Aliran-aliran dalam Islam

Buku ini sudah diperiksa oleh

pengarang: Team Wisdoms4all
Agama & Aliran

Aliran-aliran dalam Islam

Oleh

Farid Zainal Effendi


a. Pendahuluan

Aliran dalam Islam mulai tampak pada saat perang Siffin (37 H) khalifah 'Ali bin Abi Thalib dengan Mu'awiyah. Pada saat tentara 'Ali dapat mendesak tentara Mu'awiyah maka Mu'awiyah meminta diadakan perdamaian. Sebagian tentara 'Ali menyetujui perdamaian ini, dan sebagian lagi menolaknya. Kelompok yang tidak setuju ini akhirnya memisahkan diri dari 'Ali dan membentuk kelompok sendiri yang akhirnya terkenal dengan nama Khawarij. Mereka

menganggap Ali, Mu'awiyah dan orang-orang yang

menerima perdamaian ini telah berbuat salah (dosa besar)

karenanya mereka bukan mukmin lagi dan boleh dibunuh.

Masalah dosa besar ini kemudian menimbulkan 3 aliran

teologi dalam Islam yaitu : Khawarij, Murji'ah dan

Mu'tazilah.[1]

Masalah kepemimpinan ini kemudian menyebabkan

munculnya kelompok yang menganggap yang berhak adalah

'Ali dan keturunannya (Syi'ah) dan kelompok yang

berseberangan dengannya (Ahlus Sunnah wal Jama'ah).

Dan akibat pengaruh agama lain dan filsasat pada umat

Islam maka muncullah kelompok yang menyatakan bahwa

manusia mempunyai kebebasan dalam berkendak dan

perbuatannya (Qadariyyah) dan kelompok yang berpendapat

sebaliknya (Jabariyyah). Setelah itu banyak bermunculan

aliran-aliran baru dalam agama Islam.

Dalam tulisan yang singkat ini penulis akan berusaha

menguraikan aliran-aliran Islam yang ada terutama yang ada

di Indonesia dan pendapat-pendapat mereka.


b. Pembagian aliran-aliran Islam pada zaman terdahulu

Yang perlu diperhatikan disini, bahwa perselisihan yang

terjadi pada masalah keyakinan pada umat Islam pada zaman

dahulu tidaklah pada inti dari keyakinan (lubbul ‘aqidah),

tetapi masalah-masalah filsafat dan sama sekali tidak

menyentuh inti keyakinan seperti keesaan Allah, Iman

kepada para rasul dan hari akhir, iman kepada malaikat, dan

bahwa yang diberitakan oleh Nabi Muhammad adalah benar.

Adapun masalah-masalah yang diperselisihkan adalah :

- Paksaan dan kebebasan untuk berkehendak atau berbuat

(al-jabr wal-ikhtiyar),

- Pelaku dosa besar,

- Al-Quran adalah qadim atau hadits (baru).

Aliran-aliran keyakinan pada saat itu adalah : Khawarij,

Syi'ah, Jabariyyah, Mu'tazilah, Murji-ah, dan Ahlus Sunnah

wal Jama'ah. Berikut ini akan kami sajikan secara singkat

sejarah dan pendapat masing-masing kelompok tersebut..

1. Khawarij

Khawarij menurut bahasa merupakan jamak dari kata

kharijiy, yang berarti orang-orang yang keluar,

mengungsi atau mengasingkan diri.

Asy-Syihristani mendefinisikan bahwa Khawarij adalah

setiap orang yang keluar dari Imam yang berhak yang

telah disepakati oleh masyarakat.[2]

Kelompok Khawarij yang pertama adalah Al-

Muhakkimah (Syuroh/Haruriyyah) yaitu pengikut Ali

yang memisahkan diri karena tidak setuju adanya

perdamaian antara beliau dengan Muawiyah saat perang

Siffin. Mereka ini menganggap Ali dan orang-orang yang menyetujui perdamaian tadi adalah orang-orang kafir

dan halal darahnya.

Kemudian Khawarij ini terpecah menjadi beberapa

aliran, yang paling besar adalah Al-Azariqoh, An-Najdah,

Al-'Ajaridah, Ash-Shufriyyah, dan Al-Ibadiyyah. Aliran

terakhir ini yang paling moderat diantara aliran Khawarij

dan masih terdapat di Zanzibar, Afrika Utara, Umman

dan Arabia Selatan.

Pendapat-pendapat mereka antara lain :

- Pelaku dosa besar adalah kafir

- Imam boleh dipilih dari suku apa saja asal ia sanggup

menjalankannya.

- Keluar dari Imam adalah wajib apabila Imam tidak

sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.

- Orang yang tidak sepaham dengan mereka bahkan

anak istrinya boleh ditawan, dijadikan budak atau

dibunuh (Al-Azariqoh) sedang menurut Al-Ibadiyah

mereka bukan mukmin dan bukan kafir, karena itu

boleh bermuamalat dengan mereka, dan membunuh

mereka adalah haram.

- Anak-anak orang kafir berada di neraka (Al-

Azariqoh).

- Membatalkan hukum rajam karena tidak ada dalam

al-Quran (Al-Azariqoh).

- Surat Yusuf bukan termasuk al-Quran karena

mengandung cerita cinta (Al-'Ajaridah).

2. Syi'ah

Sy'iah menurut bahasa berarti pengikut dan penolong,

dan diucapkan untuk sekelompok manusia yang

bersatu/berkumpul dalam satu masalah, dan kepada

setiap orang yang menolong seseorang dan berhimpun

membentuk suatu kelompok padanya.

Kemudian kata ini dipergunakan untuk kelompok yang

menolong dan membantu khalifah 'Ali dan keluarganya,

lalu menjadi nama khusus bagi kelompok ini.[3]

Menurut Asy-Syihristaniy Syi'ah adalah kelompok yang

mengikuti Khalifah 'Ali dan menyatakan

kepemimpinannya baik secara nash ataupun wasiat yang

adakalanya secara jelas ataupun samar, dan mereka

berkeyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah) tidak

keluar dari anak-anaknya, dan jika keluar darinya maka

itu terjadi secara zalim atau sebab taqiyah darinya.[4]

Para sejarawan berbeda pendapat akan awal munculnya

Syi'ah, diantaranya :

- muncul sejak zaman Nabi Muhammad SAW

(pendapat ulama Syi'ah).

- muncul bersamaan setelah wafatnya Rasulullah

(Ahmad Amin).

- muncul pada akhir pemerintahan Utsman bin Affan

(Muhammad Abu Zahrah).

- muncul setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 36 H

(pendapat Orientalis Yulius W).

- muncul setelah terbunuhnya Al-Husein (Dr. Samiy

An-Nasysyar).

- muncul di akhir abad pertama hijriyyah ( Dr. 'Irfan

Abdul Humaid)[5]

Menurut sebagian kecil ahli sejarah madzhab ini disebarkan

pertama kali oleh Abdullah bin Saba yaitu seorang

Yahudi yang pura-pura masuk Islam, dan hampir

dibunuh oleh Ali.[6]

Dr. Fuad Mohammad Fachruddin membagi Syi'ah

menjadi 4 macam aliran :

-Ekstrimis (al-Ghulatiyyah),

sekarang sudah tidak ada lagi.

-Isma’iliyah dan cabang-cabangnya,.

Tersebar di India, Pakistan, Afrika Utara , Eropa dan

Amerika.

-Zaidiyyah ,

Tersebar di Yaman dan sekitarnya.

- 12 Imam (Itsna 'Asyariyyah/Imamiyyah),

Syi'ah yang paling banyak mempunyai pengikut di

dunia tersebar di Iran, Irak, Lebanon, India, Pakistan

dan bahkan di Arab Saudi serta negara-negara Teluk.

Diperkirakan pengikutnya sekitar 120 juta orang.[7]

Pendapat-pendapat mereka :

- Kepemimpinan (Imamah) merupakan satu dari

beberapa pokok keimanan.

- Memandang Imam Itu ma'shum (orang suci).

- Wajib adanya Imam yang tersembunyi (Al-Imam Al-

Mastur).

- Al-Quran yang sekarang mengalami perubahan dan

pengurangan, sedangkan yang asli berada di tangan

Al-Imam Al-Mastur (Syi'ah Imamiyah).

- Tidak mengamalkan hadits kecuali dari jalur

keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait), (kecuali

madzhab Zaidiyyah-pen).

- Memperbolehkan taqiyah.

- Tidak menerima ijma dan qiyas (kecuali madzhab

Zaidiyyah-pen).

- Wajib sujud di atas tanah atau batu (Syi'ah

Imamiyah).

- Memperbolehkan nikah mut'ah (Syi'ah Imamiyah)

- Shalat Jumat, dihukumi Wajib Mukhayyar karena Imam yang

asli tidak ada (Syi'ah Imamiyah).

3. Murji'ah

Murji'ah berasal dari kata Irja yang berarti

menangguhkan.

Kaum Murjiah yang muncul pada abad I Hijriyyah

merupakan reaksi akibat adanya pendapat Syiah yang

mengkafirkan sahabat yang menurut mereka merampas

kekhalifahan dari Ali, dan pendapat Khawarij yang

mengkafirkan kelompok Ali dan Muawiyah. Pada saat

itulah muncullah sekelompok umat Islam yang

menjauhkan dari pertikaian, dan tidak mau ikut

mengkafirkan atau menghukum salah dan

menangguhkan persoalannya sampai dihadapan Allah

SWT.

Pada asalnya kelompok tidak membentuk suatu

madzhab, dan hanya membenci soal-soal politik, tetapi

kemudian terbentuklah suatu madzhab dalam ushuluddin

yang membicarakan tentang Iman, tauhid dan lain-alin.

Pemimpin dari kaum Murjiah adalah Hasan bin Bilal

(152 H).[8]

Kaum Murji'ah dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

a.Golongan moderat

Pendapat-pendapat mereka :

- Orang berdosa bukan kafir dan tidak kekal dalam

Neraka.

b.Golongan Ekstrim

Pendapat-pendapat mereka :

- Orang Islam yang percaya pada Allah kemudian

menyatakan kekufuran secara lisan tidak menjadi

kafir karena iman itu letaknya di dalam hati,

bahkan meskipun melakukan ritual agama-agama

lain.

- Yang dimaksud ibadah adalah iman, sedangkan

shalat, puasa, zakat dan haji hanya

menggambarkan kepatuhan saja.

- Maksiat atau pekerjaan-pekerjaan jahat tidak

merusak iman ( Al-Yunusiah).

- Menangguhkan hukuman orang yang berdosa di

Akhirat.

4. Jabariyah

Jabariyah berasal dari kata jabr yang artinya paksaan.

Aliran ini ditonjolkan pertama kali Jahm bin Safwan

(131 H), sekretaris Harits bin Suraih yang memberontak

pada Bani Umayyah di Khurasan.

Meskipun demikian sebelumnya sudah ada dalam umat

Islam yang membicarakan tentang hal ini seperti surat

sahabat Ibnu Abbas dan seorang tabi-in al-Hasan al-

Bashriy kepada penganut paham ini.[9]

Pendapat-pendapat mereka :

- manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam

menentukan kehendak dan perbuatannya tetapi

dipaksa oleh Allah.

- Iman cukup dalam hati saja walau tidak diikrarkan

dengan lisan.[10]

5. Qodariyah

Qodariyyah berasal dari kata qadr yang artinya mampu

atau berkuasa.

Pemimpin aliran ini yang pertama adalah Ma'bad al-

Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqiy. Keduanya dihukum

mati oleh penguasa karena dianggap menganut paham

yang salah.

Pendapat-pendapat mereka :

- Manusia sendirilah yang melakukan pebuatannya

sendiri dan Tuhan tidak ada hubungan sama sekali

dengan perbuatannya itu.

6. Mu'tazilah

Mu'tazilah berasal dari kata I'tazala yang berarti

manjauhkan diri.

Asal mula kata ini adalah suatu saat ketika al-Hasan al-

Bahsriy (110 H) sedang mengajar di masjid Basrah

datanglah seorang laki-laki bertanya tentang orang yang

berdosa besar. Maka ketika ia sedang berpikir

menjawablah salah satu muridnya Wasil bin Atha' (131

H) menjawab : "Saya berpendapat bahwa ia bukan

mukmin dan bukan kafir, tetapi mengambil posisi

diantara keduanya". Kemudian ia menjauhkan diri dari

majlis al-Hasan dan pergi ketempat lain dan mengulangi

pendapatnya. Maka al-Hasan menyatakan : Washil

menjauhkan diri dari kita (I'tazal 'anna).[11]

Pendapat-pendapat mereka :

- Orang Islam yang berdosa besar bukan kafir dan

bukan mukmin tetapi berada di antara keduanya (al-

Manzilah bainal manzilatain).

- Tuhan bersifat bijaksana dan adil, tidak dapat berbuat

jahat dan zalim. Manusia sendirilah yang memiliki

kekuatan untuk mewujudkan perbuatannya

perbuatannya, yang baik dan jahat, iman dan

kufurnya, ta'at dan tidaknya.

- Meniadakan sifat-sifat Tuhan, artinya sifat Tuhan

tidak mempunyai wujud sendiri di luar zat Tuhan.

- Baik dan buruk dapat ditentukan dengan akal.

- Al-Quran bukan qadim (kekal) tetapi hadits (baru

/diciptakan).

- Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata kepala di

akhirat nanti.

- Hanya mengakui Isra Rasulullah ke Baitul Maqdis

tetapi tidak mengakui Mi'rajnya ke langit.

- Tidak mempercayai wujud Arsy dan Kursi Allah,

Malaikat pencatat amal (Kiraman Katibiin), Adzab

(siksa) kubur.

- Tidak mempercayai adanya Mizan (timbangan amal),

Hisab (perhitungan amal), Shiratul Mustaqiim

(Titian), Haud (kolam nabi) dan Syafa'at nabi di hari

Kiamat.

- Siksaan di neraka dan kenikmatan di surga tidak

kekal (ikut sebagian kelompok).

7. Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Kelompok ini disebut Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena

pandapat mereka berpijak pada pendapat-pendapat para

sahabat yang mereka terima dari Rasulullah.

Kelompok ini disebut juga kelompok ahli hadits dan ahli

fiqih karena merekalah pendukung-pendukung dari

aliran ini..

Istilah Ahlus Sunnah wal Jama'ah mulai dikenal pada

saat pemerintahan bani Abbasy dimana kelompok

Mu'tazilah berkembang pesat, sehingga nama Ahlus

Sunnah dirasa harus dipakai untuk setiap manusia yang

berpegang pada Al-Quran dan Sunnah. Dan nama

Mu'tazilah dipakai untuk siapa yang berpegang pada

ilmu kalam (theologische dialektik), logika dan rasio.[12]

Ibnu Hajar al-Haitamiy menyatakan bahwa yang

dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah

orang-orang yang mengikuti rumusan yang digagas oleh

Imam Asy'ariy dan Imam Maturidi.[13]

Pendapat-pendapat mereka :

- Hukum Islam di dasarkan atas Al-Quran dan al-

Hadits.

- Mengakui Ijmak dan Qiyas sebagai salah satu sumber

hukum Islam.

- Menetapkan adanya sifat-sifat Allah.

- Al-Quran adalah Qodim bukan hadits.

- Orang Islam yang berdosa besar tidaklah kafir.


c. Aliran-aliran Islam di zaman era baru.

Sebenarnya susudah munculnya aliran-aliran di atas, muncul

banyak aliran Islam di dunia. Tetapi pada kesempatan ini

kami hanya menyebutkan yang populer di Indonesia.

1. Wahabi

Pendiri gerakan ini adalah Muhammad bin Abdul Wahab

(1702-1787 M).

Dalam Munjid disebutkan bahwa tariqat mereka dinamai

Al-Muhammadiyyah dan fiqih mereka berpegang pada

madzhab Hanbali diseuaikan dengan tafsir Ibnu

Taimaiyyah.[14]

Pendapat-pendapat mereka :

- Tawassul, Istigozah adalah syirik.

- Ziarah kubur hukumnya haram.

- Menghisap rokok haram dan syirik.

- Mengharamkan membangun kubah atau bangunan di

atas kuburan .

- Membagi tauhid menjadi dua : Tauhid Uluhiah dan

Tauhid Rububiyyah

2. Bahai

Pendirinya adalah : Mirza Husein Ali Bahaullah (1892

M)

Kepercayaan ini mulai timbul di kalangan Syiah

Imamiyyah di Iran pada abad ke 19 M dengan

munculnya Mirza Ali Muhammad (1852 M) yang

mendirikan dirinya sebagai al-Bab (pintu) bagi kaum

Syiah dan umat Islam lainnya untuk menghubungkan

mereka dengan Imam yang lenyap dan ditunggu

kehadirannya pada akhir zaman. Ia menyerukan untuk

menyatukan agama Islam, Nasrani dan Yahudi sehingga

menimbulkan kehebohan dan ia ditangkap dan dijatuhi

hukuman mati di Tibriz tahun 1853 M.

Salah satu muridnya Mirza Husein Ali Bahaullah

kemudian mengaku sebagai wakil dari Mirza Ali

Muhammad Al-Bab dan mengembangkan ajaranajarannya

sampai ia mati. Kelompok ini diusir oleh

Kerajaan Syah Iran dan dilarang di Mesir, bahan Al-

Azhar mengeluarkan fatwa bahwa aliran keluar dari

Islam dan sudah tidak Islam lagi.

Aliran ini meluas ke Dunia Barat pada tahun 1980, dan

pada tahun 1920 mengadakan pusat bahai yang kuat di

Amerika. Dewasa ini bahai terdapat di lebih dari 260

kota dunia.

Pendapat-pendapat mereka :

- Menggabung agama Islam dengan Yahudi, Nasrani

dan lainnya.

- Menolak Poligami kecuali dengan alasan dan tidak

boleh dari dua istri.

- Shalat hanya sembilan rakaat dan kiblatnya Istana

Bahaullah.

- Melakukan puasa sebulan tapi hanya 19 hari.

- Tidak melakukan shalat Jumat hanya shalat jenazah

Saja.

- Melakukan haji dengan mengunjungi rumah Al-Bab,

tempat ia dipenjarakan, dan rumah-rumah para

pembesar.

- Zakat harta sepertiga dan diberikan kepada dewan

pengurus perkumpulan.

- Riba diperbolehkan.

- Jihad haram dilakukan.

- Talak 19 kali Janda boleh menikah setelah membayar

diyat (tanpa ‘iddah), duda tidak boleh kawin sebelum

90 hari.

- Kewarisan 9/60 untuk anak, 8/60 untuk suami, 7.60

untuk ayah, 6/60 untuk ibu, 1.60 untuk saudara

perempuan, 3/60 untuk para guru. Selain mereka

tidak dapat.

- Hukum atas perzinaan adalah membayar uang ke

baitul mal.

- Wanita mendapat warisan yang sama dengan lakilaki.

- Tidak mempercayai hari akhirat.

3. Ahmadiyah.

Pendirinya adalah Mirza Ghulam Ahmad.(1936-1908 M)

Ia lahir di Pakistan ditengah-tengah kelompok Syiah

Ismailiyyah. Pada tahun 1884 ia mengaku mendapat

ilham dari Allah, kemudian pada 1901 mengaku dirinya

menjadi nabi dan rasul, yang diingkari oleh kelompok

Ahlus Sunnah dan kelompok Syi'ah seluruh dunia.

Ahmadiyah terbagi menjadi dua kelompok

a.Ahmadiyah Qadiyan : menganggap Mirza sebagai

nabi.

b.Ahmadiyah Lahore : menganggap Mirza sebagai

mujaddid (pembaharu Islam).

Pendapat-pendapat mereka :

- Menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi

(Qadiyan).

- Orang Islam yang tidak sepaham adalah orang kafir.

- Mengharamkan jihad.

4. Jamaah Tabligh

Pendirinya : Syaikh Muhammad Ilyas bin Muhammad

Ismail al-Kandahlawi.(1303-1363)

Kelompok ini aktif sejak 1920-an di Mewat, India.

Markas internasional pusat tabligh adalah di

Nizzamudin, India.[15]

Pendapat mereka :

- Mengembalikan Islam pada ajarannya yang kaffah

(menyeluruh).

- Mengharuskan pengikutnya khuruj (keluar untuk

berdakwah) 4 bulan untuk seumur hidup, 40 hari

pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali

berkeliling pada tiap minggu.

- Menjauhi pembicaraan tentang fiqih, masalahmasalah

politik, aliran-aliran lain dan perdebatan.

- Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah dari

kubur beliau untuk berjabat tangan dengan asy-

Syaikh Ahmad Ar-Rifa'i.

- Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan

mengikuti tarekat Rasyid Ahmad al-Kanhuhi.

- Sikap fanatis yang berlebihan terhadap orang-orang

shaleh dan berkeyakinan bahwa mereka mengetahui

ilmu gaib.

- Keharusan untuk bertaqlid.


d. Kelompok-Kelompok Islam di Indonesia

Dalam pembahasan kali ini kami menggunakan nama

kelompok Islam untuk membedakannya dengan aliran Islam,

karena sebagian dari kelompok Islam ini merupakan suatu

organisasi yang mengikuti salah satu aliran di atas. Tetapi

karena banyaknya organisasi dan kelompok Islam di

Indonesia kami hanya menyebutkan sebagian saja dari

mereka.

1. Muhammadiyyah

Pemimpin : K.H. Achmad Dahlan (nama asli:

Muhammad Darwis,1868-1923 M).

Pemimpin sekarang : Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin

MA

Aktif mulai :. 1912.

Pendapat :

- Mengembalikan umat Islam pada agama Islam

yang sebenarnya yaitu kembali pada Al-Quran dan

Hadits.

- Mengikis habis bid'ah, kufarat, takhayul, dan

Klenik.

- Membuka pintu ijtihad dan membunuh taqlid yang

membabi buta.

2. Nahdatul Ulama (NU)

Pemimpin : K. H. Hasyim Asy'ariy (1947 M).

Aktif sejak : 31 Januari 1926.

Pemimpin sekarang : K.H. Hasyim Muzadi.

Pendapat :

- Mempertahankan dan mengembangkan paham Ahlus

Sunnah di Indonesia.

- Menegakkan syariat Islam menurut haluan Ahlus

Sunnah wal Jama'ah, dalam hal ini 4 Madzhab

terbesar : Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali.

- Dalam tasawuf mengikuti paham Abul Qasim

Junaidi Al-Bagdadiy.

3. Syi'ah

Aliran Syi'ah yang berkembang di Indonesia adalah

Syi'ah Itsna 'Asyariyyah (Imamiyyah), dan mempunyai

pengikut puluhan ribu dibawah bendera IJABI (Ikatan

Jamaah Ahlul Bait Indonesia) yang berpusat di Jakarta.

Menurut M. Yunus Jamil dan A. Hasymi kerajaan Islam

yang pertama berdiri di Nusantara adalah kerajaan

Peureulak (Perlak) yang konon didirikan pada

225H/845M. Pendiri kerajaan ini adalah para pelautpedagang

muslim asal Persia, Arab dan Gujarat yang

mula-mula datang untuk mengislamkan penduduk

setempat. Belakangan mereka mengangkat seorang

Sayyid Mawlana Abd a-Aziz Syah, keturunan Arab-

Quraisy, yang menganut paham politik Syi'ah, sebagai

sultan Perlak 11.[16]

Dalam salah satu wawancara Prof. Dr. K.H. Quraish

Syihab menyatakan MUI menganggap bahwa Syiah

adalah termasuk salah satu mazhab yang benar

sebagaimana yang diakui oleh Rabithah Alam Islamy dan

itu diakui oleh Al-Azhar. Bukti konkretnya, jamaah haji

Syiah boleh masuk ke Masjidil Haram. Kalau mereka

memang sesat, seharusnya tidak boleh masuk.[17]

Mungkin yang dimaksud adalah Syi'ah Zaidiyah karena

ulama-ulamanya seperti Asy-Syaukaniy dan Ash-

Shan'aniy diakui sebagai Ahlus Sunnah wal Jama'ah,

bukan Syiah Imamiyyah karena banyak pendapat mereka

tidak sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah.

4. Jama'ah Tabligh

Jama'ah Tabligh Di Indosesia berkembang sejak l952,

dibawa oleh rombongan dari India yang dipimpin oleh

Miaji Isa. Tapi gerakan ini mulai marak pada awal 1970-an. Mereka menjadikan masjid sebagai pusat

aktivitasnya. Tak jelas berapa jumlah mereka, karena

secara statistik memang susah dihitung. Tetapi yang

jelas, mereka ada di mana-mana di seluruh penjuru

Nusantara.[18]

5. Majlis Tafsir Al-Quran

Pendiri : Abdullah Toufel Saputra

Aktif : 19 September 1972.

Pemimpin sekarang : Drs. Ahmad Sukina.

Kelompok ini tersebar di Indonesia dan untuk saat ini

memiliki 130 cabang .

Pendapat :

- Mengembalikan umat Islam pada Al-Quran dan

Hadits.

- Mengikis bid'ah dan khufarat di umat Islam.

6. Front Pembela Islam

Pemimpin pertama : KH Cecep Bustomi

Pemimpin sekarang : Habib Rizieq Syihab

Aktif sejak : 17 Agustus 1998

Pendapat :

- berakidah ahlussunnah wal jamaah.

7. Hizbut Tahrir

Pendiri : Syekh Taqiyuddin An-Nabhahani

Berdiri : 1953 di Al-Quds, Jerussalem sebagai partai

politik Islam

Pemimpin pertama : Abdurahman Albagdadi

Aktif sejak : 1982-1983

Pendapat :

- Menggagas terbentuknya negara Islam sedunia alias

khilafah islamiyah.

- Demokrasi itu tidak Islami, .karena demokrasi adalah

kedaulatan itu di tangan rakyat. Implikasinya hak

membuat hukum ada di tangan rakyat, bukan di

tangan Allah. Jika demikian. Maka demokrasi itu

bertentangan dengan Islam yang mengakui hak

membuat hukum itu hanya milik Allah.


e. Aliran-aliran yang dianggap sesat di Indonesia

Sesat yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju

(yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang

benar, itulah kesesatan.

Yang dimaksud dengan aliran sesat adalah aliran yang

menyimpang dari jalan kebenaran yang ditunjukkan oleh

agama.

Kebenaran yang dimaksud adalah firman Allah :

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak

(pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan

Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi

mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka dan

Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka

sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.[19]

Dan Barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas

kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan

orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia

ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk

tempat kembali.[20]

Dan sabda Rasulullah SAW :

Aku tinggalkan 2 perkara yang dengannya kamu tidak akan

tersesat : Kitab Allah dan sunnahku.[21]

Dan beliau bersabda pula:

Dan sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72

golongan, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan,

semuanya berada di neraka kecuali satu golongan. Para

sahabat pun bertanya : Siapa mereka ya Rasulullah ? Yaitu

(golongan yang berpegang kepada) perkara yang aku dan

sahabat-sahabatku berpegang kepadanya.[22]

Dari firman Allah dan sabda Rasulullah dapat disimpulkan

bahwa aliran yang sesat itu adalah aliran yang tidak

mengikuti Al-Quran, Hadits (Sunnah), dan jalan yang

ditempuh oleh mayoritas umat Islam (Ijmak).

Berikut kriteria aliran sesat yang dikemukakan MUI tahun

2007

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.

2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai

dengan Al-Quran dan sunnah.

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran.

4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.

5. Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan

kaidah-kaidah tafsir.

6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber

ajaran Islam.

7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi

dan rasul.

8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul

terakhir.

9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokokpokok

ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti

haji tidak ke baitullah, shalat wajib tidak 5 waktu.

10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i seperti

mengkafirkan muslim hanya karena bukan

kelompoknya.

1. Lembaga Dakwah Islamiyyah Indonesia (LDII) /

Islam Jamaah

Pendiri : Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul

bin Thahir bin Irsyad (1915-1982).

lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasri, Kediri, Jawa Timur.

Aktif sejak : 1970

Pemimpinnya sekarang : Dr. H. Ahmad Sumarno, M.M,

Ph.D.

Paham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan

aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits.

Larangan Jaksa Agung RI: 1971

Fatwa MUI : 2005

Pendapat-pendapat mereka:

- Al-Qur’an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau

manqul (keluar dari mulut imam atau amirnya).

- Orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap

kafir dan najis.

- Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, boleh

ditebus dengan uang oleh anggota ini.

- Infak mutlak wajib 10% dari penghasilan apapun.

- wajibnya/dilembagakan taqiyah.

- Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) itu lebih

tinggi derajatnya dan lebih berat bobotnya dari pada manusia sedunia, maka wajiblah para jama’ah

bersyukur kepada sang amir, sebab dengan adanya

sang amir maka jama’ah pasti masuk surga.

2. Negara Islam Indonesia (NII) KW-9 / Az-Zaitun

Pendiri NII : Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo,

Aktif sejak : 7 Agustus 1949 , di Tasikmalaya Jawa

Barat

Pemimpin NII KW-9 : Abu Toto Syekh Panjigumilang

Fatwa sesat MUI: 2003

Pada tahun 1980-an ketika diadakan musyawarah tiga

wilayah besar (Jawa Barat, Sulawesi, dan Aceh) di

Tangerang Jawa Barat, diputuskan bahwa Adah Djaelani

Tirtapradja diangkat menjadi Imam NII. Lalu ada

pemekaran wilayah NII yang tadinya 7 menjadi 9,

penambahannya itu KW VIII (Komandemen Wilayah

VIII) Priangan Barat (mencakup Bogor, Sukabumi,

Cianjur), dan KW IX Jakarta Raya (Jakarta, Tangerang,

Bekasi). Pada dekade 1990-an KW IX dijadikan sebagai

Ummul Quro (ibukota negara) bagi NII, dan

pemerintahan dipegang Abu Toto Syekh Panjigumilang

(yang juga Syekh Ma’had Az-Zaitun, Desa Gantar,

Indramayu, Jawa Barat) pada tahun 1992.

Penyelewengannya terjadi ketika pucuk pimpinan NII

dipegang Abu Toto. Ia mengubah beberapa ketetapanketetapan

Komandemen yang termuat dalam kitab PDB

(Pedoman Dharma Bakti).

Pendapat-pendapat NII KW-9 :

- Harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap

halal sebgai harta fa'i dan ghanimah.

- Dengan pemahaman teori kondisi perang, maka

shalat bisa dirapel, artinya dari mulai shalat zuhur

sampai dengan shalat subuh dilakukan dalam satu

waktu, masing-masing hanya satu rakaat.

- Dalam puasa sesudah terbit matahari pun masih

boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka.

- Wajib bagi setiap jamaah mencari satu orang tiap

harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar

hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena

dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa

masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga.

Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah

hijrah yang besarnya tergantung dosa yang

dilakukan.

- Menghalalkan segala cara untuk bisa berinfak ke

organisasi.

- Mengancam anggota yang mundur.

3. Salamullah

Pendirinya Lia Aminuddin,

Aktif sejak : 1995, di Jakarta.

Fatwa sesat MUI : 1997

Pendapat-pendapatnya :

- Lia mengaku bertemu Jibril, kemudian sebagai

Bunda Maria, dan akhirnya sebagai Jibril

- Anaknya Ahmad Mukti sebagai jelmaan roh Nabi Isa

as.

- Imam besar Salamullah Abdul Rahman, sebagai

jelmaan Nabi Muhammad saw.

- Mempunyai kitab sendiri yang berjudul Ruhul

Kudus.

4. Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Pendiri : Ahmad Mushaddeq

Aktif sejak : 2001

Fatwa sesat MUI : 2007

Pendapat-pendapatnya :

- Mushaddeq adalah Rasul menggantikan Nabi

Muhammad SAW bergelar Al-Masih Al-Mau'ud.

- Menganggap musyrik orang diluar Al-Qiyadah.

- Tidak menjalankan rukun Islam kecuali shalat sekali

dalam satu malam.

5. Jemaah Ngaji Lelaku

Pendiri : Yusman Roy

Aktif sejak : 2005, di Lawang, Jawa Timur

Fatwa sesat MUI : 2005

Pendapatnya :

- Shalat dengan menggunakan dua bahasa.

6. Al-Qur'an Suci

Fatwa sesat MUI: belum ada

Pendapat-pendapatnya :

- Tidak mengakui hadits.

- Tidak melakukan kewajiban dalam rukun Islam.

- Memisahkan jamaah dari keluarganya.

- Menghalalkan bersetubuh dengan keluarga dekat

meski tanpa ikatan pernikahan.

- Imam tertinggi dalam kelompok tersebut sebagai

Rasul.

- Tidak wajib wudhu sebelum shalat.

7. Ingkar Sunnah

Ada tiga jenis kelompok Inkar Sunnah.

a. Kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah

SAW secara keseluruhan.

b. Kelompok yang menolak hadits-hadits yang tak

disebutkan dalam al-Qur’an secara tersurat ataupun

tersirat.

c. Kelompok yang hanya menerima hadits-hadits

mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang setiap

jenjang atau periodenya, tak mungkin mereka

berdusta) dan menolak hadits-hadits ahad (tidak

mencapai derajat mutawatir) walaupun shahih.

Pemimpinnya di Indonenesia : Irham Sutarto.

Inkar Sunnah di Indonesia muncul tahun 1980-an

Fatwa sesat MUI : 1983 .

Pendapatnya :

- Tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan

Islam.

8. Isa Bugis

Pemimpin : Isa Bugis (1926)di Aceh Pidie tahun 1926.

Aktif : sejak 1980 di Rawamangun, Jakarta.

Fatwa Sesat : Departeman Agama RI 1972.

Pendapat-pendapat mereka :

- Mengartikan Al-Qur’an semaunya, tidak sesuai

dengan petunjuk Rasulullah saw, misalnya, Al-Fiil

yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja.

- Tidak percaya mukjizat, dan menganggap mukjizat

tak ubahnya seperti dongeng.

- Nabi Ibrahim menyembelih Ismail itu dianggapnya

dongeng belaka.

- Tafsir Al-Qur’an yang ada sekarang harus

dimuseumkan, karena salah semua.

- Al-Qur’an bukan Bahasa Arab, maka untuk

memahami Al-Qur’an tak perlu belajar Bahasa Arab.

- Lembaga Pembaharu Isa Bugis adalah Nur, sedang

yang lain adalah zhulumat, maka sesat dan kafir.

- Air zam-zam adalah air bekas bangkai,

- Ka`bah adalah berhala.

- Nabi Muhammad SAW adalah pembangkit

imperialisme Arab.

- Ilmu-ilmu tauhid, fiqih dan sejenisnya menurutnya

adalah syirik.

- Agama itu akal.

- Juru dakwah dari negeri arab yang menyebarkan

agama Islam ke berbagai negeri disebutnya sebagai

orang-orang yang mabuk yang haus darah dan harta.

9. Ahmadiyah

Pemimpin: Mirza Ghulam Ahmad (1835-1906).

Aktif: Sejak 1889 di Pakistan, masuk Indonesia 1924

Fatwa sesat MUI: 1980 dan 2005

10. Baha'i

Pendiri : Bahaullah / Mirza Husein Ali (1917 – 1892),

11. Jaringan Islam Liberal

Pemimpin : Ulil Abshar Abdalla

Aktif : sejak 2001

Fatwa sesat MUI : 2007

Pendapat-pendapat mereka

- Menyamakan semua agama, semuanya menuju jalan

kebenaran

- Menganggap hukum islam itu zalim sehingga bila

diterapkan syari'at Islam yang pertama jadi korban

adalah kaum wanita

- Mereka menggugat kebenaran Islam karena kata

mereka kebenaran agama itu relatif, dan mengajak

melihat kebenaran pada agama lain.

- Vodka (sejenis minuman keras) bisa dihalalkan di

Rusia karena daerahnya sangat dingin

- Menganggap Al-Quran sebagai produk budaya dan

mengajak mengadakan studi kritik akan keaslian Al-

Quran.

12. Al-Quran Suci

Fatwa sesat MUI: 2007

Pendapat-pendapat mereka :

- Tidak mengakui hadits.

- Tidak melakukan kewajiban dalam rukun Islam.

- Memisahkan jamaah dari keluarganya.

- Memperbolehkan berzina dengan iparnya.

13. Mahesa Kurung

Pemimpin : As-Sayyid al-Habib Faridhal Attros al-

Kindhy

Aktif sejak : 1984

Fatwa sesat MUI: 2006

Alasan : Menyebarkan kemusyrikan

14. Wahidiyyah

Pemimpin : Abas

Fatwa Sesat MUI Tasikmalaya

Pendapat –pendapat mereka :

- Ghauts Hadza Zaman punya kewenangan

menanamkan dan mencabut iman seseorang.

- Sosok Mbah Abdul Majid dianggap sebagai juru

selamat bagi umat di zaman sekarang.

15. Islam sejati

Pemimpin : Heri dan Akhyari

Fatwa Sesat MUI Banten : 2007

Pendapat :

- Menyembah Tuhan dengan bersujud menghadap ke

empat arah penjuru angin.

16. Ahmad Sayuti (Nabi Palsu)

Pemimpin : Ahmad Sayuti.

Fatwa Sesat MUI : 2007.

Pendapat :

- menganggap dirinya sebagai nabi yang diutus Allah

dan Nabi Muhammad bukan nabi terakhir.

- Al-Quran adalah kitab hukum bahasa Arab

peninggalan Nabi Muhammad putra Abdullah yang

ditulis oleh para sahabatnya atas perintah

Muhammad.

- Mengaku kalau Al-Quran turun pada tahun 1993 saat

dirinya mendapatkan wahyu.

- Menganggap tafsir Al-Quran selama ini hanya

kebohongan belaka.

- Kitab hadis Bukhori hanya kitab bohong yang isinya

bukan perkataan Nabi Muhammad.

17. Darul Arqam

Pemimpin : Syeikh Suhemi.

Fatwa sesat MUI: 1994.

Pendapat :

- Aurad Muhammadiyah Darul Arqam diterima secara

langsung oleh Syekh Suhaemi, tokoh Darul Arqam,

dari Rasulullah SAW di Ka'bah dalam keadaan

terjaga.

Selain aliran-aliran ini masih banyak aliran yang dianggap

sesat, misalnya : Al-Quran Hijau, Al-Haq, Amanat

Keagungan Ilahi, Bumi Segandu, Hidup dibalik Hidup, dan

lain-lain.

Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat ( Pakem) selama

1980 hingga 2006 mencatat adanya 250 ajaran sesat di

Indonesia.


f. Aliran-aliran kebatinan Islam

Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran kebatinan yang

harus diwapadai ajarannya, Aliran kebatinan di Indonesia menurut H.M. Danuwiyoto

tidak terlepas dari pengaruh ajaran Syekh Siti Jenar pada

abad ke-14 Masehi yang dianggap sesat oleh para Wali yang

ada di Indonesia saat itu.

Berikut ini adalah aliran-aliran yang berkembang di

Indonesia[23] :

Banjarnegara :1 -Perjalanan Tri Luhur

Bangkalan :2 -Agama Baru Banyu Urip,3 -Ilmu

Laduni Sepalu,

Bantul :4 -Kasunyatan Ngantek,5 -Pekerjaan Baru

Hadisono Guasar,

Banyumas :6 -Moyah Kaki Kroya,7 -Tri Luhur Tulus

Blitar :8 -Murti Tomo Waskito,9 -Paguyuban

Pambuko Jiwa,10 -Purwatin Sanggar

Penataran,11 -Sukmo Sejati,12 -

Kebatinan Islam,13 -Ilmu Kebatinan

14 -Kwaruh Jowo Dipo,

Boyolali :15 -Agama Jiwa

Kebumen :16 -Tripitaka,17 -Balai Sabdo

Kamanungsan,18 -Kebatinan Jiwo

19 -Penganut Sunan Kalijogo

Kudus :20 -Buda Budi Jawi

Jakarta :21 -Perkumpulan Persaudaraan Kejiwan

Susilo Budi Utomo,22 -

Kekeluargaan,23 -BKKI,24 -

Perhimpunan Kemanusiaan,25 -Kesatuan

Rakyat Indonesia Murni,26 -Yayasan

Olah Raga Hidup Baru,27 -

Perhimpunan Kamanungsan,28 -

Paguyuban Kebatinan,29 -Pangudi

Ilmu Kebatinan Intisaring Rasa,30 -

Dewan Musyawarah Perjalanan,31 -

Sari Budoyo,32 -Paguyuban Pakerti Urip,33 -Perhimpunan Budi Rahayu,34 -Furhan

Sawutunggal,35 -Persatuan Dilah,36 -

Hidup Betul,

Jatinegara :37 -Tarekat Hak Miliyah,

Jember :38 -Purwo Ayu Jember

Kediri :39 -Sangkan Paran Kasampurnan

Klaten :40 -Mesu Budi Ngawula Tuhan,41 -

Kaesepuhan Pribadi Asli,42 -Mardi

Utomo,43 -Paguyuban Eklasing Budi

Murko,44 -Sastro Ceto,45 -Hardo

Pusoro,46 -Suksmo Nglemboro,47 -

Kawula Melindung Tuhan, Percaya Diri

Sendiri,48 -Kawruh Bejo,49 -Swasjoyo,

50 -Gayuh Kasunyatan,51 -Kejaten,

52 -Budi Utomo,53 -Budi Wismo,54 -Gito

Roso,55 -Mahayana,56 -

Ngudi Rahayu

Lumajang :57 -Purwo Mardi Utomo,

Magelang :58 -Islam Agama Hak, 45-Budo Putih

Pakis

Mataram :59 -Kebatinan Ilmu Hak

Mojokerto :60 -Margasuci Rahayu Prono

Pati61 -Perguruan Kebatinan Budi Luhur,62 -

Budi Mulyo,63 -Sumarah,64 -

Wismo Broto Pandowo,65 -Suci Rahayu,

66 -Ilmu Ma'rifat,67 -Ilmu Sejati,68 -

Bahai,

Ponorogo :69 -Jawa Budo Lugu

Purbolinggo :70 -Hedobusana Kalimanah,71 -Penganut

Sunan Gunung Jati ,72 -

Kasunyatan

Purworejo :73 -Setya Budi Perjanjian,74 -Kawruh

Kasunyatan.

Rembang :75 -Ilmu Rasa Sejati,76 -Pramana Sejati.

Semarang :77 -Badan Kebatinan Indonesia,78 -Mudo

Darmo,79 -Pembuko Jiwo,80 -

Subud

Sleman :81 -Kamanungsan

Solo :82 -Astrobroto ,83 -Astogino,84 -

Pangestu,85 -Ilmu Sejati,86 -Perjalanan

Jiwa Ayu,87 -Susila Budi Darma,88 -

Perwatin,89 - Paguyuban Puji Sila,

Surabaya :90 -Paguyuban Ilmu Sejati,91 -Paguyuban

Sumarah Surabaya,91 -Purwo Ayu Mardi

Utomo,92 -Ilmu Perjalanan Lugu Sejati,

93 -Langgar Candi Buwono,94 -Wirid,

Temanggung :95 -Adam Purnama,96 -Tri Darma

Indonesia,97 -Mardi Santosaning Budi,

98 -Pelajaran Semedi

Tulung Agung :99 -Perjalanan Dewa Mulya,100 -

Trajutrisno

Wonogiri :101 -Jiwa Ayu

Wonosobo :102 -Kawula Warga Naluri (KWN)

Yogyakarta :103 -Adam Makrifat Gunung Kidul,104 -

Sapto Darmo Sorokarsan,105 -Ajaran

Jiwa Indonesia (AJI),106 -ASK (Angudi

Santosaning Kautaman),107 -Barisan

Kempong Perot,108 -Budi Pekerti,109 -

GMKI (Gabungan Musyawarah

Kebangsaan Indonesia),110 -Islam

Kasampurnan,111 -MSB (Mardi

Santosaning Budi),112 -Nasional,113 -

Naluri Kabudayan,114 -Paguyuban

"O" (das),115 -PEBM,116 -Pangudi

Amrih Tentrem,117 -Perjalana Tubangan,

118 -Perhimpunan Prikemanusiaan,

119 -Paguyuban Kebatinan Kawruh Lugu,

120 -Psyichologisme Baciro Baru,121 -Roso Sejati,122 -SBP, Sejarah123 -

Keraton,124 -TEK (Tri Eka Kapti),125 -

Tasawuf,126 -Buda Islam,127 -Ilmu

Kawaskitan Sistim Timur, `128 -

Perhimpunan Kebatinan Prakarti,129 -

Tugo Roso Jati,130 -Sabdo Karso,131 -

Poma Pami,132 -Setia Budi Perjanji

Empat hari,133 -Imbalwacono,135 -Islam

Kamil.


g. Penutup

Melihat betapa banyaknya aliran yang menyimpang dari

Islam, satu-satunya jalan untuk menghindarinya adalah

memperdalam pengetahuan kita tentang agama Islam yang

sesuai dengan Al-Quran, hadits dan mayoritas (jumhur)

ulama yang ada.

Ingatlah ucapan Nabi Muhammad SAW :

"Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi,

sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan

dirham, dan mereka hanya mewariskan ilmu, dan

barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut, maka ia telah

mengambil bagian yang sempurna."[24]

Wallahu a'lam bish shawwab,

wailaihi marji'uhu wal ma-ab.


Daftar Isi

Aliran-aliran dalam Islam 1

Oleh 1

Farid Zainal Effendi1

a. Pendahuluan 2

b. Pembagian aliran-aliran Islam pada zaman terdahulu  4

1. Khawarij4

Pendapat-pendapat mereka antara lain :5

2. Syi'ah 6

Para sejarawan berbeda pendapat akan awal munculnya  7

Syi'ah, diantaranya :7

Dr. Fuad Mohammad Fachruddin membagi Syi'ah 7

menjadi 4 macam aliran :7

Pendapat-pendapat mereka :8

3. Murji'ah 8

Kaum Murji'ah dapat dibagi menjadi 2 yaitu :9

4. Jabariyah 10

Pendapat-pendapat mereka :10

5. Qodariyah 10

Pendapat-pendapat mereka :11

6. Mu'tazilah 11

Pendapat-pendapat mereka :11

7. Ahlus Sunnah wal Jama'ah 12

Pendapat-pendapat mereka :13

c. Aliran-aliran Islam di zaman era baru 14

1. Wahabi14

Pendapat-pendapat mereka :14

2. Bahai15

Pendapat-pendapat mereka :15

3. Ahmadiyah 16

Pendapat-pendapat mereka :17

4. Jamaah Tabligh 17

Pendapat mereka :17

d. Kelompok-Kelompok Islam di Indonesia  19

1. Muhammadiyyah 19

Pendapat :19

2. Nahdatul Ulama (NU)20

Pendapat :20

3. Syi'ah 20

4. Jama'ah Tabligh 21

5. Majlis Tafsir Al-Quran 22

Pendapat :22

6. Front Pembela Islam 22

Pendapat :22

7. Hizbut Tahrir22

Pendapat :22

e. Aliran-aliran yang dianggap sesat di Indonesia  24

Berikut kriteria aliran sesat yang dikemukakan MUI tahun  25

2007 25

1. Lembaga Dakwah Islamiyyah Indonesia (LDII) /26

Islam Jamaah 26

Pendapat-pendapat mereka:27

2. Negara Islam Indonesia (NII) KW-9 / Az-Zaitun 27

Pendapat-pendapat NII KW-9 :28

3. Salamullah 29

Pendapat-pendapatnya :29

4. Al-Qiyadah Al-Islamiyah 29

Pendapat-pendapatnya :29

5. Jemaah Ngaji Lelaku 30

Pendapatnya :30

6. Al-Qur'an Suci30

7. Ingkar Sunnah 30

8. Isa Bugis 31

Pendapat-pendapat mereka :31

9. Ahmadiyah 32

10. Baha'i32

Pendapat-pendapat mereka 32

12. Al-Quran Suci33

Pendapat-pendapat mereka :33

13. Mahesa Kurung 33

Pendapat –pendapat mereka :33

15. Islam sejati34

Pendapat :34

16. Ahmad Sayuti (Nabi Palsu)34

Pendapat :34

17. Darul Arqam 34

Pendapat :35

f. Aliran-aliran kebatinan Islam 36

g. Penutup 40



[1] Teologi Islam, Harun Nasution, hal 5-7.

[2] Al-Milal wan Nihal, hal 114/Juz 1.

[3] Nasy-atusy Syi'ah, Prof. Dr. Maghfur Utsman, hal : 5.

[4] Al-Milal wan Nihal, hal : 146/juz 1.

[5] Nasy-atusy Syi'ah, Prof. Dr. Maghfur Utsman, hal : 14.

[6] Mengapa Kita Menolak Syiah, LPPI, hal 5.

[7] Sejarah perkembangan pemikiran dalam Islam, hal : 57.

[8] I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal 180-181.

[9] Tarikh Madzhabil Islamiyyah, Abu Zahrah, hal 103/juz I.

[10] I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal 268-272.

[11] Teologi Islam, Harun Nasution, hal: 40.

[12] Sejarah Perkembangan Pemikiran dalam Islam, Dr. Fuad. MF hal :105.

[13] Fiqih Tradisionalis, KH. Muhyiddin Abdushshomad, hal 14.

[14] I'tiqod Ahlus Sunnah wal Jama'ah, KH Sirojuddin Abbas hal :337.

[15] Sebagian ulama wahabi menganggap kelompok ini sesat di antaranya :

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, Asy-

Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy, Muhammad

Nashiruddin Al-Alban, Abdurrazzaq 'Afifi.

[16] Sekilas Tentang Faham Syi'ah, Abdul Hayyi Al-Kattany,

alkattany@softhome.net.

[17] MUI : Syiah bukan ajaran sesat, Majalah Syiar, 9 Desember 2007.

[18] Sekilas Tentang Jama'ah Tabligh, Isnet.com.

[19] S. Al-Ahzab : 36

[20] S. An-Nisa : 115

[21] HR Ad-Daraquthniy no:4559, al-Hakim no:319, al-Baihaqiy.

[22] HR Tirmidiy no:2631,2640, Abu Dawud no:4569, Ahmad no : 12229,

Ibnu Majah no:3992.

[23] Seluk Beluk Aliran Kebatinan, H.M. Danuwijoto BA hal 12-16

[24] Diriwayatkan AT-Turmudzi no: 2681, Abu Dawud no: 3641, Ibnu Majah

no: 223, hadits ini dianggap lemah oleh ad-Darquthniy dan al-Mundziriy,

tetapi disebutkan Al-Bukhori di kitab sahihnya tanpa sanad

Aliran-aliran dalam Islam

Aliran-aliran dalam Islam

Buku ini sudah diperiksa oleh

pengarang: Team Wisdoms4all
Kategori: Agama & Aliran
Halaman: 10