah ditunjuk oleh Allah, di mana ‘Ali bin Abi Thalib as. hamba Allah itu yang bebas dari segala perbudakan dan perhambaan.
Kita mendapatkan penghormatan bahwa kitab Nahjul Balaghah (kumpulan Khotbah dan nasehat Imam ‘AIi bin Abi Thalib as.) yang berasal dari Imam ‘Ali as. yang setelah AI-Quran merupakan kitab terbesar bagi pembebasan manusia dan ketetapan spiritual. Pemerintahannya memberikan jalan yang luhur bagi penyelamatan umat manusia. Kita mendapat kehormatan mempunyai pemimpin para Imam Maksum dari ‘Ali bin Abi Thalib as. sampai Imam Muhammad al-Mahdi afs. yang hidup dalam alam kegaiban dan mengawasi perbuatan kita dengan rahmat Allah.
Kita beroleh Kehormatan mendapat imam-imam sebagai penulis do’a-do’a yang tinggi, yang mulia dan pemberi semangat hidup seperti do’a Sya’baniyyah, do’a Arafah oleh Imam Husain as. Shahifah Sajjadiyah oleh Imam Ali Zainal-Abidin as. Shahifah Fathimiyyah yang diilhamkan Allah kepada wanita suci Fatimah az-Zahra ash. Kita mendapat kehormatan mempunyai Imam seperti Muhammad al-Baqir as. (yang dikenal sebagai Baqiral ‘Ulum, pemilah ilmu) yang martabatnya hanya dapat dinilai oleh Allah, Nabi-Nya dan imam-imam maksum. Kita bangga menjadi pengikut Imam Ja’far ash-Shadiq as. yang fikihnya adalah seluas samudra tak bertepi. Kita bangga bahwa imam-imam maksum menderita dalam penjara, dibuang dan dianugrahi kematian syahid dalam usaha melawan penindasan dan kekejaman para tiran. Dan saat ini kita bangga bahwa kita berusaha untuk melembagakan kembali tujuan-tujuan AI-Quran dan Hadis. Kita bangga bahwa rakyat kita yang penuh iman rela mengorbankan segalanya demi tujuan suci ini.
Kita bangga bahwa wanita-wanita kita, tua-muda, hadir dan aktif berdampingan denga kaum lelaki, kadang-kadang bahkan lebih aktif di semua bidang meliputi budaya, ekonomi dan militer. Mereka berjuang kadang-kadang lebih efektif dari Kaum pria untuk menyiarkan ajaran-ajaran Islam. Mereka menerima pelajaran untuk mempertahankan Islam dan negara Islam. Kaum wanita kita telah melepaskan diri dari deprivasi yang dipaksakan oleh musuh-musuh Islam dan oleh ketidaksadaran akan ajaran persaudaraan Islam. Mereka begitu berani membuang takhayul yang diciptakan oleh para musuh lewat beberapa mullah jahil. Kaum wanita yang tidak mampu bertempur di front melayani garis belakang dengan semangat dan keberanian yang membuat hati lelaki bergetar dengan gelora.
Contoh merekamenimbulkan ketakutan di hati musuh dan membuat marah mereka yang berniat jahil. Sering terlihat wanita kita berteriak lantang bahwa mereka telah memberikan anak-anak mereka di jalan Allah dan Islam dan mereka. bangga karenanya. Sebab yang mereka terima sebagai ganjarannya itu melebihi surga dan barang materi duniawi.
Sesungguhnya bangsa kita dan seluruh umat Islam adalah kaum tertindas di dunia danakan merasa gembira bahwa musuh mereka adalah musuh Allah, musuh AI-Quran dan Islam. Orang-orang keji yang tidak menahan diri dari setiap perbuatan jahat dan mengumbar hawa nafsu mereka ada.rah musuh-musuh, yaitu Amerika Serikat, suatu negara teroris yang tak kenai batas dan telah membakar segala sesuatu di mana-mana. Sekutunya, Zionisme Internasional, melakukan segala macam kejahatan yang tak terperikan dalam memenuhi hawa nafsu yang keji dan serakah. Gagasan gila tentang Israel Raya mendorong mereka untuk melakukan setiap perbuatan keji dan nista.
Kaum muslimin dan kaum tertindas merasa senang mem-punyai musuh-musuh seperti raja Husien Yordania si penjahat profesional, raja Hasan Maroko dan Hosni Mubarak (Mesir), parapengikut Israel, penjahat-penjahat dan sendiri melayani Amerika Serikat. Kita bergembira mempunyai Saddam al-Aflaki sebagai musuh, yang diketahui teman dan lawan sebagai penjahat, pelanggar hak manusia dan hukum internasional, Pengkhiatanannya terhadap kaum tertindas Irak serta bangsa-bangsa di emirat-emirat Teluk Parsia tidak kurang keji pengkhianatannya terhadap bangsa dan negara kita.
Kita dan kaum tertindas di dunia gembira menjadi sasaran kejahatan oleh para adidaya melalui media massa internasional yang digenggam mereka. Apa yang dapat menjadi sumber kebanggaan yang lebih besar daripada kenyataan bahwa Amerika Serikat, dengan segala kekuatan militernya, kesombongannya, klaim-klaimnya, kekayaan dan penguasaan atas kekayaan negara lain, media massa dan sekutu-sekutunya di kalangan rezim-rezim boneka sudah begitu aib dan bingung dalam urusan-urusannya dengan bangsa Iran yang berani, sehingga ia tidak tahu ke mana dan kepada siapa harus berpaling. Ini bukan kerja seseorang atau sesuatu, melainkan hanya pertolongan Illahi yang telah membangun bangsa-bangsa ini terutama bangsa Iran. Muslim dan telah membimbing dari gelap kepada terangnya cahaya Islam.
Sekarang saya mengambil kesempatan untuk menasehati bangsa Iran yang mulia tetapi tertindas, untuk tetap bersiteguh hati pada jalan Ilahi yang lurus ini, yang tidak menuju ke Timur yang ateis dan tidak pula ke Barat penindas, tetapi kepada jalan yang diperintahkan Allah kepada kita. Jangan sampai ada tangan kotor adidaya baik dalam atau luar negeri mempengaruhi tekad dan kemauan Anda. Yakinlah bahwa kekuatan syaitani Timur atau Barat akan mendapatkan bukti lebih panyak, bahwa apa yang kita lakukan ini merupakan dukungan lIahi. Yakinlah bahwa semakin besar media massa mereka menentang Anda, semakin jelas hal itu mencerminkan kekuatan Ilahi kepada Anda, Allah akan mengganjari dan menghukum mereka yang patut atasnya dengan setepat-tepatnya.
Saya sungguh-sungguh meminta kaum muslimin untuk mengikuti praktek Imam Maksum as. setalian dengan urusan politik, sosial, ekonomi, militer dan berkorban apa saja diperlukan demi mengikuti mereka. Saya pun hendak mengingatkan Anda sekalian untuk memelihara dan melaksanakan fikih serta hukum agama, karena ini merupakan pelaksanaan misi Nubuwah dan Imamah serta menjamin pertumbuhan dan perkembangan bangsa-bangsa melalui perintah pokok maupun sekunder.
Saya nasehatkan agar Anda tidak menyimpang sedikitpun dari ajaran fikih Islam dan tidak mendengarkan nyanyian para penghasut yang menyelinap karena merupakan musuh agama dan kebenaran.
Yakinlah bahwa dengan langkah kecil sekalipun ke arah penyimpangah akan menjadi pendahulu kejatuhan agarna, ajaran Islam dan hukum Keadilan Ilahi. Jangan melalaikan shalat Jum’at dan shalat sehari-hari. Shalat Jum’at adalah salah satu rahmat Allah terbesar bagi Republik Islam Iran karena ia mengandung muatan politik.
Begitu pula berkabung bagi syahidnya para Imam Suci terutama perkabungan ‘Asyura, jangan sampai dilalaikan. Kenangan kepada peristiswa efek agung ini harus dihidupkan. Ingatlah, jeritan, kutukan, sumpah serapah agar dibangkitkan sebagaimana mestinya terhadap kekejaman para Khalifah Bani Ummayah atas para Imam suci as., yang terpantul dalam protes-protes heroik terhadap penguasa zalim oleh bangsa-bangsa sepanjang sejarah.
Pengekalan protes semacam itulah yang menghancurkan penindasan dan kekejaman. Kejahatan-kejahatan para tiran di setiap zaman perlu ditunjukkan dalam tangisan berkabung, pembacaan zikir, shalawat dan salam bagi para Imam suci as.
Di zaman ini penindasanterhadap kaum muslimin adalah pekerjaan Amerika Serikat dan Rusia serta satelit-satelit mereka seperti Dinasti Saudi. Para pengkhianat rumah Allah ini, Ka’bah dan mereka paling pantas mendapat kutukan keras. Kita semua harus mengetahui bahwa justru upacara “ibadah politik” yang memberikan kepada kaum muslimin, terutama kaum Syi’ah Imamiah, persatuan yang mereka nikmati.
Baiklah saya katakan disini bahwa wasiat politik saya tidak hanya bagi bangsa Iran, tetapi dianjurkan kepada semua bangsa tertindas di di dunia, terlepas dari agama dan kebangsaan mereka. Saya berdo’a semoga Allah tidak meninggalkan kita dan bangsa kita sendirian walau sedetik. Semoga la tidak menahan karunia-Nya dari putra-putri Islam dan para mujahidin.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Makna Revolusi Islam yang mulia menjadi ada, berkat usaha jutaan orang yang berharga serta darah ribuan syuhada dan veteran yang cacat-jang dipandang sebagai sumber harapan dan inspirasi jutaan umat manusia demikian besarnya sehingga menantang argumen-argumen dengan pena dan lidah.
Saya, Ruhullah al-Musawi al-Khomeini, selalu mengingat nikmat Ilahi walaupun dengan kekurangan-kekurangan saya dan mempunyai sebagai bekal jalan penuh resiko yang saya tempuh, hanya ha,rapan dan keyakinan dalam kemurahan-Nya; Dan sebagai murid sederhana fikih Islam, sebagaimana semua saudara lalnnya, percaya pada revolusi ini dan pengekalan hasil-hasil capaiannya dan buah-buahnya, memberanikan diri mengajukan yang berikut ini sebagai wasiat saya kepada generasi sekarang dan generasi-generasi yang akan datang. Saya berdo’a semoga Allah menganugerahi saya ketulusan dalam membuat pernyataan-pernyataan berikut ini :
Kita semua tahu, bahwa revolusi besar yang memutuskan perangkap dari penelan dunia yang zalim dari rupa dan bentuk Iran, dimungkinkan karena karunia. Allah semata-mata. Mustahil bangsa Iran mencapai prestasi besar ini bila diingat kondisi-kondisi yang ada dalam negara pada waktu itu :
Propaganda anti-Islam dan anti ulama yang tak terkirakan, terutama selama masa seratus tahun lalu; Penciptaan perselisihan dan perpecahan di kalangan penduduk oleh para penulis, penyair, orator dan media massa;
Dimapankannya sekian banyak pusat perjudian, pelacuran, pemadat narkotik, bar dan kabaret untuk menyeret kaum muda ke dalam perselisihan dan kejahatan, oleh si korup Syah dan ayahnya yang buta huruf;
Pemaksaan parlemen kepada rakyat yang asing;
Penggunaan guru-guru dan guru besar yang bersandar ke Timur atau ke Barat di sekolah-sekolah dan universitas;
Para pendidik yang seratus persen menentang kultur Islam.
Dengan segala permasalahan tersebut di atas dan dengan permasalahan lainnya, seperti pengucilan para mullah dan merusak pikiran mereka dengan propaganda beracun, adalah mukjizat semata-mata bahwa bangsa ini mampu bangkit dalam persatuan dengan seruan “Allahu Akbar”.
Di setiap gubuk desa dan kota di seluruh negara, melalui tindakan pengabdian dan pengorbanan yang mencengangkan, mengusir semua kekuatan dalam dan luar negeri dan mengambil nasib bangsa ke dalam tangannya sendiri.
Karena itu, tanpa keraguan, Revolusi Islam Iran adalah khas di antara semua revolusi; Dalam kemunculan pada watak perjuangannya dan khas dalam insentif untuk kebangkitan serta pemberontakan. Pastilah ini suatu pemberian suci, suatu hadiah Ilahi dari Allah kepada bangsa Iran yang tertindas dan yang dirampoki.
Islam dan pemerintahan Islam adalah fenomena Ilahi, yang penggunaannya menjamin kebahagiaan manusia dan keturunannya di dunia ini dan di akhirat.
Bertentangan dengan paham-paham non-Tauhid, Islam menaruh prihatin dan mengawasi manusia dalam keseluruhan urusan individual, sosial, material, moral, kultural, politik, ekonomi dan militer. Islam tidak mengabaikan permasalahan yang paling kecil sekalipun yang mempengaruhi pendidikan dan kemajuan moral serta material manusia dan masyarakatnya.
Islam telah menunjukkan rintangan-rintangan atas perubahan sosial dan evolusi serta telah berusaha untuk menyingkirkannya. Sekarang setelah dengan rahmat Allah, Republik Islam telah dimulai dari Iran oleh tangan kuat umatnya dan Islam, serta hukum-hukum dan ajaran-ajarannya yang progresif adalah perhatian dan urusan negara ini, terserah kepada bangsa ini untuk menjamin penerapannya dalam setiap aspek kehidupan dan untuk menyelamatkannya karena pemeliharaan Islam merupakan prioritas atas segala perintah sekalian lainnya.
Semua nabi, dari Adam as. hingga Muhammad Saww. secara konsisten telah mengurusi dan melakukan pengorbanan untuk (Tauhid) itu. Setelah Nabi Muhammad Saww. para Imam Suci berjuang keras untuk memeliharanya dan sebagian memberikan nyawanya untuk itu.
Sekarang adalah wajib bagi bangsa Iran sebagai pengawal amanat Ilahi yang telah diproklamasikan secara resmi di Iran dan yang telah memberikan buah-buah yang hebat dalam waktu sesingkat itu, untuk melakukan semua yang perlu bagi penerapan dan perlindungannya. Diharapkan bahwa amanat Ilahi ini akan menyinari negeri-negeri Islam lainnya dari Iran dan semua pemerintahan serta kaum Muslimin akan sama memahami hal ini. Sebagai suatu konsekuensi, mereka akan memutuskan cengkeraman para adikuasa penelan dunia dan para penjahat sejarah serta menyingkirkan pegangan mereka dari kaum tertindas sedunia.
Ketika saya mendekati nafas terakhir saya. saya merasa wajib menyatakan sesuatu dari hal-hal yang terjalin dalam pemeliharaan dan pengekalan amanat Ilahi ini. dan sebagian dari hal-hal yang membahayakan dan mengancamnya untuk kemaslahatan generasi masa kini dan yang akan datang. Saya memohon kepada Allah untuk memberkati semua dengan keberhasilan dalam hal ini.
Bangsa ini tahu akan rahasia ini. dan generasi-generasi berikut akan membaca tentang hal itu dalam buku pelajaran sejarah. Kedua sokongan pokoknya adalah maksud dan tujuan yang tinggi dan Ilahi dari pemerintahan atau kepemimpinan Islami; dan bersatunya segenap bangsa ini di bawah kesatuan bicara. demi tujuan dan insentif yang sama. Nasehat saya kepada semua generasi di masa depan, ialah apabila Anda menghendaki Islam dan kedaulatan Allah terus menerus, dan penjajahan serta eksploitasi asing dan domestik diputuskan.
Janganlah, dalam keadaan bagaiamanapun, meninggalkan insentif Ilahi yang telah ditekankan AI-Quran ini. Meninggalkan tujuan Ilahi yang merupakan rahasia kemenangan revolusi itu serta kelanjutan hidupnya, akan mengakibatkan pertengkaran, perpecahan dan terbengkalainya tujuan.
Karena inilah maka terompet propaganda berkumandang di mana-mana, menabur benih percekcokan dan perpecahan melalui distorsi kenyataan-kenyataan dan kebohongan semata-mata. Sudah jutaan dolar dikeluarkan untuk tujuan-tujuan aib semacam itu. Kunjungan musuh-musuh Republik Islam Iran yang berulang-ulang ke area ini mengandung tujuan itu.
Beberapa negara Muslim memikirkan kepentingan mereka sendiri saja dan dengan membuta menyerahkan diri mereka kepada Amerika. Ini diikuti oleh beberapa ulama semu. Yang harus diwaspadai kaum Muslimin di mana-mana, sekarang dan propaganda pemecah belah.
Nasehat saya kepada persekongkolan-persekongkolan semacam itu. Dengan segala daya memperkokoh persatuan Anda, hal ini mengecewakan para kafirin dan munafikin.
Salah satu persekongkolan terbesar di abad ini, terutama pada beberapa dasawarsa terakhir. Khususnya setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Yang jelas nyata ialah propaganda multidimensi yang dilancarkan dengan tujuan mengecewakan kaum Muslimin, terutama bangsa Iran dengan Islam.
Kadangkala dengan argumen yang terang-terangan dan kasar diklaim bahwa hukum-hukum Islam yang 1.400 tahun lalu tak dapat mengatur dunia modern secara efesien.
Kadangkala mereka juga mengajukan pendapat bahwa Islam adalah agama reaksioner yang menentang setiap gagasan baru dan manifestasi peradaban serta sekarang ini tak ada negara yang dapat melepaskan diri dari peradaban dunia serta berbagai aspeknya.
Kadangkala dalam propaganda tolol namun berbahaya, mereka mengklaim Kesucian Islam, sebagaimana agama-agama Ilahi lainnya dan mengatakan bahwa agama mempunyai tugas luhur membersihkan jiwa, mengundang manusia kepada kepertapaan, kebiharaan dan moralitas serta memperingati manusia terhadap dunia kebendaan. Mereka mengatakan bahwa doa mendekatkan manusia kepada Tuhan; bahwa politik dan pemerintahan bertentangan dengan tujuan moral yang besar dan berlawanan dengan tradisi para nabi besar.
Disesalkan, propaganda semacam itu telah mengesankan sebagian ulama dan kaum mukminin yang tak mendapatkan pendidikan yang sepatutnya dalam ajaran Islam. Pengaruhnya begitu nyata bahwa Muslimin yang berfikiran sederhana telah memandang keterlibatan dalam politik dan pemerintahan merupakan dosa dan kejahatan besar. Ini bencana yang menimpa Islam. Grup yang pertama, harus dikatakan, entah tak mengetahui apa-apa tentang pemerintahan, hukum dan politik, atau mereka berpura-pura tidak tahu. Penerapan hukum didasarkan pada kesamaan dan keadilan; dengan mencegah kekejaman dan kediktatoran; tentang eksistensi keadilan dan pribadi dan sosial; tentang kejahatan dan deprivasi serta penyelewengan; tentang kemerdekaan, najar, ketidaktergantungan dan keswasembadaan; tetang pencegahan penjajahan, eksploitasi dan perbudakan; tentang hukuman dan batas-batasnya; tentang qishash dan tentang basis penerapan keadilan untuk mengontrol kejahatan dan korupsi di dunia.
Politik dan pemerintahan umat menurut penalaran, keadilan dan banyak pertimbangan lainnya semacam itu bukanlah sesuatu yang akan lapuk atau kena erosi dalam perjalanan sejarah dan kehidupan manusia di dunia. Dengan menklaim untuk menjurus ke pemberian argumen bahwa prinsip-prinsip penalaran dan matematika harus diubah sekarang dan diganti oleh peraturan-peraturan lain. Adalah absolut untuk mengatakan bahwa keadilan sosial yang akan dilaksanakan sejak mula penciptaan, sedangkan perampokan dan kezaliman yang harus dicegah; bahwa prosedur semacam itu telah lapuk di zaman atom ini. Klaim bahwa Islam bertentangan dengan hal-hal yang baru adalah serupadengan ucapan Mohammad Reza Pahlevi bahwa “Di zaman ini mereka hendak menunggu hewan berkaki empat untuk perjalanan”.
Ini tak lain dari tuduhan sinting. Karena apabila dengan pembaruan dan manifestasi-manifestasi baru peradaban, yakni penemuan-penemuan baru, kemajuan industri dan yang semacam itu. Islam dan agama Tauhid manapun tidak pernah menentangnya. Malah ilmu pengetahuan dan industri sangat ditekankan dalam Islam dan AI-Qur’an.
Namun, apabila modernisme dan peradaban diartikan sebagaimana diklaim oleh beberapa intelektual profesional, adalah kebebasan berbuat dosa, pelacuran dan bahkan perbuatan homoseksual, maka semua manusia yang berfikiran nalar dan berpendidikan akan menentangnya. Sekalipun sebagian dari para individu dan unsur-unsur pro Timur dan pro Barat mempromosikan hal-halbitu secara membuta.
Suatu grup musuh kedua yang melakukan rencana jahat dengan lebih keji mempercayai bahwa agama dan pemerintahan tak dapat dipertemukan juga dipadukan. Orang-orang jahil ini harus menyadari bahwa AI-Quran dan Sunnah Nabi mengandung lebih banyak pelajaran, ketentuan dan perintah tentang tata pemerintahan serra politik ketimbang masalah apa pun lainnnya.
Bahkan banyak perintah Islam mengenai peribadatan kepada Allah sesungguhnya mengandung aspek-aspek politik dan mencegah yang mungkar. Nabi Muhammad Saww. mendirikan pemerintahan sebagaimana pemerintahan lainnya. kecuali bahwa ia bermaksud meningkatkan keadilan sosial dan persamaan. Para khalifah Islam yang pertama mempunyai kekuasaan yang !uas. Pemerintah berdaulat Imam ‘Ali as. dengan tujuan yang sama tetapi dalam skala yang lebih luas, sangat jelas dalam sejarah. Namun, setelah ‘Ali, akhirnya pemerintahan Islam hanya tinggal di bibir. Bahkan saar ini banyak pemerintah yang mengklaim Islam.
Dalam wasiat ini saya sering menggarisbawahi masalah ini di!masa lalu tetapi saya mengharapkan sejarahwan dan sosiolog akan membuat kaum muslimin melihat kesalahan mereka dalam hal ini.
Pendapat bahwa Nabi dan para Imam mengurusi masalah moral dan spiritual, sedangkan pemerintahan telah diperintahkan dengan sekuler atau hal-hal temporal telah ditolak dan dielakkan oleh para nabi dan para Imam, adalah sama sekali salah.
Dengan mengacu pandangan ini berartl perusakan bangsa-bangsa Islam dan hal itu akan membuka jalan bagi kolonialis kotor penumpas darah. Apa yang disebut tabu adalah petani, pemerintah diktator dan despot; dominasi, haus kuasa dan nafsu untuk kekuasaan. Pendeknya, segala hal yang membuat manusia meninggalkan Tuhan.
Tetapi, aturan-aturan Ilahiah adalah demi kepentirigan orang-orang yang tak punya dan tertindas serta berusaha untuk memantapkan persamaan sosial dan keadilan seperti yang dilakukan Sulaiman bin Dawud as. Dan Rasulullah Saww. Pemantapan keadilan dalam masyarakat adalah kewajiban Islam; dipandang sebagai kecintaan dan ibadah. Politik sehat yang telah ada pada aturan-aturan di atas, adalah suatu kebutuhan.
Bangsa Iran yang waspada harus menetralkan persekongkolan tersebut di atas sesuai dengan wawasan Islam. Penulis-penulis dan pembicara-pembicara harus bangkit dan menolong bangsa yang memerangi setan-setan yang bersekongkol itu.
Satu persekongkolan yang paling keji adalah desas-desus yang meluas yang mengklaim bahwa: “Republik Islam tidak berbuat sesuatu bagi kebaikan rakyat”. Orang malang! Mereka melakukan pengorbanan-pengorbanan untuk meruntuhkan rezim despotik thaghut. Sedikit mereka membayangkan bahwa mereka akan muncul dengan suatu rezim yang lebih buruk.
“Orang-orang sombong telah menjadi semakin sombong dan kaum tertindas telah menjadi semakin tertindas. Penjara-penjara penuh dengan orang-orang muda yang merupakan harapan masa depan. Penyiksaan menjadi lebih keras dan tidak manusiawi ketimbang sebelumnya. Setiap hari sejumlah orang diekskusi, yang semuanya atas nama Islam. Mereka lebih baik tidak menamakan sistem ini “Republik Islam”. Keadaan lebih buruk dari zaman Reza dan putranya, rakyat menderita, harga membubung tinggi, para penjabat sedang mengantarkan rezim itu ke komunisme, harta rakyat disita, kebebasan dalam segala bentuknya telah dikekang dari rakyat, dan sebagainya dan sebagainya”.
Ocehan-ocehan semacam itu adalah bukti adanya konspirasi- konspirasi yang dilakukan setiap hari dalam suatu bentuk di suatu tempat, kota dan wilayah. Yang serupa itu dapat dilihat pada pertemuan-pertemuan, di taksi-taksi, bis-bis kota, dan sebagainya setelah isu-isu palsu melesu, muncul isu-isu yang segar.
Sayangnya, para ulama yang tidak menyadari persekongkolan setan, berhubungan dengan agen-agen perpecahan serta menganggap lagu-lagu mereka itu benar. Kenyataannya adalah bahwa orang-orang yang mendengarkan isu-isu dan mempercayainya adalah orang-orang yang tidak mengetahui kondisi dunia, revolusi dunia, dan peristiwa-peristiwa Pasca Revolusi serta mempermasalahkan yang pasti menyertainya. Mereka tidak mengetahui perubahah-perubahan yang telah terjadi bagi keuntungan Islam. Jadi bilamana mereka mendengar isu-isu semacam itu secara keliru atau mereka sengaja menerimanya.
Saya mendorong setiap orang agar tidak membuat sesuatu kesimpulan atau kritik celaka sampai Anda meraih hal-hal berikut:
Membuat suatu studi dan perbandingan antara kondisi-kondisi dunia yang ada dan Revolusi Islam dengan revolusi-revolusi lain dan kondisi-kondisi Pasca Revolusi di mana mereka tenggelam;
Pelajarilah sendiri keadaan-keadaan negara dan bangsa-bangsa sepeninggal dan sesudah revolusi mereka;
Mempertimbangkan permasalahan serius yang ditimbulkan oleh Reza Khan dan lebih buruk dari itu, oleh anaknya Mohammad Reza, termasuk: ketergantungan dalam segala hal pada kekuatan asing, penyuapan dan kecurangan personil pemerintah, perekonomian yang bangkrut, kejahatan dalam segala bentuk, termasuk pelacuran; mempertimbangkan kondisi-kondisiyang ada sebelum revolusi di sekolah-sekolah dan universitas;
Mempelajari dan membandingkan kondisi-kondisi para siswa dan mahasiswa, para pemuda, wanita, danpara ulama berdedikasi sebelum dan sesudah revolusi;
Mempertimbangkan kondisi masjid-masjid di masa thaghut;
Meninjau lagi catatan-catatan tentang orang-orang yang dihukum mati waktu itu dan membandingkan kondisi penjara-penjara dan para penghuninya;
Membandingkan keadaan para penimbun harta, para ka-pitalis, para pengurus real estate, pengadilan dan catatan khususnya;
Membuat studi dan perbandingan tentang hakim-hakim yang sekarang dan dahullu serta keputusan-keputusan mereka;
Membandingkan wakil-wakil rakyat di majelis sebelum dan sesudah revolusi;
Membandingkan para gubernur propinsi dalam kedua pemerintahan;
Mempelajari dan membandingkan kegiatan jihad Pembangunan di wilayah pedesaan sekarang dan kondisi-kondisi di sana sebelum revolusi; Mempertimbangkan seluruh pekerjaan pemerintahan ini dalam masa sepuluh tahun, dengan waktu delapan tahun dalam peperangan, dengan pekerjaan rezim yang sebelumnya selama lebih dari 50 tahun pemerintahan absolut dimana tidak ada masalah pengungsi, tidak ada kota-kota besar dan kecil, yang hancur tertanda perang dan tidak ada veteran-veteran cacat serta keluarga-keluarga tunawisma, tidak ada masalah blokade ekonomi, persekongkolan Amerika atau agen-agen lokal maupun asing, tidak ada sekian juta imigran peperangan dari luar negeri, tidak ada masalah da’i yang kurang berpengalaman dan kurang cukupnya hakim-hakim agama. Mempertimbangkan kesewenang-wenangan oleh para penyeleweng, musuh-musuh dan bahkan beberapa sahabat yang tidak mengetahui, dan mempertimbangkan permasalahan yang tak terhitung dan menarik kesimpulan.
Jangan Anda melemparkan gelombang kritik Anda sebelum Anda melakukan studi perbandingan yang semestinya. Berbelas-kasihlah kepada Islam, Islam yang baru muncul kembali dan menguncup, setelah berabad-abad menderita di bawah penguasa zalim, tersemuliti dalam selimut keji yang disediakan oleh permusuhan dan perlawanan musuh-musuh lokal dan asing! Apakah tidak lebih baik, apabila Anda ketimbang mengumpulkan para munafik, kapitalis dan para penumpuk harta dan kekayaan, turut serta dengan kaum papa, tertindas dan miskin? Bukankah akan lebih baik apabilaAnda ketimbang menyatukan diri dengan grup-grup anarkis dan teroris, memihak kepada mereka secara tidak langsung, mempertimbangkan para keluarga korban teror di kalangan ulama tak berdosa yang berdedikasi dan para pelayan lainnya?
Saya tidak pernah mengatakan, dan sekarang pun saya tidak mengatakan bahwa Islam sekarang telah dipraktekkan dalam seluruh dimensinya di Republik ini dan juga tidak seorang pun bergerak melawan hukum Islam di sini baik melalui kejahilan, buruknya disiplin atau karena keruwetan pribadi.
Tapi saya hendak mengatakan bahwa lembaga Legislatif, Yudikatif dan kekuatan Eksekutif bekerja sekuat tenaga untuk mengislamkan negara ini dan mereka didukung dalam usaha mereka oleh puluhan juta warga negaranya. Jika para pengacau, sekelompok kecil pembuat kesulitan secara bersama-sama datang, dalam semangat permainan yang terbuka, mendukung usaha sejenis, merealisasikan tujuan-tujuan akan datang secara lebih mudah dan lebih cepat. Jika mereka tidak mau bekerja sama, merekamungkin yakin bahwa massa dapat diberi informasi, menaruh perhatian dan akan mengalahkan kaum minoritas itu.
Saya berani mengatakan bahwa hari ini bangsa Iran lebih saleh dan lurus. Ketika Nabi masih hidup, masyarakat Hijaz menentangnya dan mencari-cari alasan untuk tidak pergi ke medan tempur. Karena inilah Allah telah menyesali mereka beberapa kali dalam AI-Quran surat At-Taubah. Orang-orang Kufah telah berlaku tidak sopan terhadap ‘Ali dan menentangnya melampaui batas yang keluhan-keluhan terhadap mereka dicatat oleh banyak kitab. Perlakuan orang-orang Kufah terhadap Imam Husain memuncak dalam peristiwa epik terbesar sejarah, kesyahidan Imam Husain.
Tetapi, hari ini, kita melihat bagaimana bangsa Iran mendukung sepenuh hati kekuatan angkatan bersenjatannya, Pengawal Revolusi, Basij dan para sukarelawan, membuat pengorbanan yang tidak terbayangkan di garis-garis depan, sebaik di garis belakang.
Kita senang melihat syuhada-syuhada yang masih hidup dan para cacat veteran dan keluarga mereka menemui kami semua dengan tangan terbuka serta wajah dan kata-kata yang meyakinkan. Semua ini disebabkan kekokohan iman mereka kepada Allah Yang Mahakuasa dan karena kecintaan mereka kepada-Nya dan kepada Islam dan jam irian mereka akan kehidupan kekal, sementara mereka tidak bersama Nabi maupun Imam. Jaminan dan insentif mereka ada di tempat lain, dalam keimanan kepada kegaiban.
Ini adalah kemenangan rahasia dalam berbagai dimensi Islam, harus patut merasa bangga setelah membangkitkan dan mendidik pengikut-pengikut dan anak-anak semacam itu. Kita bangga dalam kehadiran suatu bangsa yang semcam itu di hari ini.
Saya di sini menasehati orang-orang yang karena sesuatu alasan memusuhi Republik Islam, pemuda, perempuan dan laki-laki, yang telah dieksploitasi oleh para penyeleweng serta para munafik untuk memelihara suatu pemikiran terbuka lalu kemudian duduk menilai propaganda orang-orang yang ingin melihat Republik Islam runtuh; untuk mempelajari perilaku individu-individu semacam itu terhadap bangsa, pemerintahan, kelompok dan terhadap penyokong mereka sendiri; Mengamati secara berhati-hati pergeseran posisi mereka dalam berbagai kesempatan juga membandingkan hal ini dengan perilaku orang-orang yang telah disyahidkan oleh paramunafikin. Kemudian mereka akan menentukan kelompok mana yang benar-benar mendukung mustadh’afin dalam komunitas
Saudarar-saudara, Anda tidak akan membaca baris ini ketika saya hidup. Anda mungkin membacanya ketika saya meninggal dan saya tidak lama lagi ingin mengatakan sesuatu untuk mendapatkan kesenangan dan dukungan Anda. Karena Anda sebagai pemuda yang layak, akanlah senang saya melihat Anda menghabiskan waktu di jalan Allah demi kemuliaan Islam dan Republik Islam. Anda mungkin mencapai kebahagian kini dan di hari kemudian.
Saya memohon kepada Allah agar membimbing Anda ke jalan lurus dan melupakan kebaikan-kebaikan masa lalu. Saya menasehati Anda un!uk melahirkan keinginan yang sama dalam kesendirian, karena Dia adalah Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang.
Peliharalah berkah Tuhan ini sebagai barang Anda yang paling berharga yang Anda peroleh dengan jihad akbar dan darah orang-orang muda.
Peliharalah itu sebagai berkah Ilahiah dan kebenaran terbesar dari Tuhan. buatlah setiap usaha untuk menyelamatkannya dan jangan cemas tentang rintangan-rintangan jika akan muncul. Tolonglah Republik Islam dan pemerintahannya denga sepenuh hati Anda dan juga lakukan apa yang terbaik untuk memecahkan segala problem. Jadikanlah majelis dan pemerintah sebagai pertimbangan yang seperti milik Anda sendiri serta lindungi dia seperti sesuatu yang Anda cintai.
Seperti itu pula saya merekomendasi bangsa ini untuk memelihara dan menaruh perhatian kepada otoritas majelis dan pemerintah yang melayani rakyat, khususnya kaum mustadh’afin yang benar-benar menolong kita. Inilah orang-orang yang memungkinkan pembentukan Republik Islam dan yang menjamin kelestariannya. Para pejabat harus memandang diri mereka termasuk kepada rakyat ini dan memandang rakyat ini sebagai bagian dari wujud mereka sendiri. Juga, Anda (pejabat) harus selalu mengutuk pemerintahan zalim para penggertak yang buta huruf dan perampok, melalui metode-metode manusiawi yang patut bagi suatu pemerintahan Islami.
Saran saya kepada kaum Muslimin ialah agar Anda memandang pemerintah Republik Islam dan bangsa Iran yang berjuang sebagai teladan bagi Anda. Para pemerintah boneka yang tergantung, yang pro Timur atau pro Barat adalah penyebab malapetaka kaum muslimin. Saya tekankan agar Anda tidak memberikan perhatian kepada sirene propaganda oleh lawan-lawan Islam dan Republik Islam, karena mereka selalu memaksakan Islam ke pojok-pojok dengan maksud untuk menjamin kepentingan para adikuasa.
Salah satu rencana syaitan dari para adikuasa, penjajah dan pemeras, yang telah berlaku selama sekian banyak tahun dan mencapai puncaknya di Iran dalam pemerintahan Reza Khan dan terus berlangsung ke zaman Mohammad Reza, adalah penindas terhadap kaum mullah melalui berbagai cara. Diantara tekhniknya ialah menciptakan perpecahan dan permusuhan antara lingkungan universitas dan kalangan mullah.
Propaganda yang meluas ditempuh untuk mencapai ketegangan dan hal itu efektif karena ketidaktahuan kedua kelompok tentang rencana syaitan para adikuasa itu. Guru-guru sekolah dasar, menengah hingga guru-guru besar universitas dipilih dari kalangan orang-orang yang mengandalkan Timur atau Barat. Mereka ini pula adalah para pendidik yang telah menyeleweng dari Islam dan agama-agama Ilahi lainnya. Para pendidik yang saleh dan bajik sangat sedikit. Tujuannya adalah untuk melatih para pejabat negara masa depan sejak dari masa kecil sampai dewasa dalam keadaan demikian rupa sehingga membenci agama pada umumnya dan pada khususnya dan menghina semangat keagamaan terutama kaum mullah muslim dituduh sebagai agen-agen Inggris di zaman itu, para pendukung kapitalis, tuan-tuan tanah, reaksioner, yang menentang peradaban dan kemajuan.
Pada saat yang sama mereka melemparkan ketakutan di kalangan mullah dan para murid serta ‘orang-orang terpelajar’, ilmuwan universitas dengan propaganda keji yang menuduh mereka semua sebagai ateis, serba bebas dan menetang setiap manifestasi agama.
Dan sekarang, dengan rahmat Allah serta pengorbanan seluruh bangsa termasuk para ulama, universitas, para pedagang, kaum buruh, para pekerja pertanian industri dan lain-lainnya. Rantai perbudakan telah disingkirkan, belenggu perbudakan telah diputuskan, kekuatan sombong telah ditolak dan akhirnya negara diselamatkan dari cengkeraman-cengkeraman mereka dan dari cengkraman boneka-boneka domestiknya.
Saya hendak menganjurkan kepada generasi sekarang dan yang akan datang supaya mengendurkan usaha-usaha mereka. Biarlahorang-orang universitas dan para pemuda memperkuat ikatan persahabatan dan saling pengertian dengan ulama juga para siswa itmu agama. Jangan abaikan rencana-rencana musuh yang licik dan adakanlah konsultasi serta bimbingan dimana saja Anda melihat seseorang mencoba untuk menabur benih perselisihan dan perpecahan.
Apabila nasehat Anda kepada para individu itu tidak efektif, berpalinglah dari mereka, kucilkan mereka dan jangan biarkan rencana persekongkolan mereka berakar. Karena mencegah lebih baik dari mengobati. Para siswa di sekolah Teologia maupun universitas harus waspada terhadap propaganda buruk yang disiarkan oleh guru-guru dan guru besar mereka segera setelah mereka mendengar seorang instruktor mengatakan atau menerangkan hal-hal yang mendistorsi kebenaran dan menyelewengkan flkiran mereka. Tolaklah instruktur semacam itu bagi mereka maupun kelas-kelas mereka. Saran ini terutama ditujukan kepada kaum mullah dan pelajar ilmu agama di pusat-pusat pendidikan agama.
Persekongkolan di universitas-universitas mempunyai satu dimensi dan kedalaman yang khusus. Kedua jenis siswa itu harus waspada akan rencana-rencana jahat itu.
Salah satu persekongkolan yang paling efektif yang patut disarangkan telah meninggalkan bekas yang tak tersingkirkan pada bangsa-bangsa termasuk bangsa kita sendiri adalah pengasingan rakyat negara-negara jajahan dari mereka sendiri.
Dengan kata lain, orang-orang yang dibaratkan dan ditimurkan telah terasing dari kultur mereka sendiri dan memandang bangsa-bangsa adikuasa sebagai kultur yang lebih unggul dari mereka. Mereka telah sampai pada anggapan bahwa adikuasa sebagai kiblat mereka dan memandang aplikasi dengan adikuasa dari kedua kutub sebagai tak terelakkan dan tak terpisahkan untuk mereka sendiri. Masalah ini mengandung sejarah sedih yang panjang dan pukulan-pukulan yang telah kita terima dan yang sekarang sedang mereka terima adalah menghancurkan dengan fatal.
Suatu poin yang paling tak menyenangkan ialah para penjajah telah menghalangi rakyat yang tertindas di bawah kekuasaan mereka dari segala kemajuan dan telah mengalihkan mereka menjadi bangsa-bangsa konsumen.
Kekuatan-kekuatan kolonial telah begitu menakutkan kita melalui kekuatan dan kemajuan syaitan mereka sehingga kita tidak berani mengambil inisiatif; malah menyerahkan fikiran kitakepada mereka. meletakkan nasib kita di tangan-tangan mereka serta menjadi pengikut mereka dengan mata dan telinga kita tertutup. Kekosongan dan mental buatan ini telah mencegah kita untuk mempercayai, mengandalkan pengetahuan, pemikiran kita sendiri juga kita menjadi pengikut buta kepada Timur dan Barat.
Bilamana kita mempunyai dan menyatakan inisiatif-inisiatif kegiatan dan kultur kita sendiri, hal ini sampai pada tumpukan kritik serta ejekan yang datangnya dari para penulis, orator yang telah ditimur-baratkan sehingga hasil bersihnya adalah untuk menekan kemampuan-kemampuan asli kita. Kebiasaan-kebiasaan dan cara-cara asing bagaimanapun buruknya dipromosikan, dipropagandakan dan dipaksakan kepada bangsa melalui tindakan kata-kata serta puji-pujian. Misalnya, apabila sebuah buku mengandung sejumlah kata-kata dan istilah asing, itu akan diterima langsung dengan rasa kagum dan tanpa menilai maknanya. Penulis buku semacam itu dianggap terpelajar dan berfikiran luas. Apa saja yang dibumbui dengan terminologi Barat atau Timur adalah baik, pantas dan dianggap sebagai suatu tanda kemajuan peradaban. Apabila dilakukan dalam bahasa-bahasa rakyat itu dipandang terbelakang.
Anak-anak kita yang nama-namanya berasal dari akar asing Barat merasa bangga dan maju. Apabila mereka memakai nama tradisional maka mereka dipandang terbelakang. Jalan-jalan dan lorong kita yang memakai nama-nama asing jauh lebih baik daripada nama jalan dan lorong yang memakai nama biasa atau lokal. Ini berlaku bagi perusahaan-perusahaan, Masyarakat, asosiasi-asosiasi, toko-toko maupun nama-nama rumah obat, perpustakaan, toko buku dan berbagai barang dan produk konsumer maupun dagang, karena mereka lebih sering mempunyai klien yang lebih luas dan menjual serta beroleh pendapatan lebih besar.
Cara-cara Barat dan semua fase hubungan sosial, dan dalam semua tahap kehidupan, adalah sebab kebanggaan untuk dipandang sebagai tanda-tanda peradaban dan kemajuan. Sementara itu cara-cara perilaku dan adat istiadat tradisional dipandang terbelakang dan memuja nenek moyang.
Ke luar negeri untuk pengobatan flu yang biasa harus dilakukan tanpa menghubungi dokter pribumi. “Terkutuk dokter pribumi! Mereka tak tahu apa-apa!” Membuat perjalanan ke Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan Moskow memperbesar martabat, sementara berhaji dan mengujungi tempat-tempat suci lain dianggap kuno.
Pengabaian terhadap semua yang berhubungan dengan agama serta moralitas adalah tanda keterbukaan pikiran dan peradaban, sementara dedikasi kepada hal-hal ini merupakan tanda kuno. Saya tidak mengatakan bahwa kita sendiri mempunyai segala sesuatu. Dalam perjalanan sejarah akhir-akhir ini, terutama beberapa hari terakhir ini, kita telah tertindas dari setiap kemajuan. Para negarawan khianat dari rezim Pahlevi dan mesin propaganda mereka meremehkan setiap produk dalam negeri, menciptakah rasa kurang harga diri pada kita dan menghalangi semua jalan dan sarana serta kemajuan.
Sekarang, karena bangsa Iran sampai ukuran luas, telah terbebas dari perangkap-perangkap semacam itu dan generasi-generasi tertindas telah bangkit untuk bekerja dan menciptakan inisiatif-inisiatif mereka sendiri, yang banyak contohnya, seperti membuat suku cadang pesawat terbang, yang semua orang berpilirtidak dapat dibuat secara lokal, menjadi suatu realitas. Karena, blokade ekonomi dan faktor-faktor peperangan yang memaksa pembuatan lokalnya tanpa bantuan para ahli asing.
Saya hendak menekankan supaya bangsa kita waspada dan berjaga-jaga supaya jangan sampai kaum politisi yang berapiliasi ke barat atau ke timur menarik kita kembali kepada pencoleng internasional. Ambillah tindakan yang menentukan dan jauhkan segala ketergantungan. Yakinlah bahwa ras Aria atau Arab sama sekali tidak kurang ketimbang ras Eropa, Amerika atau Rusia. Apabila kita berhasil mendapatkan diri kita yang sesungguhnya dan tidak membiarkan keputusasaan menangkap kita juga bersandar pada diri kita sendiri, tidak mengharap kita untuk bersandar pada diri kita sendiri serta tidak mengharapkan apapun dari orang lain, maka kita sendiri dan tidak mengharapkan apa pun dari orang lain maka kita akan mampu, lambat laun, untuk berbuat serta membuat segala sesuatu.
Ini mungkin asal anda bersandar pada Allah Yang Mahakuasa, diri anda sendiri dan memutuskan segala ketergantungan kepada orang lain. Sebagai tambahan anda harus bekerja keras untuk mencapai kehidupan yang terhormat serta melepaskan diri dari pengaruh dan dominasi orang lain.
Adapun wajib bagi para pejabat dalam pemerintahan sekarang dan yang akan datang untuk memelihara dan menghargai para ahli serta spesialis mereka. Mendorong mereka melalui dorongan moral dan material untuk membuat inisiatif-inisiatif.
Perlulah bahwa bangan-barang konsumen yang merugikan supaya tidak diimpor. Biarlah rakyat mencukupkan dengan apa yang mereka punyai sehingga mereka dapat membuat sendiri segal a sesuatu. Saya meminta kepada para pemuda putra dan putri, supaya tidak mengorbankan kebebasan kemerdekaan dan nilai-nilai manusiawi mereka demi kemewahan, ke pelesiran dan keburukan-keburukan lain yang ditawarkan kepada Anda oleh agen-agen korup Timur dan Barat.
Pengalaman telah mengajarkan kita bahwa mereka menginginkan kemunduran anda, menguasai kekayaan dan sumber-sumber alam serta ketidakperdulian terhadap nasib Anda dan nasib negara anda. Mereka menghendaki Anda hanya sebagai konsumer; mereka berusaha menjajah negeri Anda dan mengeskploitasinya untuk kebaikan mereka sendiri. Mereka menghendaki anda menjadi tergantung kepada mereka. Ini satu jalan di mana mereka berusaha untuk menahan kita dalam keadaan terbelakang dan tak berkembang, sebagaimana mereka katakan, kedudukan manusia semiprimitif.
Mengenai ulama versus intelektual, ataukalangan universitas, telah saya sebutkan, mereka berhasil hingga ukuran tertentu dalam mengucilkan kaum ulama dan dalam menyelewengkan kaum muda dengan menunjukkan mereka kepada propaganda barat yang korup dan keji. Mereka juga berhasil dalam mengadu domba kalangan intelektual dan kalangan ulama. Oleh karena itu sekarang setelah universitas dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi lainnya telah dibersihkan, kita semua harus menolong para pejabat untuk mencegah berulangnya kondisi-kondisi itu. Tugas vital ini harus dilakukan secara hakiki oleh para siswa dan personel universitas dan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru, karena mencegah perusakan lembaga-lembaga ini berarti mencegah penyelewengan bangsa.
Nasehat saya kepada seluruh pemuda dan generasi muda terutama, kepada orang tua mereka, dan ketiga kepada para pejabat pemerintah dan kaum terpelajar dan kepada semua orang lainnya yang mencintai negara, ialah memberikan segala sesuatu yang ada pada mereka kepada tugas vital untuk menjaga universitas dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi lainnya supaya selalu bersih karena hal ini menjaga negara dari segala kerusakan. Saya meminta kepada setiap generasi untuk menyerahkan lembaga-lembaga ini kepada generasi berikut dalam keadaan bersih. Nasehat saya kepada generasi-generasi penerus ialah untuk menjaga supaya semua lembaga pendidikan tinggi bebas dari penyelewengan dan dari bersandar ke Timur atau ke Barat, karena ini akan berarti penyelamatan mereka sendiri, pemeliharaan negara dan pengekalan keimanan mereka.
Komitmen para anggota Majelis Syura Islami adalah suatu hal yang besar. Kita menyaksikan kerusakan yang diderita Islam dan Iran di tangan wakil-wakil yang menyeleweng dan korup di majelis yang sebelumnya sejak rezim “konstitusional” dimulai dalam negara melalui era penguasa Pahlevi. Anggota-anggota majelis semacam itu adalah para individu yang tak berharga, para pelayan kekuasaan barat yang mengkhianati negara dan bangsa.
Selama lima puluh tahun pemerintahan tirani rezim Pahlevi, mayoritas pura-pura para anggotanya dipalsukan. Mereka melaksanakan dikte-dikte para anggotanya dipalsukan. Mereka melaksanakan diktedikte Uni Soviet danlnggris dan dalam dasawarsa terakhir, dikte Amerika Serikat. Mereka adalah agen-agen kekuatan asing yang tidak kompeten untuk memaksakan kepada rakyat pandangan-pandangannya melalui boneka-boneka despotik. Reza Khan anaknya Mohammad Reza Khan. Wakil-wakil yang jujur dan berani merupakan minoritas yang tertindas dan diabaikan.
Setelah konstitusi dimulai di Iran, pasal-pasalnya yang kokoh hampir selalu diabaikan. Sebelum Reza Khan berkuasa, negara berada di tangan sejumlah “feodal” yang dipertuan pengkhianat pro-Barat. Kemudian datang rezim keji Pahlevi dan agen-agen kejamnya.
Tetapi, dengan rahmat Allah dan dengan usaha bangsa dengan penuh tekad dan semangat, nasib negara telah jatuh ke tangan rakyat sendiri. Wakil mereka yang sebenarnya telah dipilih oleh rakyat sendiri tanpa campur tangan asing dan tanpa campur tangan pemerintah serta bangsawan-bangsawan feodal. (Wakil-wakil) telah dikirim ke Majelis Syura Islami. Diharapkan bahwa dedikasi mereka kepada Islam dan kepemimpinan negara akan mencegah semua penyelewengan dan penyimpangan.
Saya anjurkan kepada generasi sekarang dan yang akan datang untuk memilih orang-orang yang berkebajikan jujur dan terdidik dalam setiap pemilihan. Biarlah orang-orang dengan komitmen kepada Islam dan Republik Islam, orang-orang yang kebanyakannya dari kalangan tertindas, mencegah masyarakat yang tidak diselewengkan juga tidak pula sesat dari jalan yang lurus.
Biarlah wakil-wakil Anda di majelis merupakan orang-oi-ang yang tanpa bersandar ke timur atau barat, para individu yang menyadari permasalahan zaman dan kebijakan Islam. Nasehat saya kepada para ulama yang terh.rmat terutama para tnujtahid, ialah supaya mereka tidak menjauh dan menunjukkan ketidakpedulian kepada pemilihan wakiI-wakiI untuk majelis, begitu pula pemilihan Presiden Republik Islam. Anda semua melihat, dan generasi mendatang akan melihat, betapa para politisi semacam itu dan memandang campur tangan dalam urusan negara serta kaum muslimin sebagai terletak di luat parameter posisi dan status mereka. Dan sebagai akibatnya mereka meninggalkan wilayah politik kepada unsur-unsur pro Barat dan pro Timur yang membuat kerusakan-kerusakan pada konstitusi, negara dan Islam yang membutuhkan puluhan tahun untuk memperbaikinya.
Sekarang alhamdulillah, rintangan-rintangan itu telah disingkirkan dan tidak ada dalih yang dapat diperoleh. Suasana bebas telah ada untuk keterlibatan pada partisipasi dalam urusan-urusan negara. Suatu dosa yang tak tertebus ialah mengkompromikan urusan kaum muslimin setiap orang haruslah sejauh mungkin, dapat memberikan pelayanan kepada Islam dan kepada negara. Setiap orang harus, sedapat-dapatnya mencegah dan menghalangi penyebaran pengaruh unsur-unsur pro timur dan pro barat dan pengaruh orang-orang yang menyeleweng dari ajaran Islam yang agung. Semua harus menyadari bahwa lawan-lawan Islam dan Muslimin yakni para pencuri internasional dan para adikuasa, menginpiltrasi ke dalam negara kita, ke dalam negara Islam denga halus dan berangsur-angsur. Memanipulasi rakyat setempat ke dalam penjajahan.
Anda semua harus waspada dan berjaga-jaga, dan segera setelah anda melihat bahwa langkah semacam itu akan dilakukan bertindaklah untuk melawan dan menertalisasinya. Jangan memberikan waktu kepada mereka! Semoga Allah menolongdan membantu anda!.
Saya meminta kepada para anggota Majelis Syura Islam yang sekarang maupun yang akan datang, supaya tidak menghormati tetapi menolak unsur-unsur dari setiap delegasi yang menyeleweng, merebut suara para pemiliknya melalui intrik dan politik pemalsuan. Jangan sampai ada unsur sabotase untuk mendapatkan jalan ke majelis. Saya menasehati para minoritas keagamaan yang diakui untuk belajar dari sidang-sidang majelis tentang rezim Pahlevi dan memilih wakil-wakil berdedikasi kepada agama mereka sendiri serta komited kepada Republik Islam. Orang-orang yang tidak tergantung kepada kekuatan-kekutan penelan dunia yang tidak bersandar kepada setiap ideologi penyeleweng, palsu atau ateis. Saya meminta kepada seluruh de- legasi majelis untuk saling memperlakukan dengan kemauan baik dan persaudaraan yang sebesar-besarnya serta berhati-hati supaya jangan ada hukum yang bertentangan dengan Islam. Berlaku ikhlaslah kepada Islam, satu dan semua untuk mencapai kebahagiaan di dunia ini serta di akhirat.
Nasehat saya kepada Dewan Perwakilan, sekarang dan yang akan datang, supaya melaksanakan tugas-tugas Islami dan nasionalnya dengan kekuatan dan sikap hati-hati yang besar agar tidak terpengaruh oleh apa pun untuk membatalkan setiap undang-undang atau peraturan yang bertentangan dengan lslam dan juga konstitusi. Dewan itu harus memperhatikan keadaan negara yang kadang-kadang harus dipulihkan dengan perintah-perintah sekunder dan kadang-kadang melalui perwalian wilayatul faqih.
Nasehat saya kepada bangsa yang terhormat ini supaya berpartisipasi secara aktif dalam segala area yang berhubungan dengan pemulihan, baik pemilihan presiden, pemilihan anggota majelis atau pemilihan para ahli untuk menetapkan Dewan Pimpinan. Pemilihan dan pengangkatan wakil-wakil itu harus berdasarkan kriteria yang kokoh dan dapat dipercaya. Misalnya, apabila kelengahan pemilihan para ahli untuk menetapkan Dewan Pimpinan, atau pemimpin, tidak djdasarkan pada hukum-hukum dan standar keagamaan, maka kerusakan yang tak terpulihkan pada agama dan negara akan timbul dalam hal mana semua harus bertanggung jawab di hadapan Allah. Dengan demikian ketidaksertaan dalam pemilihan oleh rakyat, dari ulama dan pejabat sampai ke lapisan masyarakat lainnya, termasuk masyarakat pedagang, pekerja, petani, pegawai, dan semua lainnya menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab, baik dalam generasi sekarang atau generasi mendatang.
Saudara boleh jadi tidak hadir dalam gelanggang politik dan tidak ikut serta dalam urusan-urusan dan pemilihan. Daliim hal-hal tertentu dapat merupakan dosa yang sangat parah.
Oleh karena itu, semua harus mengingat bahwa mencegah lebih baik dari mengobati. Apabila tindakan yang semestinya tidak dilakukan lebih dahulu, maka pengontrolan urusan akan terlepas dari semua tangan. Ini suatu realitas yang kita semua telah mengalaminya setelah pemerintahan konstitusional diproklamasikan dalam negara. Tidak ada tindakan pengobatan yang lebih baik dan lebih efektif ketimbang rakyat seluruh bangsa melakukan tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya sesuai dengan hukum-hukum dan standar Islam.
Dalam pemilihan presiden dan wakil-wakil majelis, para pemberi suara harus meminta nasehat dari kaum yang terpelajar dan yang berpikiran terbuka. (Orang-orang ini harus) sadar akan jalur-jalur tindakan dan Komited, tidak bergantung pada negara-negara kuat yang ekploitatif tetapi malahan para individu yang terkenal baik untuk kebajikan dan komitmen mereka kepada Islam dan Republik Islam.
Nasehat semacam itu juga harus dimasukkan kepada para ulama yang berdedikasi dan bajik. Harus diperhatikan untuk menjamin bahwa orang- orang yang terpilih sebagai presiden negara Islam dan wakil majelis, adalah orang-orang yang telah merasakan dan mengalami keadaan kaum papa serta tertindas dari masyarakat. Menaruh keperihatinan terhadap kesejahteraan kelompok ini. Presiden dan wakil-wakil majelis tidak diangkat dari kapitalis, gila tanah, Kalangan tinggi yang yang tenggelam dalam kepelesiran jasadi dan tidak mampu merasakan pahit dan sakitnya kaum papa, orang-orang berkaki telanjang dan tertindas.
Kita harus menyadari bahwa apabila anggota maje!is dan presiden kompeten, kebanyakan kesulitan tidak akan muncul. Apabila permasalahan muncul, hal itu akan diselesaikan secara yang pantas dan patut. Ini point yang harus diingat setalian dengan pemilihan Dewan Perwalian atau pemimpin.
Haruslah diingat bahwa jika anggota-anggota Dewan Ahli dipilih berdasarkan atas kebajikan dan mengingat akan pandangan-pandangan ulama yang menonjol di zamannya serta di seluruh negeri, sedikit atau tidak ada problem yang akan muncul berkenaan dengan pemilihan orang yang paling layak, pemimpin yang palingmemenuhi syarat, dan anggota-anggota Dewan Perwalian.
Pasal 109 dan 110 Undang-undang pemilihan “Para Ahli”, “Para Delegasi”, “Pemimpin”, dan anggota-anggota untuk Dewan Perwalian. Itu menunjukkan keburukan yang mungkin menimpa Islam, negara dan kepada Republik Islam, jika terjadi kesalahan dan kelengahan dalam pemilihan-pemilihan ini, Karena peluang terjadinya kerusakan semacam itu tinggi, maka pastilah ada ganjaran dan sanksi Ilahi.
Nasehat saya kepada pemimpin dan para Dewan Perwalian pada era ini, yang merupakan era invasi dan agresi oleh para adikuasa serta badut-badut mereka dari dalam dan luar untuk melawan Republik Islam, sesungguhnya melawan Islam, para pemimpin dan Dewan Perwalian dalam masa-masa mendatang, adalah untuk mengabdikan diri untuk melayani Islam, kaum mustadh’afin dan Republik Islam. Jangan berfikir bahwa perwalian itu sendiri merupakan anugrah, atau kedudukan tertinggi bagi Anda. Malahan, anggaplah perwalian itu suatu tugas berat dan penting, di mana, jika kesalahan-kesalahan diperbuat karena pertimbangan-pertimbangan rendah, orang-orang yang berbuat salah akan hidup aib di sisa masa hidupnya di dunia dan akan menemui kemurkaan Allah dihari kemudian. Saya memohon kepada Allah dan berdoa kepada-Nya semoga ia menerima kita di sisi-Nya, karena lulus dari ujian ini. Tugas dan pengujian yang penting berlaku juga uhtuk presiden sekarang dan yang akan datang. Ini berlaku juga bagi semua pejabat sebanding dengan tanggung jawab mereka. Orang-orang harus mengingat kehadiran Allah dan pengawasan-Nya terhadap tindakan mereka. Semoga Allah Yang Mahakuasa menjadi pembimbing mereka.
Salah satu dari pertanyaan besar yang penting adalah masalah pengadilan, karena hal itu melibatkan kehidupan manusia dan kebajikan. Nasehat saya kepada pemimpin dan Dewan Perwalian adalah supaya berusaha keras dalam melakukan pemilihan orang yang berkualitas tihggi dan sungguh-sungguh komited, pribadi yang berdedikasi, untuk diangkat sebagai hakim dan posisi-posisi kehakiman tinggi yang lain.
Pribadi semacam itu harus memiliki otoritas dalam hukum-hukum agama Islam dan politik. Saya meminta Dewan Mahkamah Tinggi untuk membersihkan kondisi-kondisi buruk dimana semua materi-materi hukum yang sah telah tenggelam selama rezim yang terdahulu; singkirkanlah orang-orang yang mempermainkan jiwa rakyat dan harta, orang-orang yang meremehkan keadilan Islam, laksanakanlah perubahan-perubahan revolusioner dalam sistem hukum, dan gantilah hakim-hakim yang tidak berkualitas Islami dengan hakim-hakim yang berkualifikasi Islami, yang takwa, yang dilatih di perguruan-perguruan agama, terutama pusat keagamaan di Qum, dan telah direkomendasikan untuk diangkat dalam jabatan kehakiman.
Diharapkan bahwa dalam waktu singkat peradilan Islam akan berfungsi secara semestinya di seluruh negeri. Saya nasehatkan hakim-hakim sekarang maupun yang akan datang untuk m.engingat hadis para Imam as. Ingatkan diri Anda tentang peristiwa-peristiwa dimana keadilan tidak ada dan ingatlah akan pentingnya pengadilan dan bahaya;yang inheren pada pencemarannya. Hendaklah semua orang yang berkualifikasi peradilan, meningkatkan keadilan dengan pekerjaan mereka dan tidak mengizinkan kedudukan hakim jatuh ke tangan orang-orang yang salah. Hendaklah semua mengetahui bahwa tanggung jawab kehakiman adalah berat dan besar, pahalanya cemerlang, banyak dan besar. Juga hendaklah diketahui bahwa kedudukan hakim adalah kewajiban agama yang hanya bagi beberapa orang.
Nasehat saya kepada pusat-pusat keagamaan suci, seperti yang telah sering saya katakan. ialah bahwa para lawan Islam dan Republik Islam telah bertekad untuk mencabut Islam dengan setiap cara jahat yang mungkin. Suatu pendekatan besar yang mereka lakukan terhadap tujuan jahat mereka, yang berbahaya bagi Islam dan pusat-pusat keagamaan ialah menyusupkan para penyabot dan penjahat dalam pendidikan tinggi agama. Dalam jangka pendek, hal ini akan menimbulkan bahaya penyebaran fitnah tentang perilaku siswa.
Dalam jangka panjang, infiltrasi para agen jahat semacam itu ke perguruan tinggi agama, dan menyatunya mereka dalam barisan para siswa pusat-pusat pendidikan ini. Akan lebih berbahaya lagi, bilamana beberapa diantara mereka mencapai posisi yang tinggi melalui kelicikan mereka. Dengan pertolongan pengetahuan pura-pura tentang peraturan Islam, mereka mungkin mendorong masuk merebut kepercayaan rakyat, dan pada saat yang tepat, memberikan pukulan fatal kepada sekolah-sekolah agama, kepada Islam maupun negara.
Kita menyadari bahwa para adikuasa telah menanamkan agen-agen mereka dalam berbagai masyarakat, dengan berbagai samaran, seperti nasionalis, liberalis semu, intelektual spiritual semu dari ahli hukum, dan sebagainya. Kelompok yang disebut terakhir ini apabila mendapat kesempatan adalah paling merusak dan merugikan. Agen-agen semacam itu hidup, kadang-kadang selama berpuluh tahun, di kalangan bangsa-bangsa dengan sabar, berperilaku pura-pura patriot. Ruhaniawan dan rancangan- rancangan lainnya, melaksanakan tugas-tugas mereka pada saat-saat yang pa-ling sesual. Dalam jangka waktu yang pendek jejak kemenangan revolusi, bangsa kita telah melihat agen-agen semacam itu dengan nama Mujahidin Khalq, Fida’iyyan Khalq, Tudeh, dan berbagai nama lain. Perlulah agar semua bekerja sama dalam menetralisasi persekongkolan semacam itu. Semua harus waspada akan bahaya agen-agen ini. Pembersihan pusat pendidikan agama harus diutamakan. Ini tugas dari para mudarris yang terh.rmat dan para ulama terkenal dari pusat-pusat itu dengan persetujuan para ulama terkenal dari pusat-pusat itu dengan persetujuan para ulama marja’i.
Barangkali pendapat bahwa “Ketertiban terletak dalam ketidak- tertiban”, adalah buatan komplotan ini.
Bagaimanapun. nasehat saya ialah bahwa dalam setiap zaman, terutama di zaman ini, dimana persekongkolan dari intrik telah meningkat dalam semua aspek, perlulah bangkit dan menertibkan pusat-pusat teologis itu. Hendaklah para fakih dan pendidik juga ulama menyediakan waktu dan dengan perencanaan yang cermat serta tepat, membersihkan dan memelihara pusat-pusat keagamaan, terutama pusat pendidikan agama di Qum. Perlu para ulama dari mudarris yang terh.rmat mencegah penyelewengan dan distorsi.
Jangan sampai ada penyelewengan dari metode para fakih besar dalam mencapai prinsip-prinsip fikih, karena hanya dengan jalan ini fikih Islam dapat terpelihara. Usaha-usaha harus dilakukan untuk peningkatan dalam penyimpulan pendapat dan metode penelitian meningkatkan riset dan karya kreatif.
Fikih tradisional, yang merupak warisan para leluhur kita yang kompeten, harus dijaga dan dipelihara. Penyelewengan daripadanya melemahkan dasar-dasar penelitian. Hendaklah studi penelitian menumpuk!
Untuk yakinnya, berkenaan dengan cabang-cabang lain ilmu pengetahuan, program-program penelitian harus direncanakan dengan tujuan bagi kebutuhan negara dan Islam. Orang harus dilatih melakukan karya riset pada tingkat tertinggi dan pada area sebanyak yang diperlukan. Riset, ajaran, pengetahuan dan praktek, harus dapat diperoleh semua orang. Pengetahuan moral Islam, seperti etika, pembersihan jiwa, irfan, dan sebagainya, harus diliputkan dalam pelajaran riset semacam itu. Ini terutama berkenaan dengan pembersihan jiwa dan diri, yang lebih dikenal sebagai jihad akbar. Semoga Allah menolong kita mencapainya.!
Satu dari area yang memerlukan pembersihan, perbaikan, dan perhatian, ialah kekuasaan eksekutif. Mungkin hukum-hukum progresif yang bermanfaat dan disahkan oleh Majelis, dibenarkan oleh menteri yang bersangkutan kepada unit atau departemen yang sesuai, untuk selanjutnya diterapkan. Tetapi, personel yang tidak kompeten mungkin mengancam penerapannya dengan distorsi, birokrasi, atau dengan pelanggaraan terus terang atas peraturan dan regulasi. Tindakan semacam itu boleh jadi diambil untuk menimbulkan ketidakpuasan dan keresahan di masyarakat.
Nasehat saya kepada menteri-menteri yang bersangkutan, sekarang dan yang akan datang, hendaklah mereka dan para pegawai mereka yang hidup dari dana umum dan oleh karena itu semua harus menjadi pelayan umum yang sebenarnya, terutama pelayan kaum mustadh’afin. Menciptakan keresahan rakyat, tidak melakukan tugas, dipersalahkan dan mungkin menimbulkan kemurkaan Allah.
Anda semua memerlukan dukungan bangsa. Dengan dukungan rakyatlah, terutama kaum tertindas, maka kemenangan dapat dicapai dan tangan para tirani terputus dari negara dan kekayaannya. Apabila Anda tidak memperoleh dukungan ini pada suatu hari, para penindas menyingkirkan Anda sebagaimana Anda menyingkirkan sistem kerajaan penindas.
Mengingat fakta nyata yang tersebut di atas, Anda harus berusaha untuk memuaskan bangsa ini dan dengan demikian memperoleh kepercayaan mereka. Jauhkanlah perilaku yang tidak manusiawi serta tidak Islami. Karena hal ini, saya anjurkan supaya menteri-menteri yang akan datang juga sangat berhati-hati dalam memilih para gubernur. Yakinkanlah orang-orang itu kompeten, bijaksana, disukai, berdedikasi kepada Islam dan Kepada Republik Islam dan dapat bersatu dengan rakyat. Perlulah bahwa kedamaian dan ketentraman menjadi aturan yang berlaku. Hendaklah diingat bahwa setiap menteri bertanggung jawab tentang Islamisasi dan mengatur urusan-urusan bidang tanggung jawab mereka sendiri. Namun sebagian harus menyadari kementerian ini mempunyai watak yang sangat khas. Misalnya, kedutaan-kedutaan kita di luar negeri.
Sejak hari-hari awal sesudah kemenangan revolusi, saya sering menasehati menteri-menteri luar negeri. Menteri luar negeri yang sekarang ini diharapkan akan mencapai tujuan itu dengan usaha sungguh-sungguh pada waktu yang tepat.
Saya nasehati para menteri luar negeri. sekarang dan yang akan datang, bahwa tanggung jawab Anda memang berat, baik dalam membersihkan kantor-kantor departemen atau Kedutaan, juga dalam area kebijakan luar negeri, pemeliharaan kemerdekaan kita. mernelihara kepentingan negara, dalam area mengadakan hubungan baik dengan negara-negara yang tidak bermaksud campur tangan dengan urusan dalam kita. Jauhkan apa pun yang mungkin menunjukkan ketergantungan dalam berbagai dimensinya. Ketahuilah bahwa ketergantungan pada orang lain dalam hal-hal tertentu, walaupun mungkin nampak berguna bahkan memberikan keuntungan besar, sekarang dan di masa depan, hal ini akan merusak negara pada akar-akarnya. Lakukan setiap usaha untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Islam dan untuk membangkitan para negarawan mereka dan mengundang mereka pada persatuan karena Allah bersama Anda.
Nasehat saya Kepada bangsa-bangsa Muslim ialah: Jangan menunggu bantuan dari luar untuk mencapai tujuan Anda, yang merupakan penerapan ajaran-ajaran Islam itu. Anda harus bangkit sendiri dan melakukan tugas vital yang akan mewujudkan kemerdekaan Anda ini. Hendaklah para ulama besar dan muballiqh terh.rmat di negara-negara Islam mengajak pemerintah untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada kekuatan-keuatan besar asing dan supaya memahami bangsa mereka sendiri. Dengan cara ini kemenangan akan menjadi milik Anda.
Ajaklah bangsa-bangsa untuk bersatu dan menjauhkan perpecahan, yang bertentangan dengan hukum Islam. Berjabat tanganlah dalam persahabatan dengan sesama mukminin di negara mana saja dan bangsa apa saja, karena agama Islam telah menetapkannya sebagai saling bersaudara. Apabila dengan rahmat Allah, semangat persaudaraan dan persamaan ini menjadi kenyataan pada suatu saat.
Nasehat saya kepada kementerian Islam, terutamasekarang, yang mempunyai ciri khas sendiri, ialah supaya bertindak menyiarkan kebenaran melawan kepalsuan dan mengemukakan wajah Republik Islam yang sesungguhnya. Setelah memutuskan tangan-tangan para adikuasa dari negara kita, sekarang kita dilanda oleh gelombang propaganda dari seluruh media massa yang terafiliasi dengan para adikuasa. Pertimbangkanlah tuduhan-tuduhan tak berdasar yang dilontarkan kepada kita oleh para penulis dan pembicara dari media massa-media massa milik para adikuasa ini.
Disesalkan, kebanyakan negara Islam sekawasan. yang seharusnya menurut perintah Islam menunjukkan persaudaraan kepada kita, telah bangkit menentang kita dan menempatkan dirinya sebagai pelayan para penelan dunia, untuk agresi dan invasi terhadap kita, dari setiap sisi dan penjuru. Dan, saran a propaganda kita lemah sementara sekarang dunia berputar sekitar publisitas dan propaganda.
Yang dinamakan para penulis intelektual, terseret ke satu kamp atau lainnya, ambisi-ambisi mereka, keakuan. serta usaha mereka untuk mendapatkan kedudukan eksklusif, tidak membiarkan mereka memikirkan kebebasan dan kemerdekaan negara mereka. Faktor-faktor ini tidak mengizikan para penulis itu untuk sejenak pun memperhatikan kepentingan-kepentingan bangsa mereka sendiri juga menarik perbandingan antara kemerdekaan dan kebebasan dalam Republik Islam dengan rezim tirani yang sebelumnya.
Para penulis dan pembicara itu tak mau berhenti sebentar untuk menimbang dan mengukur kehidupan yang patut dan terhormat dalam negara sekarang, termasuk sebagian dari kesenangan-kesenangan dan kenikmatan hidup, dibandingkan dengan apa yang mereka punyai dalam rezim sebelumnya, yang terbenam dalam ketergantungan, perbudakan, pujian kosong dan pemujaan korupsi dan kejahatan; bila tidak demikian, mereka tidak akan membuat tuduhan-tuduhan palsu yang sama sekali tidak mengena terhadap Republik Islam yang barn lahir ini, akan menggunakan pena dan suara mereka untuk bangsa dan pemerintahan ini.
Masalah propaganda bukanlah pekerjaan kementerian bimbingan saja. Malah merupakan suatu kewajiban bagi semua penulis, orator, seniman dan ulama. Kementerian luar negeri harus mengatur agar kedutaan-kedutaannya disuplai dengan kepustakaan hubungan masyarakat untuk mengungkapkan wajah cemerlang Islam ke seluruh dunia. Apabila wajah Islam sesungguhnya, yang didakwahkan AI-Quran dan Sunnah kepada kita dalam berbagai dimensinya, muncul dari tabir-tabir yang direntangkan oleh lawan, dan dilepaskan dari salah paham para sahabat, Islam akan melimpahi seluruh dunia, dan pahji kehormatannya akan berkibar di mana-mana. Batapa sedihnya kaum muslimin yang memiliki permata paling bermutu menyuguhkannya, suatu barang yang paling berharga sehingga setiap orang berusaha mencari melalui intuisinya sendiri, padahal pemegangnya sendiri tidak menyadarinya, mengabaikannya dan kadang-kadang berpaling dari padanya!
Satu dari masalah-masalah sangat penting yang menentukan nasib ialah masalah lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak sampai ke universitas. Karena luar biasa pentingnya, saya mengulang hal ini dengan sekedar komentar.
Bangsa yang telah dijarah ini harus mengetahui bahwa dalam setengah abad yang lalu, semua pukulan menghancurkan kepada Iran dan Islam terutama datang dari universitas. Apabila universitas dan pusat-pusat pendidikan lainnya secara aktif bergiat dalam latihan, pembersihan, dan pendidikan anak-anak, maka para pemuda kita yang dipersenjatai dengan program nasional yang Islami yang bertujuan untuk meningkatkan kepentingan negara, negara kita dahulu tidak akanditelan oleh Inggris dan kemudian oleh Amerika dan Uni Soviet dengan persetujuan-persetujuan yang merusak tidak akan dipaksakan kepada bangsa kita yang tertindas itu.
Begitu pula, para penasehat asing tidak akan diizikan masuk ke dalam negara kita. Sumber kekayaan kita dan emas hitam bangsa kita tidakakan jatuh ke dalam kantong-kantong kekuatan syaitan. Keluarga Pahlevi dan orang-orang yang bergantung kepadanya akan dapat merampoki kekayaan rakyat ini lalu membangun taman-taman dan vila-vila pribadi di atas tubuh-tubuh rakyat tertindas di dalam dan luar negeri. Bank-bank asing akan tidak menjadi kaya dengan pengorbanan rakyat tertindas dan uang-uang itu tidak akan dikeluarkan oleh thaghut dan anak cucu serta keluarganya untuk pesta-pesta seks dan berbagai tingkah dosa.
Dalam majelis, pemerintah, yudikatif, dan organ-organ lainnya telah muncul dari universitas-universitas yang Islami, maka sekarang bangsa kita tidak akan menghadapi masalah-masalah kehancuran. Apabila para tokoh bersih, dengan kecenderungan nasional dan Islami, tidak seperti apa yang digambarkan sebagai Islam di masa lalu itu, telah dikirimkan ke universitas-universitas kepada ketiga pusat kekuasaan itu, maka situasi akan lain, kita akan sudah melihat hari-hari yang lain. Bangsa kita yang tertindas akan selamat. Kekejaman dan penindasan kerajaariakan digagalkan oleh rakyat jauh sebelumnya, sebagaimana rumah pelacur dan pusat kejahatan yang cukup merusak seluruh generasi muda bangsa kita. Kita tidak akan menjadi ahli waris kondisi-kondisi bobrok oleh kecanduan obat-obatan dan narkotika.
Apabila universitas kita Islami, dan nasionalis, maka ia akan sudah melatih, mendidik dan menyuguhkan kepada masyarakat ratusan ribu mudarris. Betapa sedihnya bahwa lembaga-lembaga ini diurus, dan anak-anak kita dilatih serta di didik semuanya, dengan sedikit pengecualian, oleh orang-orang yang keracunan Timur dan Barat yang dtempatkan pada posisi vital serta ditugasi untuk perencanaan dan perancangan khusus. Anak-anak kita yang tak berdosa yang tercinta, tak berdosa dan tertindas, sarangnya, telah dilatih oleh srigala-srigala yang terafiliasi dengan para adikuasa. Para guru besar dan instruktor ini bersandar pada kekuasaan legislatif, yudikatif, eksekutif dan pengaruh mereka.
Namun, universitas-universitas, Alhamdulillah telah dibebaskan. Sekarang terserah kepada bangsa dan pemerintah Islam ini untuk mencegah unsur-unsur korup yang merupakan penganut ideologi-ideologi menyeleweng. Untuk menginfiltrasi perguruan tinggi pendidikan guru, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Unsur-unsur semacam itu harus disingkirkan secepat mereka mengambil langkah pertama, sehingga kesulitan-kesulitan itu tidak muncul nanti.
Nasehat saya kepada para siswa dan mahasiswa ialah agar mereka sendiri bangkit dengan berani lalu menentang seluruh penyelewengan dan penyimpangan sehingga kebebasan kemerdekaan bangsa ini dan Anda sendiri tetap am an dan terjamin.
Keseluruhan angkatan bersenjata, termasuk angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, pengawal revolusi, polisi, orang-orang dari komitekomite revolusioner, sukarelawan Basij, semua mempunyai status yang khusus. Mereka adalah senjata-senjata yang kuat dari Republik Islam ini dan pengawal perbatasan; mereka menjamin keamanan jalan-jalan, kota-kota dan area-area pedesaan. Sesungguhnya mereka mempersiapkan kedamaian dan keamanan bagi bangsa ini dan berhak mendapat perhatian khusus dari bangsa ini, pemerintah dan Majelis.
Semua harus mengingat bahwa angkatan bersenjata, bidang apa pun, dimanipulasi dan digunakan, lebih dari sesuatu lemabaga dan lebih dari grup mana pun oleh para adikuasa dan siasat destruktif mereka. Melalui angkatan bersenjata dan intrik-intrik politik, kudeta-kudeta diatur dan dilaksanakan; pemerintah dan rezim diubah. Para pengadu yang khianat membeli beberapa kepala dan komandan dari angkatan-angkatan itu dan, melalui mereka ini, mengerjakan persekongkolan-persekongkolan keji, mengambil alih atau mendominasi suatu negara atau suatu bangsa yang tertindas, mengakhiri kebebasan serta kemerdekaan mereka. Apabila para komandan militer terhormat dan bersih, tidak akan ada kesempatan untuk suatu kudeta pada suatu bangsa, tidak pula bagi pendudukannya. Apabila ini terjadi, ia dikalahkan dan dinetralisasi oleh para komandan yang komited dan berdedikasi.
Di Iran, suatu mukjizat terjadi melalui tangan bangsa ini. Para personil angkatan bersenjata yang takwa dan komited serta para komandan mereka yang bersih dan patriotik, mempunyai saham besar di dalamnya. Tetapi sekarang peperangan terkutuk yang dipaksakan atas hasutan, perintah, dan bantuan Amerika Serikat serta kekuatan-kekuatan lain, sesudah dua tahun, bertemu mengalami kekalahan politik dan militer tentara murah yang agresif dan sekutu-sekutunya yang kuat, tidak bebas.
Angkatan bersenjata, pasukan polisi keamanan, orang-orang militan, pengawal revolusi dengan bantuan rakyat yang tak tanggung-tanggung, telah memberikan kehormatan di front maupun di garis belakang peperangan. Intrik-intrik dalam negeri dan pemberontakan-pemberontakan oleh boneka-boneka Timur dan Barat yang bertujuan untuk meruntuhkan Republik Islam, telah dikalahkan oleh para pemuda komite revolusioner, pengawal revolusi, sukarelawan yang dimobilisasi, oleh polisi juga dengan bantuan bangsa ini.
Para pemuda bersemangat inilah yang berjaga-jaga di malam hari supaya keluarga dapat beristirahat dengan damai. Semoga Allah menolong dan membantu mereka! Qleh karena itu, nasehatpersaudaraan saya, pada langkah terakhir tertinggal pada ujung hayat saya, kepada seluruh angkatan bersenjata, supaya mencintai Islam dan dengan sepenuh hati yang cinta kepada Allah dan keinginan bersatu dengan-Nya, meneruskan karya-karya pengorbanan dan pengabdian Anda yang berharga di front-front dan dimana-mana dalam negara.
Waspadalah terhadap kelicikan politik khianat unsur-unsur pro Barat atau pro Timur yang bekerja di balik tirai!
Yakinkanlah, bahwa ujung tajam belati mereka diarahkan dari setiap sisi kepada Anda, lebih dari kelompok mana pun. Mereka hendak mempergunakan Anda yang telah mempertahankan nyawa Anda supaya revolusi dapat menang dan Islam bangkit kembali. Mereka hendak melemparkan Republik Islam dan memisahkan Anda dari Islam dan bangsa ini, dengan berpura-pura Islam dan mengabdl kepada bangsa dan negara, merekaberusaha menjatuhkan Anda ke dalam pangkuan salah satu dari kedua kutub penelan dunia, dengan demikian membatalkan dan mengosongkan usaha-usaha dan pengorbanan-pengorbanan kita dalam kelicikan politik dan berpura-pura mencintai Islam dan bangsa.
Saya nasehatkan dengan tekanan kepada angkatan bersenjata untuk melaksanakan dan menaati peraturan militer tentang ketidakterlibatan dalam politik, partai, grup, atau fraksi. Militer, polisi keamanan, pengawal revolusi atau anggota Basich tidak boleh memasuki gefanggang politik. Menjauhlah dari politik supaya Anda mampu mempertahankan dan memelihara kebanggaan militer Anda, dan jadilah lebah; terhadap perselisihan dan perpecahan ke dalam. Para komandan militer harus melarang masuk ke dalam partai politik orang-orang yang di bawah komandonya. Karena revolusi milik seluruh bangsa, maka pemeliharaannya pun adalah kewajiban semua orang. Oleh arena itu, pemerintah bangsa, dewan pertahanan, Majelis Syura Islami semuanya bertugas dengan tanggung jawab religius dan nasional untuk menentang, sejak mula setiap keterlibatan dalam politik, atau sesuatu tindakan menentang kepentingan Islam dan negara, oleh angkatan bersenjata, terlepas dari kategori, golongan, cabang dan pangkat. Keterlibatan semacam itu pastilah akan merusak dan menyelewengkan mereka.
Adalah kewajiban pemimpin atau dewan perwalian untuk mencegah keterlibatan semacam itu dari angkatan bersenjata, dengan tindakan-tindakan yang menentukan, sehingga tiada bencana boleh menimpa negara.
Nasehat kasihku kepada angkatan bersenjata pada hari-hari akhir kehidupanku di dunia ialah supaya tetap setia kepada Islam sebagaimana Anda setia kepadanya sekarang. Islam adalah satu-satunya akidah kebebasan dan kemerdekaan yang benar, dan Allah Yang Mahakuasa membimbing kita semua kepada kedudukan manusiawi yang mulia dengan cahaya Islam. Islam menyelamatkan Anda, negara, dan bangsa dari ehinaan bergantung pada kekuatan-kekuatan yang hendak memperbudak Anda dan bernafsu untuk membuat negara serta bangsa ini tetap terbelakang, sebagai onsumen dari barang-barang mereka, dengan demikian memasang Anda di bawah belenggu penyerahan.
Pilihlah kehidupan yang terhormat dengan kesulitan daripada perbudakan dengan kesenangan hewani. Ketahuilah bahwa selama Anda mengulurkan tangan Anda epada orang lain untuk kebutuhan-kebutuhan industri maju, maka kekuatan dari kemajuan inisiatif dan reatif tidak akan berkembang dalam diri Anda. Suatu contoh yang objektif telah Anda saksikan sendiri dalam Pasca Revolusi. Orang-orang diantara kita yang nampaknya tidak mampu membuat atau mereparasi apa pun, setelah blokade ekonomi dipaksakan kepada kita, terpaksa menggunakan pikiran dan akal, dan kita berhasil membuat banyak barang-barang yang bagus.
Peperangan ini, blokade ekonomi dan pengusiran para penasehat dan spesialis asing. Merupakan rahmat Ilahi sendiri memboikot barang-barang yang dibuat para penelan dunia, dan berusaha lebih keras dan meningkatkan inisiatif, mereka akan berswasembada dan tidak harus meminta-minta kepada musuh untuk memberikan kebutuhan-kebutuhan mereka.
Harus saya tambahkan disini bahwa setelah keterbelakangan yang berkepanjangan, kebutuhan kita akan barang-barang buatan asing merupakan suatu fakta yang tak tersangkal. Namun, ini tidak berarti bahwa kita harus tergantung pada salah satu dari kedua kutub dalam ilmu pengetahuan yang maju. Pemerintah dan tentara harus berusaha untuk mengirimkan mahasiswa-mahasiswa yang tulus ke negara-negara industri besar, yang mempunyai teknologi maju, tetapi yang tidak mencari penjajahan atau eksploitasi. Jauhi mengirimkan mahasiswa ke Uni Soviet, Amerika Serikat dan negara-negara yang mengikuti garis salah satu dari kedua kutub ini.
Barangkali, lnsya Allah, akan tiba harinya ketika kekuatan ini menyadari kesalahan mereka dan menjadi manusiawi, serta menghormati hak-hak orang lain. Mudah-mudahan, Insya Allah, kaum papa yang tertindas, mustadh’afin, bangsa-bangsa yang sadar, kaum muslimin yang takwa, melepaskan mereka dari tempat duduknya dan mengambil tempat mereka yang sah, amin!
Radio, televisi, pers, bioskop dan teater, adalah sarana yang paling efektif untuk membodohkan dan merusak bangsa-bangsa, terutamagenerasi muda. Selama abad lalu, terutama taruhannya yang kedua, rencana-rencana jahat yang besar ditelurkan dan dilaksanakan melalui media-media ini melawan Islam dan para pelayan yang tulus, para ulama. Media massa juga digunakah dalam jaringan propaganda penjajah Timur dan Barat. Mereka bisa menciptakan pasar untuk barang-barang mewah dan perhiasan.
Media itu difokuskan untuk membuat rakyat meniru orang lain, terutama dalam bidang berpakaian, konsumsi segala macam minuman, peniruan gaya arsitektur dalam perumahan, dan banyak hal lainnya. Berlaku atau bersikap ala Barat dianggap suatu hal yang membanggakan. Orang-orang Eropa semu ini, meniru orang-orang Barat dalam segala bentuk dan cara, dalam berpakaian, dalam berbicara dalam segala macam perilaku dan hubungan sosial. Kata-kata dan istilah asing digunakan dalam pembicaraan dan penulisan, sedemikian rupa, sehingga sulit dipahami oleh kebanyakan rakyat, bahkan oleh kalangan orang yang setara dengan orang yang menggunakannya itu.
Film-film televisi yang menggambarkan produk Timur dan Barat membuat orang muda pria dan wanita tersesat dari jalan normal, pekerjaan mereka, melemparkan dan melupakan kehidupan diri dan kepribadian mereka. la juga menimbulkan pesimisme terhadap diri mereka sendiri, negara mereka dan kultur mereka serta karya-karya seni dan kesusastraan yang bernilai tinggi, yang kebanyakannya beroleh jalan ke gedung-gedung kesenian dan perpustakaan Timur dan Barat melalui pengkhianatan para kolektor.
Majalah-majalah porno mencetak gambar-gambar dan menulis artikel-artikel yang merusak moral. Surat-surat kabar merasa bangga dalam membimbing kaum muda ke Timur atau ke Barat dengan jalan menerbitkan kultur-kultur anti Islam dan anti bumi putra. Publisitas be:sar-besaran mempromosikan pusat-pusat kejahatan seperti rumah-rumah pelacuran, kasino-kasino dan organisasi-organisasi undian. Toko-toko eceran besar menjual barang-barang mewah, alat-alat perhiasan, alat-alat permainan adu untung, minuman-minuman mengandung alkohol, dan sebagainya. Semua ini masuk ke dalam negeri yang difinasir dengan penjualan minyak, gas dan sumber-sumber pertambangan yang berharga lainnya.
Apabila rezim Pahlevi masih hidup tak lama lagi para pemuda kita, putra-putra Islam dan negara yang merupakan harapan bangsa di masa depan,akan sudah hilang dari Islam dan bangsanya, dengan persekongkolan syaitani dari sistem yang korup itu melalui media massa dan para liberal dan intelektual pro Timur dan pro Barat. Atau, kaum muda akan sudah menghancurkan kehidupan mereka di pusat-pusat kejahatan itu, atau berubah menjadi badut-badut para adikuasa dan menghancurkan negara. Dengan kasih-Nya, Allah Yang Mahakuasa telah menyelamatkan kita dari perbuatan para penjahat itu.
Nasehat saya kepada Majelis Syura Islam, kepada Dewan Perwalian, kepada Dewan Tinggi Kehakiman, dan kepada pemerintah, sekarang dan di masadepan, ialah memelihara kantor-kantor berita, pers, dan majalah-majalah dalam pelayanan kepada Islam dan kepentingan negara. Kita semua harus mengetahui bahwa kebebasan gaya Barat merusak pemuda, terkutuk dalam pandangan Islam dan dalam penalaran pikiran.
Propaganda, kesusatraan, kesenian, artikel-artikel, pidato-pidato, buju-buku dan majalah yang bertentangan dengan Islam dan kepentingan negara, adalah tabu. Adalah kewajiban semua Muslim untuk mencegah percetakan dan penyebarannya. Apabila hal-hal itu tidak dihentikan, semua harus bertanggung jawab. Rakyat dan pemuda hizbullah harus melaporkan para pejabat bilamana mereka menemukan hal-hal seperti itu. Apabila para pejabat tidak mengambil tindakan, para anggota hizbullah wajib mencegah hal-hal semacam itu. Semoga Allah menolong kita semua!
Semoga nasehat saya kepada kelompok, grup dan orang-orang yang aktif dalam menentang Republik Islam dan Islam, dan kepada anak-anak mereka di luar hegeriatau di kampung halamannya ialah agar pengalaman panjang tentang persekongkolan dan perbuatan dalam cara-cara yang lain dalam meminta dukungan para pejabat dan negara asing, harus menjadi fikiran bagi Anda, yang berdedikasi tak dapat diubah oleh tindakan-tindakan teror dan sabotase, oleh bom-bom yang meledak dan penyebaran dusta yang diperlukan.
Tidak ada negara yang dapat dijungkirkan oleh metode-metode tak manusiawi dan tak logis seperti itu, terutama bangsa Iran, yang para pemuda, orang tua laki-laki dan perempuan, serta anak-anak, seluruhnya mengorbankan hidupanya pada jalan Republik Islam, Quran dan agama. Anda tahu bahwa bangsa ini tidak bersama Anda, tindakan-tindakan kasar Anda dan kegiatan-kegiatan krminal yang Anda lakukan telah memisahkan rakya dari Anda. Anda tidak memperoleh apa pun selain permusuhan dari orang-orang lain.
Nasehat saya kepada menjelang akhir hayat saya ialah jangan berperang melawan rakyat yang tertindas, yang setelah 2.500 tahun di bawah kekuasaan tirani raja-raja, yang telah membebaskan diri dan para pemudanya dari kekuasaan menindas seperti rezim Pahlevi, dan yang telah menggoncangkan pelan dunia Timur dan Barat.
Bagaimana mungkin hati nurani seseorang membolehkan dia berlaku begitu kejam kepada bangsanya sendiri, karena pertimbangan remeh akan sebuah kedudukan? Saya nasehati Anda untuk meninggalkan tindakan-tindakan yang tak berguna dan tidak bijaksana ini. Kembalilah dengan aman kepada negara dan Islam, dari mana saja Anda berada, asal kamu tidak melakukan kejahatan sebelumnya. Bertobatlah, karena Allah Yang Mahakuasa adalah pemurah, dan Republik Islam serta bangsa ini, Insya Allah, akan memaafkan Anda. Apabila Anda telah melakukan kejahatan untuk apa Tuhan telah menjelaskan kewajiban Anda, kembalilah kepada-Nya dari tengah jalan Anda, dan bertobatlah. Dan, apabila Anda mempunyai keberanian, terimalah hukuman dan dengan demikian menyelamatkan jiwa Anda dari “siksaan yang pedih”. Jangan sia-siakan lagi hidup Anda, ambillah sikap dan pekerjaan lain. Ini yang terbaik bagi Anda.
Saya bertanya kepada para pendukung grup-grup ini, di dalam atau luar negeri: Mengapa menghancurkan kehidupan anda dan masa muda anda demi orang-orang yang, sebagaimana telah terbukti nyata, adalah pelayan kekuatan-kekuatan dunia, mengikuti rancangan mereka dan jatuh dalam jebakan mereka?
Insentif apa yang mungkin Anda punyai?
Mengapa Anda berbuat salah terhadap bangsa Anda sendiri?
Untuk apa dan untuk siapa Anda telah tertipu!
Apabila Anda hidup di sini, dalam negeri ini, Anda dapat dengan mata Anda melihat sendiri bahwa massa rakyat yang berkekuatan berjuta-juta adalah setia kepada Republik Islam dan berdedikasi kepadanya. Anda dapat melihat bahwa pemerintah yang sekarang ini paling tulus dalam melayani rakyat dan kaum mustadh’afin. Orang-orang yang secara palsu mengaku bahwa mereka dari rakyat, atau mereka adalah Mujahidin dan Feda’yyan rakyat, sesungguhnya telah bangkit menentang hamba-hamba Allah.
Mereka telah menipu Anda, para pemuda dan pemudi, untuk melayani kepentingan mereka atau tujuan-tujuan salah satu dari kedua kutub rakus, sementara mereka sendiri hidup bersenang-senang dalam rangkulan kedua kutub kejahatan itu. Atau mereka hidup dalam kemewahan dan kesenangan di ‘rumah-rumah pasangan’ atau vila-vila dan meneruskan kejahatan-kejahatan mereka yang dengan itu mereka mengorbankan kedupan anda.
Nasehat asih saya kepada Anda, kaum muda yanghidup di negeri ini atau di luar negeri ialah untuk melepaskan jalah yang salah. Kembalilah dan bergabung dengan rakyat papa dari masyarakat yang melayani Republik Islam dengan sepenuh hatinya. Bertindaklah dan layanilah Iran yang bebas dan merdeka, supaya negara dan bangsa ini terlepas dari keburukan dan kejahatan musuh. Hiduplah bersama-sama dalam kehormatan. Mengapa dan untuk berapa lama anda mendengarkan perintah-perintah orang yang memerangi bangsanya sendiri dengan dukungan para adikuasa, mengorbankan anda untuk tujuan-tujuan dan ambisi buruk mereka?
Dalam tahun-tahun emenangan revolusi, anda perhatikan bahwa kata-kata dan tindakan mereka merupakan dua hal yang terpisah. Klaim- klaim mereka dibuat-buat untuk menipu para pemuda yang berhati murni. Anda harus mengetahui, mereka tidak mempunyai kekuatan menghadapi gerakan membanjir bangsa ini, dan bahwa tindakan mereka hanya akan mengakibatkan kerugian mereka sendiri dan ehancuran hidup mereka. Saya telah melaksanakan tugas saya untuk memberi nasehat dan saran.
Saya harap Andamendengarkan nasehat ini, yang akan sampai kepada Anda setelah saya wafat, etika tidak lagi ada persoalan tentang keuntungan pribadi bagi saya, dan dengan demikian melepaskan diri Anda dari penderitaan-penderitaan pedih yang dititahkan Allah. Semoga Allah Yang Mahakasih membimbing anda ke jalan yang lurus!
Nasehat saya kepada kaum kiri, seperti para komunis, Feda’iyyin Khalq dan grup-grup kiri lainnya, ialah: Tanpa mempelajari lebih dahulu berbagai ideologi. tanpa mencari dan memperoleh pandangan para pewenang tentang Islam, Bagaimana Anda membiarkan diri Anda memeluk ideologi yang telah kalah dan tidak berfungsi?
Apa insentif Anda?
Apa yang membuat hati Anda menetap pada sesuatu ismeisme yang telah dianggap kosong dan hampa oleh para peneliti?
Apa tujuan Anda dalam kehendak untuk menyeret negara Anda ke dalam pengakuan Amerika, Uni Soviet atau Cina?
Apa yang membuat anda memerangi bangsa anda sendiri atas nama cinta kepada rakyat, atau bersekongkol melawan rakyat sendiri untuk kepentingan orang asing?
Anda sangat melihat bahwa orang-orang yang telah mengklaim dan menganut komunisme sejak awal mulanya adalah paling diktator, haus kuasa dan hegemonis.
Berapa banyak bangsa yang hancur di bawah tekanan Uni Soviet lalu lenyap?
Bangsa-bangsa yang diperintah Uni Soviet, muslimin atau bukan, sedang berjuang dari bergelut di bawah tekanan diktator partai komunis. Tertekan dari segala kemerdekaan, mereka semata-mata hidup dalam penindasan yang jauh lebih buruk dari apa pun di dunia ini.
Stalin adalah salah satu dari yang dinamakan wajah-wajah cemerlang pada partai itu. Kita semua melihat masuk keluarnya serta upacara-upacara aristokratis yang menyertainya. Bahkan sekarang, ketika Anda, para individu yang tertipu, siap mengorbankan hidup Anda karena cinta kepada partai itu, rakyat Soviet yang tertindas dan bangsa-bangsa satelit dari negara itu, seperti rakyat Afghanistan dan sebagainya, sedang melenyap di bawah kekejaman rezim Soviet. Sementara itu, Anda yang mengaku memihak kepada rakyat, menyakiti dan merugikan rakyat dalam setiap cara yang mungkin sekuat kuasa Anda.
Anda melakukan kejahatan-kejahatan yang tak terkira-kira terhadap rakyat Amol yang terhormat, yang secara salah Anda anggap sebagai pendukung kuat Anda, dan dengan salah mengirimkan sejumlah besar dari mereka untuk berperang melawan pemerintah dan rakyat dengan hasil sebagian besar dari mereka terbunuh.
Anda, pendukung rakyat tertindas, ingin menyerahkan rakyat Iran yang tidak berdosa dan tertindas kepada pemerintah diktator Soviet dan untuk ini Anda memakai kedok dan menyebut diri Anda Feda’iyyin Khalq dan mendukung penindasan. Ini sedang dilaksanakan sekarang oleh partai Tudeh dan pengikut-pengikutnya melalui persekongkolan dan intrik-intrik di bawah pendukung Republik Islam dan dengan kelompok (kiri) lain dengan menggunakan senjata teror, pemboman dan lain-lain.
Saya menasehati semua partai (politik) dan grup-grup yang lebih dikenal sebagai kiri (meskipun indikasi-indikasi menunjukkan afiliasi mereka dengan komunis Amerika) , apakah diberi makan atau diilhami oleh Barat; atau orang yang menamakan diri ‘pemerintahan sendiri’ dan mendukung orang-orang Kurdi dan Baluchistan, telah mengangkat senjata dan menghancurkan kehidupan rakyat Kurdistan yang tertindas dan suku-suku lokal yang lain. (Anda) telah mengancam usaha-usaha pemerintah Islam dalam menyajikan layanan pendidikan, medis dan ekonomi maupun aktivitas pembangunan di provinsi-provinsi ini. Kelompok-kelompok semacam Demokrat, Komeleh, akan membantu bangsa itu.
Pengalaman-pengalaman menunjukkan bahwa mereka semata-mata melakukan kerusakan dan tidak membawa sesuatu pun kecuali kemelaratan kekawasan itu. Itulah hal-hal yang dapat mereka lakukan, dan tidak lebih dari ini. Dengan demikian, demi kepentingan mereka sendiri, bangsa mereka dan propinsi mereka, agar mereka bekerjasama dengan pemerintah, menghindari pengacauan, pelayanan kepada orang-orang asing, dan pengkhianatan kepada negara. Malahan, hendaklah mereka berpartisipasi dalam membangun negara dan meyakinkan bahwa Islam lebih baik bagi mereka dari kejahatan Barat kediktatoran Timur, dan mencapai hasrat-hasrat manusia yang terbaik.
Nasehat saya kepada kelompok-kelompok Muslim yang secara keliru cenderung ke Timur atau ke Barat, dan kadang-kadang mendukung kaum munafikin yang pengkhianatannya terbukti, dan tidak sengaja mengutuk orang-orang yang menentang musuh-musuh Islam, ialah agar mereka tidak bersikeras dalam kesalahan mereka. (Dalam memberi contoh) keberanlan Islami, mereka harusnya mengakui kesalahan-kesalahan mereka, dan untuk mencapai keridhaan Ilahi, dengan rakyat, lalu bersama-sama menyelamatka,n sejarah kaum mustadh’afin dari kejahatan dan kekejaman kaum mustakbirin. Ingatlah apa yang dikatakan oleh mujtahid besar Mudarris dalam sidang Majelis yang sedih: “Kalau kita mesti dihancurkan, mengapa harus kita sendiri yang melakukannya?” Dalam mengenang syahid besar itu, saya katakan kepada Anda sekarang bahwa jauh lebih kita dimusnahkan dari mukabumi secara terhormat oleh Amerika Serikat atau Uni Soviet dan menemui Tuhan kita dalam kemuliaan, daripada hidup senang di bawah panji pasukan Barat.
Demikianlah pratek para Nabi besar, para Imam suci dan para agamawan besar yang kita ikuti. Kita harus meyakinkan diri kita bahwa apabila suatu bangsa menghendaki, ia dapat hidup tanpa ketergantungan. dan kekuatan-kekuatan dunia tak dapat memaksakan apa pun kepada suatu bangsa, yang bertentangan dengan kehendak bangsa itu. Harus dipelajari suatu pelajaran dari Afghanistan di mana pemerintah menyerobot dan partai-partai kiri telah bersama Uni Soviet namun tidak mampu menekan rakyat.
Lagipula, sekarang bangsa-bangsa yang tertindas telah bangun dan segera setelah kesadaran mereka bangkit, akan menimbulkan pergolakan, kebangkitan, gerakan, dan revolusi. Mereka akan muncul dari dominasi para penindas mustakbirin. Anda, muslimin, yang mencintai nilai-nilai Islami, dapat melihat sendiri bahwa pemisahan dari Timur dan Barat sedang mengungkapkan rahmat-rahmatnya. Para cendikiawan dan otak-otak pribumi telah menjadi aktif dan sedang bergerak menuju swasembada. Semua yang dipura-purakan oleh para spesialis pengkhianat dari Timur dan Barat sebagai yahg mustahil dapat kita capai, ternyata telah dicapai oleh tangan-tangan dan otak bangsa ini.
Insya Allah kecenderungan itu akan terus berlanjut di masa depan. Sarang, revoiusi ini terjadi terlambat! Sekiranya ini telah terjadi pada awal pemerintah Mohammad Reza negara yang telah dirampoki ini akan lain adanya.
Nasehat saya kepada para penulis, orator, para cendikiawan, para pencari kesalahan, para pengacau, dan semua orang yang mempunyai kompleks inilah: ketimbang membuang waktu Anda mengikuti suatu jalan yang bertentangan dengan Republik Islam dan berbuat sekuat kuasa Andal untuk mencemarkan Majelis, pemerintah, dan para pelayan rakyat lainnya, dengan pesimisme dan nilai buruk Anda, dan dengan demikian mendorong negara ke jalan para adikuasa.
Sediakanlah satu malam dalam kesendirian dengan Tuhan, duduklah sendirian dengan hati nurani Anda sendiri dan pelajarilah motif-motif batin Anda yang sering tidak disadari, dan fikirkanlah mengapa, dan dengan standar kejujuran apa Anda mengabaikan darah semua tubuh pemuda yang dirusak dan bertebaran di mana-mana di medan perjuangan dan di kota-kota kecil dan besar?
Mengapa Anda memulai perang urat sayaf dengan suatu bangsa yang telah melepaskan dari tengkuknya tekanan-tekanan para penindas dan perampok dari luar dan dalam negeri, telah membayar mahal untuk memperoleh kebebasan dan kemerdekaannya, dengan darah anak-anaknya, dan sekarang hendak mempertahankan ini dengan pengorbanan yang lebih jauh?
Mengapa Anda hendak membuka lagi jalan para penindas mustakbirin dengan persekongkolan khianat dan menciptakan perselisihan serta perpecahan?
Tidakkah lebih baik bagi Anda untuk mengawal dan memandu pemerintah, Majelis dan bangsa dengan pena Anda, dengan kata dan fikiran Anda, untuk memelihara tanah air Anda?
Apakah rakyat yang tertindas ini tidak patut mendapat bantuan Anda?
Tidakkah lebih baik Anda menolong dalam pemantapan pemerintahan Islami?
Apakah Anda memandang Majelis ini, presiden, dan pemerintahan serta sistem pengadilan ini lebih buruk dari apa yang ada dalam rezim yang sebelumnya?
Tidakkah Anda ketahui bahwa negara Islami ini dahulu merupakan basismiliter bagi Amerika Serikat dan pada saat yang sama diperlakukan oleh mereka sebagai suatu jajahan, atau bahwa Majelis, pemerintah dan angkatan bersenjata dahulu berada di tangan mereka?
Tidakkah Anda tahu bahwa para penasehat, spesialis dan industrialis mereka mempermainkan bangsa ini serta sumber-sumbernya?
Telah lupakah Anda penyebaran pelacuran ke seluruh bangsa, pusat-pusat kejahatan dan maksiat, termasuk penjudian, bar-bar, night club, tempat minuman keras dan sebagainya?
Bukankah setiap faktor ini merupakan unsur besar dalam merusak seluruh generasi pemuda?
Lupakah Anda bahwa bacaan-bacaan cabul dipromosikan oleh media massa yang korup dalam masa rezim yang sebelumnya?
Dan sekarang, setelah pasar-pasar kejahatan tidak ada lagi, pengadilan terhadap beberapa orang muda dari kelompok penyeleweng untuk mencemari dan menodai Islam dan Republik Islam, hukuman terhadap sejumlah orang yang telah memberontak terhadap Islam dan Republik Islam.
Dihukum mati membuat Anda memekikkan kemanusiaan! Pada saat yang sama Anda bersahabat dengan para individu yang secara terang-terangan mengutuk Islam dan bangkit menentangnya, atau telah memberontak dengan pena dan lidah mereka, yang lebih buruk dari pemberoritakan bersenjata. Dengan orang-orang seperti ini Anda mengikat persaudaraan dan berjabat tangan.
Anda menamakan orang-orang yang telah dinyatakan Allah ‘halal darahnya’ sebagai ‘penglihatan’ Anda!
Anda duduk di sisi orang-orang yang para pelakunya menciptakan peristiwa bencana 5 Maret 1981 ketika para pemuda dipukuli, dan menyaksikan penganiayaan itu! Pada waktu itu Anda namakan perbuatan- perbuatan Islami dan etis. Tetapi, ketika pemerintah dan pengadian mengadili dan menghukum musuh-musuh itu, para ateis penyeleweng, Anda memekikkan kemanusiaan! Anda memekikkan tak berdosa! Saya merasa sedih terhadap saudara-saudara dari orang-orang yang catatannya saya ketahui.
Saya tertarik pada beberapa orang dari Anda, tetapi tidak pada orang-orang yng memberontak, bertopeng seperti bermaksud baik, para serigala dalam busana domba, karena mereka pelaku yang mempermainkan segalanya dan bermaksud menghancurkan negara dan bangsa karena mereka adalah budak-budak dari salah satu di antara kedua kutub perampok.
Orang-orang yang mensyahidkan para pemuda, orang-orang muda yang berharga, pendidik masyarakat, dan tidak menunjukkan belas kasihan pada anak-anak muslim yang tak berdosa, telah merusak segala sesuatu di hadapan Tuhan dan tidak mampunyai jalan kembali karena mereka dikuasai oleh jiwa-jiwa yang jahat.
Tetapi Anda, saudara-saudara yang tulus, mengapa Anda tidak menolong pemerintah dan bangsa yang sedang berusaha untuk melayani orang-orang miskin yang tertindas, orang-orang yang tak bertudung dan berkasut, yang tak mempunyai apa-apa?
Apakah Anda telah berusaha untuk mengukur jumlah pelayanan yang telah dilakukan pemerintah ini dan berbagai yayasan di Republik ini?
Ini telah dilakukan, walaupun sementara dalam pergolakan yang terjadi ada pada setiap revolusi, dan walaupun peperangan telah dipaksakan kepadanya, dengan segala kerugian, kehancuran, jutaan pengungsi dari dalarn dan luar negeri, dengan segala tindakan sabotase, dalam waktu singkat ini, bandingkanlah itu dengan rencana-rencana pembangunan rezim yang dahulu.
Tidakkah Anda tahu bahwa karya-karya pembangunan pada rezim itu terbatas, hampir seluruhnya, pada kota-kota, dan dalam kota-kotaitu sendiri terbatas, terbatas pada lingkungannya yang memang sudah lebih baik, wilayah orang-orangkaya?
Kalangan-kalangan yang lebih miskin hanya beroleh bagian yang lebih sedikit atau tidak sama sekali, sedangkan pemerintahan sekarang ini serta yayasan-yayasan Islaminya, dengan sepenuh hati melayani kelompok-kelompok tertindas.
Anda, kaum mukminin, dukunglah pemerintah supaya proyek-proyek dapat berlangsung lebih lancar, dan dengan demikian, bila Anda kelak tampil di hadapan Hadirat-Nya, Anda tampil dengan memakai lam bang pelayanan kepada harnba-hamba-Nya.
Suatu pertanyaan yang memerlukan komentar ialah: Islam tidak mendukung kapitalisme yang kejam dan semena-mena untuk merebut hak-hak kaum tertindas. Kitab Allah dan Sunnah secara serius mengutuk kapitalisme semacam itu dan memandangnya sebag;ai bertentangan dengan keadilan sosial. Walaupun ada orang yang secara keliru menganggap bahwa Islam menyukai bentuk kapitalisme yang tak terkendali, namun itu tidak benar.
Penilaian yang keliru itu menutupi wajah Islami yang bersinar dan menyiapkan jalan bagi serangan-serangan tak adil oleh musuh-musuh Islam dengan memandangnya seperti rezim kapitalis atas pemerintah Amerika Serikat dan Inggris serta perampok Barat lainnya. Dengan bersandar pada tuduhan-tuduhan yang tak berdasar dan pemahaman yang salah seperti itu, musuh-musuh, tanpa merujuk sumber-sumbsr Islam untuk menjelaskan pokok ini, bangkit menantang Islam.
Islam bukan suatu pemerintahan Komunis atau Marxis-Leninis yang menentang kepemilikan pribadi dan membela Komunisme dalam segala segi, termasuk hubungan seksual dan homoseksual. Itu Kediktatoran yang destruktif yang merusak. Sebaliknya, Islam adalah suatu pemerintahan yang seimbang dan moderat, mengakui pemilikan dan menghormatinya dalam suatu bentuk yang terbatas atas (produksi) dan konsumsi. Apabila ini diterapkan, ekonomi yang sehat dan keadilan sosial akan timbul dari padanya karena persamaan sosial merupakan syarat bagi sehatnya suatu pemerintahan.
Di sini pun sejumlah orang yang tak sadar dan tak logis, tanpa pengetahuari tentang Islam dan gagasan ekonominya yang sehat, telah bangkit menentang grup yang pertama. Berlandaskan beberapa ayat AI-Quran dan mengutip beberapa ungkapan dari Nahjul Balaghah memandang Islam sebagai akidah penyeleweng seperti akidah Marx.
Orang-orang semacam itu tidak memperhatikan bagian-bagian lain Nahjul Balaghah dan ayat-ayatAI-Quran; sebagai akibat pemahaman mereka yang tak lengkap, telah mengakibatkan bang kit mengikuti kepercayaan komunis. Mereka mengabaikan ateisme, kediktatoran, dan penindasan terhadap nilai-nilai manusiawi misalnya, pihak minoritas memperlakukan masa manusiawi sebagai hewan-hewan.
Saya nasehati Majelis, pemerintah, presiden dan Dewan Kehakiman Tinggi supaya tunduk di hadapan perintah Allah dan tidak terpengaruh oleh propaganda kosong dari kutub kapitalisme yang kejam, kutub komunis yang ateis, namun menghormati pemilikan dan modal pribadi dalam batas-batas yang Islami.
Saya nasehati Anda untuk meyakinkan bangsa ini agar inisiatif pribadi dan kreativitas berkembang supaya negara dan pemerintah mencapai swasembada dalam segala bidang, termasuk industri ringan dan berat.
Saya nasehati orang-orang yang memperoleh kekayaan secara sah untuk menanamkan pendapatan mereka pada karya-karya pembaruan dalam pertanian, pedesaan dan pabrik-pabrik. Perbuatan ini sendiri merupakan suatu ibadah yang sunnah.
Saya nasehatkan Anda untuk berusaha bagi kesejahterankaum yang tertindas, karena ini pekerjaan yang baik, di dunia dan di akhirat, karena kalangan ini telah tertindas sepanjang sejarah feodal dan kerajaan. Betapa mulianya apabila kalangan yang kaya dengan suka rela menyediakan perumahan untuk menolong para penghuni gubuk karena hal itu akan merupakan rahmat bagi mereka di dunia dan di akhirat.
Adalah jauh dari keadilan apabila seseorang memiliki puluhan bangunan, sementara puluhan orang laintiQak mempunyai sebuah kamar pun untuk dihuni.
Nasehat saya kepada para fakih, ulama dan kepada para fakih semu yang menentang Islam karena berbagai alasan serta mengabdikan waktu untuk mencabutnya hingga ke akar-akarnya. Membantu musuh-musuh lain yang bersekongkol dan mengadakan intrik-intrik politik dan sebagaimana telah dikatakan, menyumbangkan kepada mereka jumlah yangsangat besar dari uang yang mereka terima dari para kapitalis yang tak mengenal T uhan, ialah bahwa sejauh ini Anda tidak memperoleh apa pun dari perbuatan buruk Anda, dan saya fikir Anda tidak akan mencapai apa-apa bila Anda meneruskannya. Maka, apabilaAnda lakukan semua kejahatan Anda ini demi dunia ini, Allah tidak membiarkan Anda mencapai apa pun. Maka lebih baik bagi Anda untuk bertobat. Untuk itu masih ada kesempatan; mohonlah keampunan Allah dan bersatulah dengan bangsa yang tertindas dan dukunglah Republik Islam yang telah terwujud dengan pengorbanan bangsa ini.
Di sini terletak tujuan Anda yang sesungguhnya, di sini dan di akhirat. Namun, saya tidak mengira bahwa akan berhasil untuk bertobat.
Kepada grup, karena keliru atau dengan sengaja membuat kesalahan, meilentang hukum-hukum, perintah-perintah, menentang Republik Islam dan bertindak atas nama Allah untuk menjungkirkannya. Menganggap bahwa Repubfik Islam suatu pemerintahan yang lebih buruk dari kerajaan, atau yang serupa itu.
Saya katakan, renungkanlah Republik Islam itu secara tulus dalam kesendirian Anda. Buatlah suatu perbandingan yang adil dan tak memihak antara pemerintahan ini dengan rezim-rezim sebelumnya serta pertimbangkanlah bahwa semua revolusi dunia selau berekor pergolakan, kekacauan, dan gangguan-gangguan, juga para oportunis yang hendak mengambil keuntungan dari situasi itu untuk tuhan serakah mereka.
Pertimbangkanlah kenyataan bahwa Republik Islam menghadapi semua hal ini dan harus menanggung propaganda-propaganda palsu, kebohongan, tuduhan, serangan bersenjata dari luar maupun dari dalam negeri, dan berperang melawan infiltrasi kejahatan, yang tak terelakkan, unsur-unsur anti-Islam dalam semua organ negara dan pemerintahan untuk menciptakan rasa tak puas dan keresahan. Lagi pula, kebanyakan dari para pelayan umum dalam pemerintahan itu adalah orang-orang tak puas dan keresahan. Lagi pula kebanyakan dari para pelayan umum dalam pemerintahan itu adalah or:ang-orang tak berpengalaman, dan banyak orang-orang lama merasa tidak puas karena pendapatan mereka yang tidak sah tak dapat mereka peroleh sekarang.
Dengan demikian, mereka menunjukkan kekesalan dengan menyebarkan kebohongan dan desas-desus palsu. Semua ini, ditambahkan kekurangan hakim, kesemrautan ekonomi, kesufitan dalam membersihkan personel yang korup serta kekurangan personel yang kompeten dan bermutu, serta kekurangan personel yang kompeten dan bermutu, serta banyak permasalahan lain harus diurusi. Pada sisi lain, para monarki yang penuh prasangka dengan modal yang tak terkirakan yang mereka peroleh melalui suapan, penjualan mata uang asing, adu untung, memberi harga yang membumbung atas barang-barang dan jasa, penyelundupan, penimbunan barang dan perbuatan jahat semacam itu, menempatkan kaum tertindas di bawah tekanan dahsyat mereka dan menimbulkan perpecahan serta kejahatan dalam masyarakat.
Orang-orang golongan ini datang kepada anda dengan tujuan-tujuan menipu. Untuk meyakinkan anda atas apa yang mereka katakan, mereka berpuran-pura Islam dan kadang-kadang bahkan memberikan bagian imam dan mengucurkan air mata buaya. Mereka menghasut dan menggelorakan Anda.untuk menentang. Kebanyakan dari para individu ini mengisap darah rakyat atau mengeksploitasi rakyat dengan jalan-jalan dan cara-cara yang tidak sah dan merugikan negara.
Nasehat saya yang sederhana, sebagai saudara, ialah supaya Anda, orang-orang yang terhormat tidak terpengaruh oleh desas-desus. Dukungan dan perkuatlah republik ini Demi Allah! dan demi mempertahankan Islam!.
Yakinlah bahwa apabila republik ini runtuh. republik yang dapat diterima Baqiyatullah dan taat kepada Anda tidak akan terwujud. Malah, suatu pemerintahan yang diterima oleh satu dari kedua kutub kekuatan akan menggantikannya dengan mengecewakan kaum mustadh’afin sedunia yang telah berpaling kepada Islam dan pemerintahan Islami. Islam akan selamanya terkucil dan anda akan menyesali perilaku anda pa.da suatu hari, ketika sudah terlambat. Apabila anda, tuan-tuan, mengharapkan bahwa segala sesuatu akan di-islamkan dalam semalam suntuk maka Anda akan keliru. Mukjizat semacam itu tidak pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.
Dan janganlah berpikir bahwa bilamana Muslih (reformator) besar muncul maka suatu mukjizat akan terjadi dan seluruh dunia akan diluruskan dalam satu hari!
Malah, dengan usaha pengorbanan, para penindas akan disingkirkan. Apabila, seperti dhu’afa, kaum awam yang keliru. Bahwa untuk munculnya Imam Mahdi afs., dunia mesti sudah berada sama sekali di bawah selubung kekejaman dan oleh karena itu, supaya dia cepat datang, kekejaman cepat ditingkatkan, maka marilah kita bunyikan lonceng kematian kita.
Nasehat saya kepada seluruh kaum muslimin dan kaum yang tertindas, ialah bahwa anda tidak boleh duduk dan menanti hingga para pejabat dan penguasa anda, atau sesuatu kekuasaan asing, memberikan hadiah berupa kebebasan dan kemerdekaan kepada anda.
Dalam masa seratus tahun kita telah melihat infiltrasi oleh kekuatan- kekuatan besar dunia ke seluruh negara-negara Islam dan ke negeri-negeri kecil lainnya. Sejarah yang dapat dipercaya telah melaporkannyakepada kita. Tidak ada penguasa di mana pun di antara negara-negara ini yang menaruh perhatian atas kebebasan, kemerdekaan dan kesejahteraan bangsanya, bahkan tak ada hingga sedarang. Malahan, sebagian besar dari para penguasa itu sendiri merupakan penindasa yang kejam, yang berusaha memeras rakyatnya.
Kebaikan apa pun yang mereka lakukan :idalah untuk kemanfaatan mereka sendiri, atau untuk kepentingan suatu kelompok. Atau, para penguasa itu meningkatkan kesejahteraan kalanganatas yang memang sudah kaya, tetapi tak pernah berbuat sesuatu bagi kemaslahatan grup-grup tertindas sertapara penghuni gubuk. Grup yang disebut terakhir ini bahkan tertindas dalam haknya memperoleh sesuap nasi sehari-hari.
Kaum tertindas dan sengsara diabdikan untuk kaum mewah yang makmur, atau mereka dijadikan boneka dari kekuatan-kekuatan besar, berusaha sekuat-kuatnya untuk membuat negara mereka semakin tergantung pada kekuasaan asing. Para penguasa negara-negara ini, yang menjadi pemimpin hanya dalam nama, mengamankan kepentingan-kepentingan para majikan Timur dan Barat mereka, menjadikan negara mereka pasar untuk konsumsi produk-produk yang dibuat oleh tuan besar mereka, membiarkan negeri-negeri mereka dalam keadaan tak berkembang dan berbuat begitu hingga pada hari ini .
Pada kesimpulan wasiat ini sekali lagi saya katakan kepada bangsa Iran yang mulia bahwa di dunia ini jumlah dan isi kesakitan, penderitaan, pengabdian dan pengorbanan, sebanding dengan besarnya niat seseorang, nilai dan kedudukan mulia tujuannya.
Yang sedang Anda perjuangkan, bangsa yang mulia yang bangkit dan mengikuti dan menyerahkan hidup Anda dan kekayaan Anda untuk itu, adalah tujuan yang paling luhur, paling mulia dan paling tercinta yang telah dikemukakan sejak awal zaman, tidak pula perjuangan semacam ini akan disuguhkan lagi.
Tujuan itu ialah akidah Ilahi dalam makna dan pengertiannya yang luas. Gagasan Tauhid-lah dalam dimensi-dimensinya yang paling luhur yang fondasinya terakhir dan kreatif terletak di sepanjang tentang dunia wujud dan pada tingkat dan derajat kegaiban dan kegadiran, yang diwujudkan dalam makna dan dimensinya yang penuh dalam ajaran Muhammad Saww. dan para penenang serta aulianya. Para nabi dan auliya telah bekerja kerns untuk mewujudkannya.
Kesempurnaan mutlak dan kemuliaan serta keindahan yang paling tinggi takdapat dicapai kecuali dengan akidah Ilahi, karena itu telah memuliakan manusia bumi melebihi makhluk-makhluk sama. Semua yang diberikan kepada manusia bumi dari kemajuan dalam jalan-Nya, tidak terdapat pada sesuatu wujud lain yang dapat dijangkau mata, yang tersembunyi dan yang terselubung tirai.
Anda bangsa mujahidin, sedang diselubungi lambang dan panji yang berkibar di mana-mana dalam dunia moral dan material! Baik anda memahaminya atau tidak, anda melangkah di jalan yang merupakan jalan semua nabi dan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan serta berkat yang abadi!
Inilah insentif para nabi dalam menerima dan merangkul syahadah.
Inilah yang membuat syahadah bagi mereka lebih manis dari madu.
Para pemuda Anda telah mengalami hal ini di medan-medan pertempuran. Hal ini telah membuat merekahidup dalam nikmat bahagia sejak itu. Hal ituterpantul dalam jiwa dan perilaku dari saudara-saudara laki-laki dan perempuan serta orang tua para syuhada itu. Kita semua seharusnya mengharapkan dapat mencapai keberhasilan dan kedudukan seperti itu. Semoga mereka menikmati baju kebahagiaan hati dan ‘penglihatan’ yang membakarnya!.
Haruslah kita ketahui bahwa percik dari ‘penglihatan’ ituterwujud dalam lahan panas yang diolah, dalam pabrik-pabrik, bengkel-bengkel, pusat-pusat riset industri, pengembangan dan penemuan, pada bangsa keseluruhannya, di pasar, jalan-jalan dan wilayah-wilayah pedesaan dan pada semua yang melayani Islam, Republik Islam. Bekerja bagi semua yang melayani Islam, Republik Islam, kemajuan dan swasembada.
Selama semangat kerjasama dan dedikasi ini ada dalam masyarakat, Insya Allah, negara kita akan kebal terhadap musuh-musuh duniawi. Syukur kepadaAllah, pusat-pusat keagamaan, universitas-universitas dan generasi muda di lembaga-lembaga pendidikan, semuanya telah diberkati dengan semangat Ilahi. Mereka menguasai agensi-agensi yang Insya Allah selamat dari rongrongan para penyeleweng dan sabotir.
Nasehat saya kepada semua ialah agar semua maju ke arah kesadaran diri, swasembada dan ketidaktergantungan. Dengan mengingat Allah. Tanpa ragu, pertolongan-Nya bersamaAnda, asal anda bersama Dia dan meneruskan semangat kerjasama ini bagi kemajuan negara Islam ini. Saya do’akan kiranya semua yang saya lihat pada bangsa yang waspada, cerdas, komited, mengabdi, semangat perlawanan yang berani, digunakan di jalan Allah, dengan Rahmat-Nya, akan disalurkan ke generasi-generasi yang akan datang dengan momentum yang semakin meningkat.
Dengan hati yang tentram karena keyakinan, dan jiwa yang gembira serta kesadaran yang penuh harapan akan rahmat Allah, saya mohon diri ari semua saudara laki-laki dan perempuan. untuk perjalan ke kediaman yang kekal.
Saya membutuhkan do’a Anda dan memohon keampunan Allah Yang Mahakuasa atas segala kekurangan dan kesalahan saya.
Saya berharap. bangsa saya juga akan memaafkan kekurangan dan kesalahan saya.
Hendaklah semua maju dengan kekuatan dan tekad. Ketahuilah bahwa kepergian seorang hamba tidak akan meninggalkan suatu goresan pada blokade baja yang merupakan suatu bangsa. Hamba-hamba yang Jebih mulia dan berukuran lebih besar sedang dalam pengabdian, dan Allah memelihara bangsa ini serta kaum mustadh’afin sedunia.
Salam kepada anda.
Wassalamu ‘alaikum wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin.
Anak saya Ahmad akan membacakan wasiat ini kepada rakyat sepeninggal saya. Apabila ia berhalangan untuk melakukannya. Presiden atau Ketua Majelis Syura Islami atau Ketua Mahkanah Agung kiranya sudi menerima tugas itu. dan apabila mereka pun berhalangan. hendaklah seorang fakih yang terhormat akan menerima gangguan ini.
Ruhullah al-Musawi al-Khomeini.
Dengan Asma-Nya Yang Mahatinggi
Saya ingin menunjukkan pada akhir wasiat saya ini butir-butir sebagai berikut:
1. Sementara saya di sini bersama Anda, saya ingin memaklumkan bahwa hal-hal palsu tertentu telah dikatakan atas nama saya, yang mungkin meningkat setelah saya pergi. Oleh karena itu, dengan ini saya makJumkan bahwa tidak ada yang dikatakan atas nama saya. digambarkan atau diatributkan kepada saya, mendapatkan pengukuhan saya, kecuali dalam tulisan tangan saya, telah disiarkan melalui televisi, atau yang dikukuhkan oleh para spesialis.
2. Beberapa individu telah mengklaim semasa saya masih hidup bahwa mereka telah menulis pernyataan-pernyataan, pengumuman-pengumuman, maklumat, dan sebagainya, untuk saya. Dengan semua maklumat semacam itu telah dipersiapkan oleh saya sendiri saja.
3. Nampaknya sekian orang mengaku telah mengatur kepergian saya ke Paris, Prancis. Ini suatu kebohongan. Sesudah saya ditolak Kuwait, saya memilih Prancis dengan bermusyawarah dengan Ahmad, karena sangat boleh jadi negara-negara Islam tidak akan menerima. Mereka berada di bawah pengaruh Syah, tetapi Paris tidak.
4. Dalam rangka gerakan dan revolusi, saya berbicara menyenangkan tentang individu-individu tertentu yang mempunyai pretensi-pretensi kepada Islam, tetapi kemudian saya menyadari tipuan mereka. Komentar-komentar saya yang menyenangkan itu dibuat pada suatu saat ketika mereka berpura-pura sebagai komited pada Republik Islam. Hal-hal semacam itu tidak boleh dimanfaatkan. Tolok ukur setiap orang adalah perilakunya sekarang.
Daftar Isi :
PESAN SANG IMAM 1
Penerjemah : Tim AI-Jawad 1
Penerbit : AI-Jawad Publisher 1
Tahun Penerbitan : Shafar 1421 H/Mei 2000 M 1
Khomeini, Ruhullah al-Musawi 2
UCAPAN TERIMA KASIH 3
SEKAPUR SIRIH 6
Imam Khomeini, Siapa dia? 6
PENGANTAR PENERBIT 13
Pesan Haji Dalam Perspektif Imam Khomeini 17
Surat Imam Khomeini Kepada Gorbachev 23
Pesan Imam Untuk Umat (1) 31
Pesan Imam Untuk Umat (2) 40
1. Kita semua tahu 40
2. Islam dan pemerintahan Islam 42
a. Tiada ragu, rahasia survivalnya Revolusi Islam sama dengan rahasia kemenangannya 43
b. Politik dan pemerintahan umat 46
c. Satu persekongkolan yang paling keji 48
Nasehatku kepada bangsa Iran yang mulia adalah ini: 55
a. Salah satu rencana syaitan dari para adikuasa 56
b. Salah satu persekongkolan 58
c. Ke luar negeri untuk pengobatan flu yang biasa harus dilakukan tanpa menghubungi dokter pribumi 60
d. Sekarang 60
e. Komitmen para anggota Majelis Syura Islami 63
f. Salah satu dari pertanyaan besar yang penting 70
g. Nasehat saya kepada pusat-pusat keagamaan suci 71
h. Satu dari area yang memerlukan pembersihan, perbaikan, dan perhatian 73
i. Satu dari masalah-masalah sangat penting yang menentukan nasib 78
j. Keseluruhan angkatan bersenjata 80
k. Radio, televisi, pers, bioskop dan teater 85
l. Semoga nasehat saya kepada kelompok, grup dan orang-orang yang aktif dalam menentang Republik Islam dan Islam 87
m. Suatu pertanyaan yang memerlukan komentar 99
n. Nasehat saya kepada para fakih, ulama dan kepada para fakih semu yang menentang Islam karena berbagai alasan serta mengabdikan waktu untuk mencabutnya hingga ke akar-akarnya 101
o. Nasehat saya kepada seluruh kaum muslimin dan kaum yang tertindas 105
p. Pada kesimpulan wasiat ini sekali lagi saya katakan kepada bangsa Iran yang mulia bahwa di dunia ini jumlah dan isi kesakitan, penderitaan, pengabdian dan pengorbanan, sebanding dengan besarnya niat seseorang, nilai dan kedudukan mulia tujuannya 106
Dengan Asma-Nya Yang Mahatinggi 110
[1] hadis yang banyak diriwayatan sahabat.
[2] hadis yang mengandung dua hal besar.